DocShareDocShare
Story & NovelLiteratureExamComicWorld Cup

Lanskap Negeri Saman

Home›Documents›Lifestyle
Jul 14, 2026 30 0
Upload by Miles
Buku bacaan anak membahas penguatan pendidikan karakter melalui budaya literasi, dengan menekankan nilai kearifan lokal yang santun, religius, toleran, dan berbudi pekerti luhur. Materi bacaan digali dari lanskap perubahan sosial masyarakat, kekayaan bahasa daerah, tokoh Indonesia, kuliner, serta arsitektur tradisional, untuk menumbuhkan karakter seperti religius, jujur, disiplin, kerja keras, cinta damai, peduli lingkungan dan sosial, serta tanggung jawab.
LanguageIndonesian
CategoryLifestyle
FormatPDF
Pages59
Reading Time1 h 31 min
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Bacaan untuk Anak Setingkat SD Kelas 4, 5, dan 6 | MILIK NEGARA | | --- | | TIDAK DIPERDAGANGKAN | | | <br><br>LANSKAP | | --- | --- | | <br>NEGERI<br>Rismawati<br>Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa | | LANSKAP NEGERI SAMAN Penulis : Rismawati Penyunting : Setyo Untoro Ilustrator : Decky R. Risakotta (Aman Wahib) Penata Letak: Decky R. Risakotta (Aman Wahib) Fotografer : Mustaqim, Zuhri N. Sumber Foto : Google, Antara Diterbitkan pada tahun 2017 oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Jalan Daksinapati Barat IV Rawamangun Jakarta Timur Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Isi buku ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali dalam hal pengutipan untuk keperluan penulisan artikel atau karangan ilmiah. | | Katalog Dalam Terbitan (KDT)<br>Risnawati<br>Lanskap Negeri Saman/Rismawati; Setyo Untoro (Penyunting). Jakarta: Badan PengembangandanPembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017. viii; 48 hlm.; 21 cm<br>ISBN: 978-602-437-273-6<br>CERITA RAKYAT-SUMATRA (GAYO) KESUSASTRAAN ANAK | | --- | --- | | PB<br>398.209<br>598 1 RISl | | | | | Rismawati Lanskap Negeri Saman Sambutan Sikap hidup pragmatis pada sebagian besar masyarakat Indonesia dewasa ini mengakibatkan terkikisnya nilai-nilai luhur budaya bangsa. Demikian halnya dengan budaya kekerasandan anarkisme sosial turut memperparah kondisi sosial budaya bangsa Indonesia. Nilai kearifan lokal yang santun, ramah, saling menghormati, arif, bijaksana, dan religius seakanterkikisdantereduksi gaya hidup instan dan modern. Masyarakat sangat mudah tersulutemosinya, pemarah, brutal, dan kasar tanpa mampu mengendalikandiri. Fenomena itu dapat menjadi representasi melemahnya karakter bangsa yang terkenal ramah, santun, toleran, serta berbudi pekertiluhur dan mulia. Sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat, situasi yang demikian itu jelas tidak menguntungkan bagi masa depan bangsa, khususnya dalam melahirkan generasi masa depan bangsa yang cerdas cendekia, bijak bestari, terampil, berbudi pekerti luhur, berderajat mulia, berperadaban tinggi, dan senantiasa berbaktikepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, dibutuhkan paradigma pendidikan karakter bangsayang tidak sekadar memburu kepentingankognitif (pikir, nalar, dan logika), tetapi juga memperhatikan dan mengintegrasi persoalan moral dan keluhuran budi pekerti. Hal itusejalan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu fungsi pendidikanadalah mengembangkan kemampuan dan membangun watak sertaperadaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepadaTuhanyang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mand

Share with