[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-detail-236694-id":41,"doc-seo-236694-113":63},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":5,"data":42},{"doc_id":43,"user_id":44,"nickname":45,"user_avatar":46,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":48,"doc_content":49,"file_id":50,"file_url":51,"file_type":52,"file_size":53,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":54,"language":55,"language_code":56,"site_id":57,"html_lang":56,"table_of_contents":58,"faqs":59,"seo_title":60,"seo_description":48,"update_tm":61,"read_time":62},236694,5909877438554,"Maeve","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/5600025385ad2bf12a7?_k=1778553567797529272","WEAPTION OIL (WEATHERING PREVENTION) - Hidrodistilasi Serai Wangi, Kulit Jeruk, Jahe dan Nigarin sebagai Upaya Pencegahan Pelapukan Batuan Candi pada Situs Cagar Budaya","Penelitian membahas pembuatan Weaption Oil sebagai upaya pencegahan pelapukan batuan candi di situs cagar budaya melalui pemanfaatan minyak atsiri dan nigarin. Latar belakang menekankan kerusakan akibat biodeteriorasi, dipicu mikroba seperti jamur, algae, lumut, dan bakteri yang berkembang karena kondisi lingkungan batuan. Produk dirancang menggunakan hidrodistilasi serai wangi, kulit jeruk, dan jahe, kemudian dianalisis pengaruhnya terhadap laju pelapukan serta kandungan senyawa aktif untuk menjaga keberlanjutan pelestarian.","“WEAPTION OIL (WEATHERING PREVENTION): HIDRODISTILASI SERAI WANGI, KULIT JERUK, JAHE DENGANNIGARIN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PELAPUKAN BATUAN CANDI PADA SITUS CAGAR BUDAYA”  \nDisusun Oleh :  \n1. FAHRUROZI  \n(Guru Pada SMAN 1 Kaliwungu)  \n2. ANGELINA AMALIA PUTRI  \n(Mahasiswa Pada UNNES Semarang)  \nDATA DIRI INVENTOR  \nNama Lengkap : Fahrurozi  \nTempat/Tanggal Lahir : Kendal, 25 Desember 1983  \nPendidikan : Sarjana  \nPekerjaan : Guru  \nAlamat : Ds. Sarirejo RT 01 RW 09 No. 27a Kecamatan  \nKaliwungu  \nTelp./Hp : 0857 4187 3577  \nNama Lengkap : Angelina Amalia Putri  \nTempat/Tanggal Lahir : Kendal, 22 September 2001  \nPendidikan : Mahasiswa UNNES Semarang  \nPekerjaan : Pelajar  \nAlamat : Ds. Darupono RT 01 Rw 05 Kec. Kaliwungu  \nTelp./Hp : 083104133770  \nA. LATAR BELAKANG  \nBerdasarkan UU No. 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya, pengelolaancagar budaya dilakukan oleh badan pengelolaan yang telah dibentuk olehpemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat adat. Benda cagar budaya harus dilindungi keberadaannya dari kepunahan dan kerusakan akibat proses alam seperti hujan asam, jamur, cendawan dan mikroba. Beberapa jenis mikroba yang banyak tumbuh di batuan yaitu fungi, jamur, dan alga. Mikroba tersebut mudah berkembang pada batuan, batu pasir, granit, batu kapur, dan gypsum (Burford et al., 2003) . Menurut data Invertarisasi dan Pengklasifikasian Bangunan dan Kawasan Konservasi Kota Semarang Tahun 2012, Kota Semarang memiliki 315 bangunan pusaka dan 16 kawasan pusaka (Puspitasari dan Yuliani, 2019) .  \nPeninggalan-peninggalan bersejarah ini perlu dijaga agar tetap utuh, sehingga dapat menceritakan sejarah masa lampau. Pada kenyataannya, akibat beberapa faktor salah satunya pelapukan, bangunan bersejarah kini semakin rapuh dan rusak. Sifat dan karakteristik batuan sangat penting untuk mengetahuikemungkinan penyebab terjadinya pelapukan sehingga lebih efektif dalam penanganannya.  \nPertumbuhan mikroba pada cagar budaya tergantung pada faktor lingkungan seperti ketersediaan air, pH, iklim, sumber nutrisi, komposisi batuan, porositas, dan permeabilitas batuan. Selama ini proses pelestarian pada cagar budaya masih menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya dan beracun. Bahanbahan tersebut bersifat karsinogenik dan mutagenik sehingga penggunaannya tidak diperbolehkan oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (Riyanto, 2014) . Untuk menjaga agar tetap utuh, perlu adanya analisa penanganan pelapukan melalui pemanfaatan zat alami yang ramah lingkungan.  \nSebagai salah satu negara tropis Indonesia memiliki keanekaragamantanaman penghasil minyak atsiri seperti serai dapur, minyak cengkeh (Eugenia aromatica), minyak serai wangi (Andropogon nardus), Jahe (Zingiber officinale Roscoe), kulit jeruk dan minyak kayu manis (Cinnamomum spp. ), yang mengandungsenyawa pestisida berbasis minyak atsiri telah lolos registrasi dari EPA (Environmental Protection Agency) dan dinyatakan aman dari GRAS (Generally Recognized as Safe) (Koul et al., 2007) sehingga ramah terhadap manusia dan lingkungan.  \nBatuan pada cagar budaya khususnya candi sebagian besar terdiri atasbatuan andesit yang memiliki ciri berpori banyak. Pori yang banyak pada batuan andesit menyebabkan bervariasinya nilai porositas sehingga memungkinkan untuk tertampungnya air. Penampungan air pada pori-pori batuan andesit menyebabkanterbentuknya lingkungan yang mendukung untuk pertumbuhan mikroorganismeperintis dan menyebabkan terjadinya biodeteriotasi (Konservasi Borobudur, 2012; Kanaori et al., 2000; Buscot, 2000) .  \nBiodeteriorasi batuan merupakan proses pelapukan batuan yang disebabkan oleh beberapa agen biologis atau biodeteriogen. Biodeteriogen inidapat menyebabkan kerusakan secara langsung maupun tidak langsung. Agen  \nbiodeteriorasi antara lain adalah jamur, algae, lumut, dan bakteri (Kumar dan Kumar, 1999) .  \nPermasalahan kerusakan batuan cagar budaya yang disebabkan oleh biodeteriorasi dapat dicegah melalui analisa penanganan melalui zat alami sebagai salah satu upaya mempertahankan keberada","cbCaipEWy2ahDjtg","https://ap.wps.com/l/cbCaipEWy2ahDjtg","pdf",1404020,35,"Indonesian","id",113,"# Latar Belakang\n## Maksud dan Tujuan\n## Manfaat Produk\n## Spesifikasi Teknik","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan Weaption Oil dan bahan utamanya?\",\"answer\":\"Weaption Oil adalah minyak pencegah pelapukan batuan candi dengan formulasi minyak atsiri dan nigarin. Minyak atsiri dibuat dari serai wangi, kulit jeruk, dan jahe melalui metode hidrodistilasi.\"},{\"question\":\"Bagaimana Weaption Oil berperan dalam pencegahan pelapukan batuan candi?\",\"answer\":\"Weaption Oil ditujukan untuk mencegah pelapukan akibat perkembangan lumut serta pembekuan uap air. Minyak atsiri yang dipadukan dengan nigarin atau sari bahari diharapkan menjadi alternatif pelestarian cagar budaya.\"},{\"question\":\"Kriteria apa saja yang dianalisis dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian menganalisis proses pembuatan Weaption Oil, pengaruhnya terhadap pelapukan batuan candi, kandungan komponen senyawa aktif, serta persentase/rendemen kadar untuk menilai keefektifannya.\"}]","WEAPTION OIL (WEATHERING PREVENTION) - Hidrodistilasi Serai Wangi, Kulit Jeruk, Jahe dan Nigarin sebagai Upaya Pencegahan Pelapukan Batuan Candi pada Situs Cagar Budaya | PDF",1789107088,12,{"code":4,"msg":64,"data":65},"ok",{"site_id":57,"language":56,"slug":66,"title":47,"keywords":67,"description":48,"schema_data":68,"social_meta":124,"head_meta":126,"extra_data":128,"updated_unix":129},"weaption-oil-weathering-prevention-hydrodistillation-of-lemongrass-orange-peel-ginger-and-nigarin-for-preventing-temple-stone-weathering-in-heritage-sites","",{"@graph":69,"@context":123},[70,86,106],{"@type":71,"itemListElement":72},"BreadcrumbList",[73,77,80,83],{"item":74,"name":75,"@type":76,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":78,"name":10,"@type":76,"position":79},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":81,"name":39,"@type":76,"position":82},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":84,"name":47,"@type":76,"position":85},"https://docshare.wps.com/id/template/weaption-oil-weathering-prevention-hydrodistillation-of-lemongrass-orange-peel-ginger-and-nigarin-for-preventing-temple-stone-weathering-in-heritage-sites/236694/",4,{"url":84,"name":47,"@type":87,"image":88,"author":93,"headline":47,"publisher":95,"fileFormat":98,"inLanguage":56,"description":48,"dateModified":99,"datePublished":100,"encodingFormat":98,"isAccessibleForFree":101,"interactionStatistic":102},"DigitalDocument",{"url":89,"@type":90,"width":91,"height":92},"https://docshare.wps.com/thumbnails/weaption-oil-weathering-prevention-hydrodistillation-of-lemongrass-orange-peel-ginger-and-nigarin-for-preventing-temple-stone-weathering-in-heritage-sites/236694.png","ImageObject",442,249,{"name":45,"@type":94},"Person",{"url":74,"name":96,"@type":97},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":103,"interactionType":104,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":105},"ViewAction",{"@type":107,"mainEntity":108},"FAQPage",[109,115,119],{"name":110,"@type":111,"acceptedAnswer":112},"Apa yang dimaksud dengan Weaption Oil dan bahan utamanya?","Question",{"text":113,"@type":114},"Weaption Oil adalah minyak pencegah pelapukan batuan candi dengan formulasi minyak atsiri dan nigarin. Minyak atsiri dibuat dari serai wangi, kulit jeruk, dan jahe melalui metode hidrodistilasi.","Answer",{"name":116,"@type":111,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana Weaption Oil berperan dalam pencegahan pelapukan batuan candi?",{"text":118,"@type":114},"Weaption Oil ditujukan untuk mencegah pelapukan akibat perkembangan lumut serta pembekuan uap air. Minyak atsiri yang dipadukan dengan nigarin atau sari bahari diharapkan menjadi alternatif pelestarian cagar budaya.",{"name":120,"@type":111,"acceptedAnswer":121},"Kriteria apa saja yang dianalisis dalam penelitian ini?",{"text":122,"@type":114},"Penelitian menganalisis proses pembuatan Weaption Oil, pengaruhnya terhadap pelapukan batuan candi, kandungan komponen senyawa aktif, serta persentase/rendemen kadar untuk menilai keefektifannya.","https://schema.org",{"og:url":84,"og:type":125,"og:title":47,"og:site_name":96,"og:description":48},"article",{"robots":127,"canonical":84},"index,follow",{"doc_id":43,"site_id":57},1790005658]