[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-237172-113":41,"doc-detail-237172-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":101,"head_meta":103,"extra_data":105,"updated_unix":107},113,"id","utilization-of-social-media-as-public-relations-activities-for-the-ipdn-jatinangor-library-article","Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Kegiatan Kehumasan Perpustakaan IPDN Jatinangor - Artikel","","Pemanfaatan media sosial sebagai kegiatan kehumasan perpustakaan membahas kebutuhan publik akan pertukaran informasi secara cepat dan luas. Perpustakaan IPDN Jatinangor telah memiliki akun, namun publikasi masih bersifat personal sehingga belum optimal sebagai sarana layanan publik dan promosi perpustakaan. Penelitian menggunakan action research model Kemmis dan McTaggart dengan pendekatan kualitatif serta dokumentasi, wawancara singkat, dan observasi. Hasil menunjukkan umpan balik positif dan peningkatan pengikut melalui Instagram, Facebook, dan YouTube, sehingga layanan lebih mudah diakses dan citra perpustakaan menjadi dinamis.",{"@graph":51,"@context":100},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":35,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/surat/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/utilization-of-social-media-as-public-relations-activities-for-the-ipdn-jatinangor-library-article/237172/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Theodora","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86,92,96],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Mengapa media sosial dimanfaatkan untuk kegiatan kehumasan perpustakaan?","Question",{"text":90,"@type":91},"Media sosial dipakai sebagai sarana pertukaran informasi yang dapat mendukung pelayanan publik, termasuk publikasi dan layanan perpustakaan.","Answer",{"name":93,"@type":88,"acceptedAnswer":94},"Apa metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini?",{"text":95,"@type":91},"Metode yang digunakan adalah action research dengan model Kemmis dan McTaggart, dengan pendekatan kualitatif serta dokumentasi, wawancara singkat, dan observasi.",{"name":97,"@type":88,"acceptedAnswer":98},"Platform media sosial apa saja yang dimanfaatkan?",{"text":99,"@type":91},"Media sosial yang dimanfaatkan adalah Instagram, Facebook, dan YouTube.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":102,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":104,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":106,"site_id":44},237172,1789110402,{"code":4,"msg":5,"data":109},{"doc_id":106,"user_id":110,"nickname":71,"user_avatar":111,"doc_module":9,"category_id":34,"category_name":35,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":117,"language":118,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":49,"update_tm":107,"read_time":122},687197207919,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/a000253d6f5f7c60be?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779446848396160552","PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI KEGIATAN  \nKEHUMASAN PERPUSTAKAAN IPDN JATINANGOR  \nPenulis :  \nAuliya Noviyani Sardi1  \nAfiliasi :  \nInstitut Pemerintahan Dalam Negeri1  \ne-Mail :  \n[auliyanoviyanisardi@ipdn.ac.id](auliyanoviyanisardi@ipdn.ac.id1)[1](auliyanoviyanisardi@ipdn.ac.id1)  \nABSTRACT  \nSocial media is often used by people as a place for exchanging information. The applicability of social media can be used as a medium for public services, for example publicity and services of a library. The library ofIPDNJatinangor already has social media, but it has not been used optimally. The publicity is still conducted directly or via instant messengers by an individual. The purpose of writing this article is to contribute to the use of social media as a mean of public relations, especially in the field of libraries. The method used in this article is action research modeled by Kemmis and McTaggart. The approach used in this research is a qualitative approach with data collection techniques such as documentation, short interviews, and observations. There are also social media that are used, namely Instagram, Facebook and Youtube. This utilization gets positive feedbacks from actual and potential users, as well as wider community. This result is proven by the increase in social media followers ofthe IPDN Library Unit. The conclusion of this article is that the use of social media as a mean of public relations for libraries can make them be known more widely, facilitate services for users and general public, as well as form a dynamic image for the libraries. Keywords: Library Services, Library Public Relations, Public Services  \nABSTRAK  \nMedia sosial sering kali menjadi tempat pertukuran informasi bagi masyarakat. Keterpakaian media sosial ini dapat dijadi sebagai media bagi pelayanan publik, salah satunya perpustakaan untuk melakukan publikasi dan layanan. Perpustakaan IPDN Jatinangor telahmemiliki media sosial, namun belum termanfaat secara optimal. Publikasi masih dilakukan personal secara langsung maupun melalui instant messenger. Tujuan dari penulisan artikel ini memberi kontribusi pemanfaatan media sosial sebagai sarana kehumasankhususnya dalam bidang perpustakaan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah action research dengan model Kemmis dan McTaggart. Pendekatan menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data dokumentasi, wawancara singkat dan observasi. Ada pun media sosial yang dimanfaatkan yaitu Instagram, Facebook dan Youtube. Pemanfaatan ini mendapatkan feedback positif daripemustaka aktual, potensial dan masyarakat luas. Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya pengikut media sosial Unit Perpustakaan IPDN. Kesimpulan dari penulisan artikel ini adalah penggunaan media sosial sebagai sarana kehumasan perpustakaan dapat membantu perpustakaan untuk dikenal lebih luas,  \nmempermudah pelayanan bagi pemustaka dan masyarakat umum serta membentuk citra perpustakaan yang dinamis.  \nKata kunci : Pelayanan Perpustakaan, Humas Perpustakaan, Pelayanan Publik.  \nPENDAHULUAN  \nPerkembangan informasi yang sangat dinamis membuat setiap individu berlomba-lombauntuk mendapatkan informasi. Kedinamisan tersebut memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO) . FOMO adalah suatu fenomena yang membuat individu cemas bahkantakut kehilangan sebuah informasi. Pemenuhan informasi dapat diraih dengan penggunaan media sosial yang seringkali dimanfaatkan sebagai sarana pertukaran informasi.  \nTeori kegiatan dan Bedny (dalam Yusuf, 2010) mengemukakan bahwa perilaku individu akan dipengarui oleh objek-objek di sekelilingnya. Contohnya seseorang yang sering menggunakan komputer, maka akan melibatkan komputer dalam proses pencarian informasi. Jadi, seseorang yang selalu berdekatan dengan media sosial, maka akan cenderung menggunakan media sosial untuk mendapatkan informasi.  \nMedia sosial merupakan sebuah media baru yang memungkinkan individu terhubung secara global dengan individu lain. Salah satu teori media baru (new media) datang da","cbCail9yg1uNkbFY","https://ap.wps.com/l/cbCail9yg1uNkbFY","pdf",720630,13,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Media sosial dan pertukaran informasi\n## FOMO dan kebutuhan informasi\n## Teori new media dan komunikasi global\n## Perpustakaan sebagai layanan publik berbasis teknologi\n## Kondisi perpustakaan IPDN Jatinangor\n## Pengembangan layanan berbasis teknologi","[{\"question\":\"Mengapa media sosial dimanfaatkan untuk kegiatan kehumasan perpustakaan?\",\"answer\":\"Media sosial dipakai sebagai sarana pertukaran informasi yang dapat mendukung pelayanan publik, termasuk publikasi dan layanan perpustakaan.\"},{\"question\":\"Apa metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini?\",\"answer\":\"Metode yang digunakan adalah action research dengan model Kemmis dan McTaggart, dengan pendekatan kualitatif serta dokumentasi, wawancara singkat, dan observasi.\"},{\"question\":\"Platform media sosial apa saja yang dimanfaatkan?\",\"answer\":\"Media sosial yang dimanfaatkan adalah Instagram, Facebook, dan YouTube.\"}]","Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Kegiatan Kehumasan Perpustakaan IPDN Jatinangor - Artikel | PDF",5]