[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-171798-113":41,"doc-detail-171798-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","interview-transcript-29-august-2019-interview-with-supriyanto-csr-program-planning-department","TRANSKRIP WAWANCARA - 29 AGUSTUS 2019 - Wawancara dengan Supriyanto (Bagian Perencanaan Program CSR)","","Transkrip wawancara bertanggal 29 Agustus 2019 membahas dinamika polemik warga terkait keberadaan pabrik semen serta program CSR. Supriyanto, dari bagian perencanaan program CSR, menjelaskan pergeseran opini masyarakat dari kontra ke mereda, termasuk peran informasi yang beredar melalui media dan perbedaan temuan antara doktrin dengan fakta lapangan. Wawancara juga memuat latar tokoh Laskar Brotoseno, filosofi gerakan, proses penetapan ketua, serta strategi pendekatan diskusi agar pemahaman warga sejalan dengan rencana manfaat jangka panjang.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":35,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/surat/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/interview-transcript-29-august-2019-interview-with-supriyanto-csr-program-planning-department/171798/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/interview-transcript-29-august-2019-interview-with-supriyanto-csr-program-planning-department/171798.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Eliana","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document","2026-09-11","2026-09-01",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa yang menjadi pemicu masyarakat awalnya kontra terhadap pabrik semen?","Question",{"text":96,"@type":97},"Warga sempat kontra karena masuknya pihak luar yang membangun jaringan serta memutar informasi/video tentang dampak limbah dan masalah kesehatan. Perdebatan muncul saat masyarakat membandingkan doktrin yang diterima dengan fakta di lapangan.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana pandangan narasumber tentang perbedaan tambang sebelum dan setelah semen masuk?",{"text":101,"@type":97},"Narasi menjelaskan bahwa kegiatan tambang sudah berlangsung jauh sebelumnya, dengan aktivitas seperti blasting dan alat berat, sehingga masyarakat telah memahami dampaknya. Setelah semen masuk, barulah masalah dinilai muncul lebih menonjol.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Apa filosofi Laskar Brotoseno menurut Supriyanto?",{"text":105,"@type":97},"Brotoseno dipahami sebagai gerakan yang mengajak bekerja bersama membangun “istana”/masa depan, bukan memusuhi. Filosofinya menekankan kesepakatan untuk tujuan kebaikan, manfaat ketenagakerjaan, dan dampak CSR bagi masyarakat sekitar.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},171798,1788286954,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":34,"category_name":35,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":113,"read_time":128},4398048949847,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002536579ef2da7f?_k=1778318612642679267","TRANSKRIP WAWANCARA\n29 AGUSTUS 2019\nWAWANCARA DENGAN SUPRIYANTO – BAGIAN PERENCANAAN PROGRAM CSR\nLokasi : Gedung Tanah Liat PT Semen Gresik\nA: Penulis\nPD: Pak Dadang\nM: Mbah Akhid\nT: Triningsih\nS: Supriyanto\nPD: Dulu nggak ada masalah apa-apa. Tiba-tiba kok begitu ada orang-orang luar pada masuk, buat jaringan disini terus kok kontra. Caranya pinter-pinter mereka. Ada yang diputar film-film itu mereka anu tentang limbah-limbah oli, kekeringan, orang-orang sakit kulit. Terus orang-orang masyarakat itu nantinya kalau ada pabrik bakal seperti ini.\nA: Itu orang mana pak yang muterin videonya?\nM: Pati, JMPPK Gunretno.\nPD: Nah itu masuk ke sini. Setelah itu masyarakat kita 60% - 70% itu jadi kontra waktu itu. Tapi sekarang sudah habis lagi.\nA: Pak Dadang, asmane sinten?\nPD: Kula Faruq, Faruq Ferdian. Namanya gaul saya, keren.\nA: Kalau mbah niki sinten?\nM: Achmad Akhid, anak pertama. Hehe kelahiran 71 mbak.\nBT: Pie, ada yang mau kopi? Hehe\nS: Niku nek selaine Pak Toni enten napa mboten tokohe yang kontra pak? kangge di wawancara kalih Ayu niki.\nR: Ya iku, Pak dhe Bongo iku. Ini kan masih lama eh?\nS: Nggeh pak.\nPD: Yo iso ngko tak golek-goleke cara pet (upets a.k.a Supriyanto)\nM: Pokoke njenengan ndang takok sak nduwene pertanyaan jenengan.\nA: Mangke saya sering-sering kesini nggak apa-apa pak?\nM: Nggeh mboten napa-napa mbak, malah sae. Ben eroh ngono.\nPD: Nanti kalau mau nginap disini juga nggak apa-apa.\nM: Nggeh, maksude ben ora kok ‘jarene’.\nPD: Ben paham, fakta sebenarnya. Ben ora jare uwong. Nanti kan bisa keliling-keliling. Dulu ya, sejak mahasiswa lintas BEM Semarang itu anu, tiba-tiba datang kesini kontra. Kesini, ngobrol-ngobrol. Saya nggak mengarahkan macem-macem. Wong dia wes kadung fanatik ya, tapi setelah dia tahu sebenarnya keliling-keliling nanya ke tiap-tiap rumah faktanya beda dengan dia dapat doktrin dari mana itu dia nggak tahu. Lha yang dia dapat itu beda, masyarakat kita itu begini. Terus kita ngobrol-ngobrol. Wong saya nek soal tambang itu, masyarakat kita nggak awam. Tambang dari tahun 1996 ada tambang kok. Sebelum semen masuk itu tambang sini udah gedhe-gedhe. Orang sini tiap hari ada blasting, ada alat-alat berat. Masyarakat kita tahu semua. Nggak ada problem, begitu semen masuk baru ada masalah. Pertanyaannya kan, ada apa dengan semen? Kok jadi untrang-untrang kayak begini. Wong kalau orang-orang LSM itu, kalau mau demo dari dulu lah. Kenapa baru semen? Wong kebutuhan semen itu nggak ada apa-apanya dengan mereka. Mereka itu buat blasting diledakkan 25 langsung kirim bahan baku kok tiap hari. Kebutuhan semen itu bukan apa-apanya. Ada OMIA, CCI, Wahyu Manunggal, perusahaan raksasa-raksasa. Kapan-kapan jalan ke sana, diatas sini. Ngeri itu mbak, ngeri! Gunung ini lho, nanti tak ajak kesana.\nS: Lha niki nek sing ngomong aku kan rodok pie ngono lho. Nek niki kan yang ngomong dari warganya hehe. Itu dari Kajar masih ke timur. Kalau semen itu blastingnya nggak ada suaranya, cuma bep langsung mbalik.\nPD: Dari pengalaman pabrik semen pasca tambang, contoh nyatanya di Gresik sendiri, di Tuban. Dia pakai aturan kalau nambang itu. Misal 100 hektar dia pakainya cuma 10 hektar awal. Terus kalau sudah habis di reklamasi di reboisasi. Mungkin apa yang terjadi 40-50 tahun yang akan datang saya yakin keadaannya lebih bagus besok daripada sekarang. Soalnya top soilnya kan bakal digunakan untuk reklamasi, reboisasi. Kalau tambang lain kan ngawur, habis batunya ditinggal. Kenapa? Dia punya syarat ijin tambang kan ada jaminan surat ijin reklamasi. Kalau semen kan bener-bener semen sendiri yang melaksanakan reboisasi.\nS: Kamu tadi sudah jelasin belum, kayak tujuannya ini apa? Soalnya Pak Dadang, Bu Tri, Mbah Akhid itu sudah kayak keluarganya kita. Sama temen CSR itu sudah kayak keluarga gitu. Jadi nanti enak kalau kamu jelasin butuhnya apa saja gitu.\n(Menjelaskan kebutuhan wawancara ini dan ngobrol-ngobrol di luar keperluan wawancara)\nS: Selama ini itu kan mahasiswa Rembang yang kuliah di mana-mana itu kan jarang yang mau diskusi, ","cbCaihXk5UPtcXOz","https://ap.wps.com/l/cbCaihXk5UPtcXOz","docx",98676,83,"Indonesian","# TRANSKRIP WAWANCARA - 29 AGUSTUS 2019\n## Wawancara dengan Supriyanto (Bagian Perencanaan Program CSR)\n## Lokasi dan Para Narasumber\n## Polemik Masyarakat dan Respons Program","[{\"question\":\"Apa yang menjadi pemicu masyarakat awalnya kontra terhadap pabrik semen?\",\"answer\":\"Warga sempat kontra karena masuknya pihak luar yang membangun jaringan serta memutar informasi/video tentang dampak limbah dan masalah kesehatan. Perdebatan muncul saat masyarakat membandingkan doktrin yang diterima dengan fakta di lapangan.\"},{\"question\":\"Bagaimana pandangan narasumber tentang perbedaan tambang sebelum dan setelah semen masuk?\",\"answer\":\"Narasi menjelaskan bahwa kegiatan tambang sudah berlangsung jauh sebelumnya, dengan aktivitas seperti blasting dan alat berat, sehingga masyarakat telah memahami dampaknya. Setelah semen masuk, barulah masalah dinilai muncul lebih menonjol.\"},{\"question\":\"Apa filosofi Laskar Brotoseno menurut Supriyanto?\",\"answer\":\"Brotoseno dipahami sebagai gerakan yang mengajak bekerja bersama membangun “istana”/masa depan, bukan memusuhi. Filosofinya menekankan kesepakatan untuk tujuan kebaikan, manfaat ketenagakerjaan, dan dampak CSR bagi masyarakat sekitar.\"}]","TRANSKRIP WAWANCARA - 29 AGUSTUS 2019 - Wawancara dengan Supriyanto (Bagian Perencanaan Program CSR) | DOCX",29]