[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-236528-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":72,"doc-detail-236528-id":106},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":65,"head_meta":67,"extra_data":69,"updated_unix":71},113,"id","tiered-dowry-requirements-in-marriage-in-tumbuh-mulya-village-east-lombok-regency-maqashid-sharia-perspective-thesis","PERSYARATAN MAHAR BERTINGKAT DALAM PERKAWINAN DI DESA TUMBUH MULYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR - Perspektif Maqashid Syariah - Skripsi","","Penelitian skripsi ini membahas persyaratan mahar bertingkat dalam perkawinan di Desa Tumbuh Mulya, Kabupaten Lombok Timur, serta menilai kesesuaiannya dengan maqāṣid syarī‘ah. Tradisi ini dipandang membebani calon mempelai pria karena pihak keluarga mempelai wanita cenderung meminta mahar tinggi berdasarkan pendidikan atau status sosial. Penelitian bertujuan mengkaji pandangan masyarakat serta dampak sosial, psikologis, dan ekonomi, termasuk potensi pelanggaran nilai syariat. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara dan dokumentasi.",{"@graph":14,"@context":64},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/tiered-dowry-requirements-in-marriage-in-tumbuh-mulya-village-east-lombok-regency-maqashid-sharia-perspective-thesis/236528/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/tiered-dowry-requirements-in-marriage-in-tumbuh-mulya-village-east-lombok-regency-maqashid-sharia-perspective-thesis/236528.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Stanley","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Bagaimana perspektif maqāṣid syarī‘ah memandang kemungkinan pelanggaran akibat mahar bertingkat?","Question",{"text":62,"@type":63},"Jika tuntutan berlebihan menyulitkan kelangsungan pernikahan, pasangan dapat mengambil jalan tindakan yang bertentangan dengan maqāṣid syarī‘ah, misalnya hubungan sebelum nikah, yang tidak sejalan dengan perlindungan agama, akal, jiwa, dan keturunan.","Answer","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":66,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":68,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":70,"site_id":7},236528,1789983471,{"code":4,"msg":73,"data":74},"success",[75,79,83,87,91,95,99,103],{"id":76,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":77,"show_sort_weight":4,"slug":78},178,"Faktur","faktur",{"id":80,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":81,"show_sort_weight":4,"slug":82},192,"Formulir","formulir-192",{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},179,"Poster","poster",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},176,"Presentasi","presentasi",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},177,"Resume","resume",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":105},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":73,"data":107},{"doc_id":70,"user_id":108,"nickname":42,"user_avatar":109,"doc_module":22,"category_id":104,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":110,"file_id":111,"file_url":112,"file_type":113,"file_size":114,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":115,"language":116,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":117,"faqs":118,"seo_title":119,"seo_description":12,"update_tm":120,"read_time":121},2336477405376,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","PENSYARATAN MAHAR BERTINGKAT DALAM PERKAWINAN DI DESA TUMBUH MULYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR PERSPEKTIFMAQASHID SYARIAH  \nSKRIPSI  \nDiajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum (SH)  \npada Jurusan Hukum Keluarga (HK)  \nFakultas Syariah (FS)  \nOleh:  \nRAKA PRAMUDYA FUADIANTONIM: 2108201035  \nKEMENTERIANAGAMA REPUBLIK INDONESIA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SIBER SYEKH NURJATI CIREBON  \n1446 H/ 2024 M  \nABSTRAK  \nRAKA PRAMUDYA FUADIANTO. NIM: 2108201035.“PENSYARATAN MAHAR BERTINGKAT DALAM PERKAWINAN DI DESA TUMBUH MULYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR PERSPEKTIF MAQASHIDSYARIAH”, 2024.  \nPernikahan yang terjadi di Desa Tumbuh Mulya Kabupaten Lombok Timur memiliki sebuah budaya yang di mana budaya tersebut dinamakan mahar bertingkat. Mahar bertingkat ini terkesan memberatkan bagi calon mempelai priakarena adanya syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh calon mempelai pria dalam hal mahar yang di mana pihak dari calon mempelai wanita relatif meminta maharyang tinggi karena sebuah keadaan di mana calon mempelai wanita ini memiliki pendidikan yang tinggi ataupun memiliki status sosial yang terpandang di kampung halamannya. Dengan demikian mahar bertingkat ini dominan tidak sejalan dengansyariat yang di mana dalam Islam pemberian mahar sebaiknya tidak menimbulkankeberatan bagi salah satu pihak dan sangat dianjurkan untuk memberikan maharyang mudah bagi calon mempelai pria dalam melaksanakan pernikahan.  \nPenelitian ini bertujuan untuk meneliti lebih dalam mengenai pandangan masyarakat di Desa Tumbuh Mulya mengenai adanya pensyaratan mahar bertingkat, bagaimana dampak yang terjadi dari penetapan mahar bertingkat terhadap masyarakat di Desa Tumbuh Mulya Kabupaten Lombok Timur dari aspek sosial, psikologis dan ekonomi dan bagaimana pandangan maqāṣid syarī‘ahmengenai pensyaratan mahar bertingkat di Desa Tumbuh Mulya Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkanadalah dengan cara wawancara dan dokumentasi.  \nAdapun hasil dari penelitian ini yaitu pertama, pandangan masyarakat di Desa Tumbuh Mulya Kabupaten Lombok Timur mengenai adanya pensyaratan mahar bertingkat ini terdapat beberapat pendapat yang di mana mahar bertingkat ini dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Kedua, dampak yang dihasilkan dari adanya mahar bertingkat ini lebih cenderung menyebabkan dampak yang buruk dibandingkan dengan dampak baiknya yang di mana dengan adanya mahar bertingkat ini dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti stress, depresi, turunnya mental, dan bahkan dapat menyebabkan hal yang melanggar aturan syariat karena hasil yang disebabkan oleh depresi. Ketiga, dalam hal pensyaratan mahar bertingkat, dampak buruk yang dihasilkan dapat menyebabkan pelanggaran-pelanggaran terhadap aturan syariat yang di mana jika sampai kedua calon mempelai sampai melakukan perbuatan tersebut, maka terdapat kemungkinan bahwasannya kedua calon mempelai berfikir untuk melakukan hubungan badan diluarnikah yang di mana hal tersebut tidak sejalan dengan konsep maqāṣidsyarī‘ah dalam menjaga agama, akal, jiwa, dan juga dalam hal memelihara keturunan.  \nKata Kunci: Mahar, Perkawinan, dan maqāṣidsyarī‘ah.  \nABSTRACT  \nRAKA PRAMUDYA FUADIANTO. STUDENT ID: 2108201035. \"THE TIERED DOWRY REQUIREMENTS IN MARRIAGE IN TUMBUH MULYA VILLAGE, EAST LOMBOK REGENCY: A MAQASHID SHARIA PERSPECTIVE,\" 2024.  \nThe marriage practices in Tumbuh Mulya Village, East Lombok Regency, are influenced by a cultural tradition known as the \"tiered dowry. \" This tradition is perceived as burdensome for the prospective groom due to specific conditions that must be fulfilled, particularly concerning the dowry. Families of prospective brides tend to demand high dowries, often influenced by the bride’s high educational background or esteemed social status in her hometown. Consequently, the tiered dowry tradition is generally inconsistent with Islamic teachings, wh","cbCaifE4ntpp6Ue2","https://ap.wps.com/l/cbCaifE4ntpp6Ue2","pdf",2579363,16,"Indonesian","# Abstrak\n## Latar Belakang dan Tujuan Penelitian\n## Metode Penelitian\n## Hasil Penelitian\n## Kata Kunci","[{\"question\":\"Bagaimana perspektif maqāṣid syarī‘ah memandang kemungkinan pelanggaran akibat mahar bertingkat?\",\"answer\":\"Jika tuntutan berlebihan menyulitkan kelangsungan pernikahan, pasangan dapat mengambil jalan tindakan yang bertentangan dengan maqāṣid syarī‘ah, misalnya hubungan sebelum nikah, yang tidak sejalan dengan perlindungan agama, akal, jiwa, dan keturunan.\"}]","PERSYARATAN MAHAR BERTINGKAT DALAM PERKAWINAN DI DESA TUMBUH MULYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR - Perspektif Maqashid Syariah - Skripsi | PDF",1789106048,6]