[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-232920-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":74,"doc-detail-232920-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":67,"head_meta":69,"extra_data":71,"updated_unix":73},113,"id","theoretical-basis-assessment-for-new-student-admissions-for-students-with-physical-disabilities","LANDASAN TEORI - Asesmen Penerimaan Siswa Baru Anak Tunadaksa","","Landasan teori menguraikan pelaksanaan asesmen penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027 bagi anak berkebutuhan khusus tunadaksa di SLB. Bahasan mencakup identifikasi, asesmen, pemberian intervensi, dan evaluasi secara sistematis sesuai kebutuhan peserta didik. Dokumen juga menjelaskan konsep asesmen dan identifikasi, tujuan masing-masing tahapan, serta teknik pelaksanaan melalui observasi dan berbagai metode tes untuk memperoleh informasi yang valid dan relevan. Hasilnya diarahkan pada penempatan layanan pendidikan, perencanaan pembelajaran, pemantauan kemajuan, serta dukungan bagi asesor, peserta didik, orangtua, dan sekolah.",{"@graph":14,"@context":66},[15,34,49],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/theoretical-basis-assessment-for-new-student-admissions-for-students-with-physical-disabilities/232920/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"author":36,"headline":10,"publisher":39,"fileFormat":42,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":43,"datePublished":43,"encodingFormat":42,"isAccessibleForFree":44,"interactionStatistic":45},"DigitalDocument",{"name":37,"@type":38},"Oliver","Person",{"url":19,"name":40,"@type":41},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-10",true,{"@type":46,"interactionType":47,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":48},"ViewAction",{"@type":50,"mainEntity":51},"FAQPage",[52,58,62],{"name":53,"@type":54,"acceptedAnswer":55},"Apa saja tahapan pelaksanaan asesmen penerimaan siswa baru yang dijelaskan dalam landasan teori?","Question",{"text":56,"@type":57},"Tahapannya meliputi identifikasi, asesmen, pemberian intervensi, dan evaluasi yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan.","Answer",{"name":59,"@type":54,"acceptedAnswer":60},"Apa tujuan penulisan asesmen untuk tahun ajaran 2026/2027?",{"text":61,"@type":57},"Tujuannya memenuhi kebutuhan penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 dan mengklasifikasikan jenis hambatan peserta didik.",{"name":63,"@type":54,"acceptedAnswer":64},"Mengapa teknik observasi penting dalam identifikasi dan asesmen anak tunadaksa?",{"text":65,"@type":57},"Observasi memungkinkan pengumpulan data secara cermat melalui perhatian penuh, prosedur yang berencana, serta pencatatan agar informasi yang diperoleh menjadi dasar perencanaan layanan dan pembelajaran.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":68,"og:title":10,"og:site_name":40,"og:description":12},"article",{"robots":70,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":72,"site_id":7},232920,1789074410,{"code":4,"msg":75,"data":76},"success",[77,81,85,89,93,97,101,105],{"id":78,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":79,"show_sort_weight":4,"slug":80},178,"Faktur","faktur",{"id":82,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":83,"show_sort_weight":4,"slug":84},192,"Formulir","formulir-192",{"id":86,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":87,"show_sort_weight":4,"slug":88},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":90,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":4,"slug":92},179,"Poster","poster",{"id":94,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":4,"slug":96},176,"Presentasi","presentasi",{"id":98,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":4,"slug":100},177,"Resume","resume",{"id":102,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":4,"slug":104},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":106,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":107},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":75,"data":109},{"doc_id":72,"user_id":110,"nickname":37,"user_avatar":111,"doc_module":22,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":117,"language":118,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":12,"update_tm":73,"read_time":122},8796095461610,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","LANDASAN TEORI  \nA. Latar Belakang  \nPelaksanaan Asesmen penerimaan siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027 merupakan salah satu syarat mutlak untuk mengasesmen anak berkebutuhan khusustunadaksa di SLB negeri Kebayakan Takengon. Yang dimana Asesor dituntut mengasesmen peserta didik baru yang mengalami hambatan tunadaksa, yang pelaksanaannya harus secara sistematis dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.  \nDalam pelaksanaan Asesmen dilakukan berbagai upaya yang teratur dankontinuitas, dimana dalam pelaksanaan Asesmen mencakup:  \n- Identifikasi  \n- Asesmen  \n- Pemberian Intervensi  \n- Evaluasi  \nB. Tujuan  \nAdapun tujuan penulisan (Asesmen) ini adalah:  \n1. Untuk memenuhi kebutuhan penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027  \n2. Untuk mengklasifikasikanjenis hambatan peserta didik  \nC. Manfaat  \nManfaat dari Asesmen ini adalah:  \n1. Bagi Asesor  \n- Agar Asesor lebih paham dengan kemampuan anak dalam mengklasifikasikanjenis hambatan peserta didik.  \n- Melatih Asesor untuk memberikan layanan untuk anak yang mengalamihambatan dan kesulitan permasalahan dalam belajar.  \n- Melatih asesor secara sistematis dan professional melakukan langkah-langkah kerja dalam memberikan layanan sehingga sesuai dengan kebutuhan psesrtadidik dan menarik kesimpulan yang tepat.  \n2. Bagi peserta didik  \n- Agar peserta didik mendapat layanan khusus dalam belajar.  \n- Melatih serta meningkatkan kemampuan peserta didik.  \n- Melatih serta meingkatkan kemandirian khususnya di Bina Gerak peserta didik  \n3. Bagi orangtua  \n- Agar orangtua terbantu dalam memahami sejauhmana hambatan yang dialamianaknya.  \n- Agar orangtua mengetahui apa yang akan dilakukan dalam mengatasi hambatanyang dialami anak sehingga orangtua bisa memberikan layanan yang sesuaidenganjenis hambatan yang dialami anak.  \n4. Bagi sekolah  \n- Agar pihak sekolah dapat mengidentifikasi sesuai dengan hambatan yang dialami peserta didik peserta didik.  \n- Agar kedepannya guru dapat memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan peserta didik  \nKAJIAN TEORI  \nAsesmen Anak Tunadaksa  \n1. Konsep identifikasi dan asesmen anak tunadaksa  \nLerner (Mulyono dalam Riana Bagaskorowati, 2022:77) menjelaskan bahwa, asesmen adalah suatu proses pengumpulan informasi selengkap-lengkapnya mengenai individu yang akan digunakan untuk membuat pertimbangan dan keputusan yang berhubungan dengan individu tersebut.  \nAsesmen anak berkebutuhan khusus adalah proses tau kegiatan penting yang dilakukan secara sistematis untuk mengumpulkan informasi yang digunakan untukmenentukan layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan siswa sebagai upayameningkatkan kompetensinya (termasuk anak tunadaksa) . (istilah Nurhidayati, 2016)  \nMarlina (2015: 33) identifikasi merupakan proses menemukenali anak berkebutuhan khusus yang mengalami kelainan, gangguan, penyimpangan (fisik, mental, sosial, emosional/perilaku) dalam rangka pemberian layanan pendidikan yang sesuai. Sedangkan asesmen merupakan proses pengumpulan informasi meneyeluruh, valid, dan relevan tentang kekuatan dan kebutuhan anak yang berguna untuk membantu perencanaan pendidikan dan penyelenggaraan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi anak yang meliputi penempatan, intervensi, dan akomodasi.  \nJadi dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa identifikasi merupakanproses penjaringan, pengklasifikasian sehingga dapat dilakukan tindakan asesmenselanjutnya yang mana asesmen merupakan suatu aktivitas untuk memperoleh suatu informasi dengan cara melakukan informasi yang diperoleh mengenai kelemahan anak yang di asesemen sehingga dapat memudahkan memberikan layanan bagi anak anak yang memilki hambatan tersebut.  \n2. Tujuan identifikasi dan asesmen  \nMenurut Mohamad Sugiarmin asesmen secara umum untuk:  \na. Memperoleh informasi tentang kondisi objektif anak dan lingkungannya secara akurat dan komprehensif  \nb. Mengetahui hambatan dan kemampuan yang dialami anak, kebutuhankebutuhan khususnya, dan daya dukung lingkungan yang dibutuhkan anak  \nc. Menentukan layanan dalam rangk","cbCaipHr4rh4plZo","https://ap.wps.com/l/cbCaipHr4rh4plZo","pdf",939477,38,"Indonesian","# LANDASAN TEORI\n## Latar Belakang\n## Tujuan\n## Manfaat\n# KAJIAN TEORI\n## Asesmen Anak Tunadaksa\n### Konsep identifikasi dan asesmen anak tunadaksa\n### Tujuan identifikasi dan asesmen\n### Teknik pelaksanaan identifikasi dan asesmen anak tunadaksa\n## Metode observasi","[{\"question\":\"Apa saja tahapan pelaksanaan asesmen penerimaan siswa baru yang dijelaskan dalam landasan teori?\",\"answer\":\"Tahapannya meliputi identifikasi, asesmen, pemberian intervensi, dan evaluasi yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan.\"},{\"question\":\"Apa tujuan penulisan asesmen untuk tahun ajaran 2026/2027?\",\"answer\":\"Tujuannya memenuhi kebutuhan penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 dan mengklasifikasikan jenis hambatan peserta didik.\"},{\"question\":\"Mengapa teknik observasi penting dalam identifikasi dan asesmen anak tunadaksa?\",\"answer\":\"Observasi memungkinkan pengumpulan data secara cermat melalui perhatian penuh, prosedur yang berencana, serta pencatatan agar informasi yang diperoleh menjadi dasar perencanaan layanan dan pembelajaran.\"}]","LANDASAN TEORI - Asesmen Penerimaan Siswa Baru Anak Tunadaksa | PDF",13]