[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-233822-113":41,"doc-detail-233822-id":100},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":93,"head_meta":95,"extra_data":97,"updated_unix":99},113,"id","the-importance-of-openness-and-honesty-in-self-presentation-an-exploratory-study-of-tinder-app-users","Pentingnya keterbukaan dan kejujuran dalam presentasi diri - studi eksplorasi pengguna aplikasi Tinder","","Penelitian ini membahas pentingnya keterbukaan dan kejujuran dalam presentasi diri pada profil aplikasi Tinder, berangkat dari tantangan mencari pasangan melalui online dating. Proses perkenalan dimulai ketika pengguna saling menyukai profil yang ditampilkan melalui sistem algoritmik, sehingga strategi presentasi diri menjadi krusial. Analisis tematik kuesioner pada 383 pengguna menunjukkan bahwa self-presentation yang sejati menonjolkan aspek kejujuran dan keterbukaan. Motivasi yang berbeda tidak mengubah pandangan presentasi diri antar pengguna.",{"@graph":51,"@context":92},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":27,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/presentasi/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/the-importance-of-openness-and-honesty-in-self-presentation-an-exploratory-study-of-tinder-app-users/233822/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Olivia Brown","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-10",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Bagaimana “diri yang sebenarnya” ditampilkan dalam profil online dating?","Question",{"text":90,"@type":91},"Diri yang sebenarnya ditampilkan secara selektif dengan mempertimbangkan iklim interaksi informal di Tinder.","Answer","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":94,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":96,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":98,"site_id":44},233822,1789081227,{"code":4,"msg":5,"data":101},{"doc_id":98,"user_id":102,"nickname":71,"user_avatar":103,"doc_module":9,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":104,"file_id":105,"file_url":106,"file_type":107,"file_size":108,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":109,"language":110,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":111,"faqs":112,"seo_title":113,"seo_description":49,"update_tm":99,"read_time":114},16904993612988,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","Pentingnya keterbukaan dan kejujuran dalam presentasi diri: studi eksplorasi pengguna aplikasi Tinder  \nMaria Bramanwidyantari1* & Avin Fadilla Helmi2  \n1Fakultas Psikologi, Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah  \n2Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta  \nAbstrak  \nManusia menyadari pentingnya memiliki pasangan. Namun, proses yang dilalui dalam mencapainya merupakan hal yang menantang. Online dating merupakan media untuk membangun hubungan romantis yang dapat dilakukan dengan mudah melalui sebuahaplikasi. Proses perkenalan antar pengguna dimulai dengan saling menyukai profil masingmasing yang dibantu oleh sistem algoritmik. Jadi, penting bagi pengguna Tinder untuk menampilkan diri secara strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi prosespembentukan presentasi diri pada profil Tinder. Melalui analisis tematik terhadap hasilkuesioner yang melibatkan 383 pengguna platform online dating Tinder yang terpilih melalui convenience dan snowball sampling, ditemukan bahwa presentasi diri yang sebenarnya merupakan poin penting bagi pengguna online dating yang menekankan aspek kejujuran dan keterbukaan. Perbedaan motivasi pengguna online dating tidak menyebabkan perbedaan pandangan presentasi diri di antara pengguna Tinder. Diri pengguna yang sebenarnya dalam profil online dating ditampilkan secara selektif dengan mempertimbangkan iklim interaksi informal di Tinder.  \nKata kunci: Presentasi diri, online dating, Tinder  \nAbstract  \nHumans realize the importance of having a partner. However, the process involved in achieving this is challenging. Online dating has become a medium to build romantic relationships that can be done easily through an application. The process of getting to know each other between Tinder users begins with liking each other's profiles which is assisted by an algorithmic system. So, Tinder users need to present themselves strategically. This study elaborates on the process of forming a self-presentation on a Tinder profile. Through a thematic analysis of the results of a questionnaire involving 383 Tinder online dating users, who were selected through convenience and snowball sampling, it was found that true selfpresentation is an important point for online dating users who emphasize honesty and openness. Differences in the motivation of online dating users do not cause differences in views of self-presentation among Tinder users. Users' true selves in online dating profiles are displayed selectively taking into account the informal interaction climate on Tinder.  \nKeywords: Self-presentation, online dating, Tinder  \nPendahuluan  \nManusia menyadari pentingnya untuk memilikipasangan dan mengakui bahwa menemukan pasangan yang tepat merupakan hal yang menantang (Attrill, 2015a) sehingga merekamencari bantuan tertentu untuk menolong mereka dalam menemukan pasangan yang diinginkan (Finkel dkk., 2012; Gatter & Hodkinson, 2016). Jika pada dekade sebelumnya bantuan ini bisa diperoleh dalam bentuk birojodoh, baik secara langsung maupun melalui surat kabar, maka di masa kini salah satu cara  \nuntuk mendapatkan kesempatan membangunrelasi romantis tersebut adalah dengan menggunakan situs web atau aplikasi kencan.  \nProses komunikasi antara dua orang ataulebih di era modern banyak menggunakan media digital. Hal ini dikenal dengan istilah computermediated communication atau CMC (Attrill, 2015a) yang dapat mengubah interaksi manusia ke arah hal-hal yang bersifat daring. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan internet dalam beberapa dekade, proses perkenalan untuk tujuan hubungan romantisakhirnya dapat dilakukan secara daring atau  \nlebih dikenal dengan istilah online dating (Attrill, 2015a; Toma, 2015) .  \nSejak kemunculannya di tahun 1997, Myddleton & Attrill (2015) mengemukakanbahwa online dating berkembang di berbagai wilayah dan kemungkinan untuk bertemu dengan pasangan secara daring meningkat seiring dengan pertumbuhan teknologi Web 2.0, yang m","cbCaimo480aBfM9f","https://ap.wps.com/l/cbCaimo480aBfM9f","pdf",387121,14,"Indonesian","# Abstrak\n## Kata Kunci\n# Pendahuluan","[{\"question\":\"Bagaimana “diri yang sebenarnya” ditampilkan dalam profil online dating?\",\"answer\":\"Diri yang sebenarnya ditampilkan secara selektif dengan mempertimbangkan iklim interaksi informal di Tinder.\"}]","Pentingnya keterbukaan dan kejujuran dalam presentasi diri - studi eksplorasi pengguna aplikasi Tinder | PDF",5]