[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-164614-113":41,"doc-detail-164614-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","template-otomasi-penulisan-karya-tulis-ilmiah-uinam-version-10-writing-style-guide-for-chapters-and-citations","TEMPLATE OTOMASI PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH UINAM - Versi 1.0 - Pedoman Gaya Selingkung Bab dan Sitasi","","Template otomatis penulisan karya tulis ilmiah UINAM versi 1.0 berisi pedoman penerapan gaya selingkung pada aplikasi Microsoft Word. Dokumen menjelaskan pemfokusan pada struktur BAB I Pendahuluan serta aturan pemakaian style untuk elemen seperti Subbab, Anak Subbab, Cucu Subbab, Cicit Subbab, Piut Subbab, dan Anggas Subbab secara otomatis. Selain itu, template memuat gaya selingkung untuk kutipan langsung lebih dari tiga baris, footnote, dan pengelolaan Daftar Pustaka, termasuk format kutipan ayat al-Qur’an beserta terjemahnya.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/template-otomasi-penulisan-karya-tulis-ilmiah-uinam-version-10-writing-style-guide-for-chapters-and-citations/164614/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/template-otomasi-penulisan-karya-tulis-ilmiah-uinam-version-10-writing-style-guide-for-chapters-and-citations/164614.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Dozel","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document","2026-09-19","2026-08-31",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":61},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Bagaimana cara menerapkan gaya selingkung untuk BAB I pada naskah di Microsoft Word?","Question",{"text":96,"@type":97},"Letakkan kursor pada kata “BAB” lalu klik style “BAB” yang tersedia di fitur Styles berbasis Home pada Microsoft Word.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Apa aturan logika penulisan Subbab dan turunannya dalam template ini?",{"text":101,"@type":97},"Jika ada “Subbab A.” maka harus ada pasangan dan seterusnya, seperti “Subbab B.” (dan selanjutnya). Aturan ini berlaku pula untuk tingkatan turunan, misalnya “Anak Subbab 1” harus ada “Anak Subbab 2”, dan seterusnya.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Style apa yang digunakan untuk kutipan langsung lebih dari tiga baris, dan apa ketentuannya?",{"text":105,"@type":97},"Kutipan langsung lebih dari tiga baris dibuat menggunakan style “KutLang”. Teks kutipan harus salinan persis dengan sumbernya tanpa perubahan terhadap teks asli.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},164614,1788157154,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":113,"read_time":61},962085662650,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","TEMPLATE OTOMASI PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH UINAM\n(Versi 1.0)\nI. PEMERIAN BAB\nBAB I \u000bPENDAHULUAN\nGaya selingkung BAB dibuat dengan menggunakan pintasan 1BAB yang sudah disediakan dalam fitur Styles berbasis Home pada Toolbar di aplikasi word processor Microsoft Word. Letakan kursor di kata BAB pada naskah lalu klik style 1BAB.\nSubbab (Subbab A. dibuat pemeriannya dengan pintasan 2Subbab)\nParagraf (dibuat narasinya dengan menggunakan pintasan 3Paragraf). Paragraf adalah bagian dari suatu karangan yang mengandung satu ide pokok dan beberapa gagasan pendukung. Paragraf tersusun dari rangkaian kalimat yang saling berkaitan dan menyatakan suatu kesatuan pikiran. Paragraf biasanya ditulis menjorok saat memulai baris baru. Paragraf berfungsi untuk memisahkan topik-topik yang berbeda dan memudahkan pembaca untuk memahami bacaan.\nSubbab (Subbab B. dibuat pemeriannya dengan pintasan 2Subbab)\nContoh Subbab A. dan Subbab B. di atas sifatnya WYSWYG (What You See is What You Get) atau contoh nyata. Jadi, logikanya kalau ada “Subbab A.” maka harus ada “Subbab B.” bahkan “Subbab C.” dan seterusnya. Dengan begitu, logika ini berlaku juga pada seluruh pemerian turunannya. Misalnya, kalau ada “Anak Subbab 1.” maka harus ada “Anak Subbab 2.” Contoh lainnya, kalau ada “Cucu Subbab a.” maka harus ada “Cucu Subbab b.” dan seterusnya.\nAnak Subbab\nSecara teknis Anak Subbab 1., 2., dan seterusnya dibuat pemeriannya dengan pintasan 4Anak Subbab 1 secara otomatis.\nCucu Subbab\nAdapun Cucu Subbab a., b., dan seterusnya dibuat pemeriannya dengan pintasan 5Cucu Subbab a secara otomatis.\nCicit Subbab\nBegitu juga halnya dengan Cicit Subbab 1), 2), dan seterusnya dibuat pemeriannya dengan pintasan 6Cicit Subbab 1) secara otomatis.\nPiut Subbab\nSelanjutnya Piut Subbab a), b), dan seterusnya dibuat pemeriannya dengan pintasan 7Piut Subbab a) secara otomatis.\nAnggas Subbab\nSelanjutnya Anggas Subbab (1), (2), dan seterusnya dibuat pemerian\u001fnya dengan pintasan 8Anggas Subbab (1) secara otomatis.\nII. STYLE KHUSUS SELAIN PEMBABAN\nSelain ragam turunan pemerian sebagaimana tersebut di atas, perlu pula ditampilkan sejumlah gaya selingkung yang sering kali digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah: risalah, makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi, yaitu:\nKutipan Langsung lebih dari Tiga Baris\nKutipan langsung lebih dari tiga baris dibuat gaya selingkungnya dengan menggunakan style 9KutLang. Contoh kutipan langsung ini sebagai berikut:\nKutipan langsung adalah salinan yang sama persis dengan sumbernya, atau kutipan yang dipindahkan langsung dari sumbernya. Kutipan langsung merupakan pinjaman kalimat atau pendapat seseorang dari penulis atau seseorang yang sangat terkenal (populer). Hal yang perlu diperhatikan ketika mengutip langsung adalah tidak boleh mengadakan perubahan terhadap teks asli yang dikutip.\nFootnote\nFootnote atau catatan kaki dibuat gaya selingkungnya dengan cara klik style 9Footnote. Secara metodologis, footnote dipahami sebagai keterangan yang ditambahkan di bagian bawah halaman. Catatan kaki biasanya dicetak dengan huruf yang lebih kecil daripada huruf di teks guna menambahkan rujukan uraian di dalam naskah pokok. Catatan kaki ini menjelaskan sumber asalnya sebuah kutipan, baik kutipan langsung atau tidak langsung. Selain menjelaskan asal kutipan, catatan kaki juga sering digunakan untuk menjelaskan teks atau istilah khusus yang perlu penjelasan lebih panjang. Contoh footnote1 sebagai berikut:\n1Azyumardi Azra, Moderasi Islam di Indonesia dari Ajaran, Ibadah, hingga Perilaku, ed. oleh Idris Thaha, I (Jakarta: Kencana, 2020), h. 10.\nDaftar Pustaka\nDaftar Pustaka dikelola dengan menggunakan style 9DaPus. Daftar pustaka adalah unsur karya ilmiah yang ditulis pada bagian akhir. Daftar pustaka memuat berbagai sumber informasi yang dijadikan acuan atau referensi dalam pembuatan karya ilmiah. Referensi tersebut bisa berupa buku, koran, jurnal, skripsi, laman internet, dan sebagainya. Daftar pustaka berfungsi untuk memenuhi etika penulisan, s","cbCaivwR3GQkNcWw","https://ap.wps.com/l/cbCaivwR3GQkNcWw","docx",34000,5,"Indonesian","# BAB I PENDAHULUAN\n## Penerapan Gaya Selingkung BAB dan Subbab\n## Aturan Struktur Turunan Subbab\n# STYLE KHUSUS SELAIN PEMBABAN\n## Kutipan Langsung Lebih dari Tiga Baris\n## Footnote\n## Daftar Pustaka\n## Kutipan Ayat al-Qur’an","[{\"question\":\"Bagaimana cara menerapkan gaya selingkung untuk BAB I pada naskah di Microsoft Word?\",\"answer\":\"Letakkan kursor pada kata “BAB” lalu klik style “BAB” yang tersedia di fitur Styles berbasis Home pada Microsoft Word.\"},{\"question\":\"Apa aturan logika penulisan Subbab dan turunannya dalam template ini?\",\"answer\":\"Jika ada “Subbab A.” maka harus ada pasangan dan seterusnya, seperti “Subbab B.” (dan selanjutnya). Aturan ini berlaku pula untuk tingkatan turunan, misalnya “Anak Subbab 1” harus ada “Anak Subbab 2”, dan seterusnya.\"},{\"question\":\"Style apa yang digunakan untuk kutipan langsung lebih dari tiga baris, dan apa ketentuannya?\",\"answer\":\"Kutipan langsung lebih dari tiga baris dibuat menggunakan style “KutLang”. Teks kutipan harus salinan persis dengan sumbernya tanpa perubahan terhadap teks asli.\"}]","TEMPLATE OTOMASI PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH UINAM - Versi 1.0 - Pedoman Gaya Selingkung Bab dan Sitasi | DOCX"]