[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-281783-113":41,"doc-detail-281783-id":106},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":99,"head_meta":101,"extra_data":103,"updated_unix":105},113,"id","study-on-internal-disputes-in-startups-caused-by-the-absence-of-a-written-agreement-among-founders","Studi Terhadap Sengketa Internal dalam Startup Akibat Tidakadanya Perjanjian Tertulis antara Para Pendirinya","","Startup sering dibangun melalui relasi informal dan kepercayaan antarpendiri tanpa perjanjian tertulis yang mengikat. Ketika bisnis berkembang, ketiadaan dokumen semacam ini dapat memunculkan sengketa internal yang rumit, misalnya perebutan kepemilikan saham, pengaturan hak atas kekayaan intelektual, serta pergeseran arah strategis perusahaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk sengketa yang umum terjadi, menilai dampaknya, dan menelaah mekanisme penyelesaian yang tersedia melalui metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif.",{"@graph":51,"@context":98},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/study-on-internal-disputes-in-startups-caused-by-the-absence-of-a-written-agreement-among-founders/281783/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/study-on-internal-disputes-in-startups-caused-by-the-absence-of-a-written-agreement-among-founders/281783.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Ivy","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-16",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa rekomendasi penelitian bagi para pendiri startup?","Question",{"text":96,"@type":97},"Para pendiri disarankan membuat perjanjian tertulis sejak awal pendirian perusahaan. Perjanjian pendiri (founders agreement) menjadi dasar yang jelas untuk meminimalisir konflik dan merujuk pada ketentuan yang disepakati bersama.","Answer","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":100,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":102,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":104,"site_id":44},281783,1789568079,{"code":4,"msg":5,"data":107},{"doc_id":104,"user_id":108,"nickname":76,"user_avatar":109,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":110,"file_id":111,"file_url":112,"file_type":113,"file_size":114,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":115,"language":116,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":117,"faqs":118,"seo_title":119,"seo_description":49,"update_tm":105,"read_time":67},549758252649,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/8000253669c5317157?_k=1778319167496531819","| | | Journal Juristic\u003Cbr>2809-2198 (Online-Elektronik) | JURNAL JURISTIC :\u003Cbr>Vol. 4 No. 2\u003Cbr>(2024) : OKTOBER |\n| --- | --- | --- | --- |\n\nSTUDI TERHADAP SENGKETA INTERNAL DALAM STARTUP AKIBAT TIDAKADANYA PERJANJIAN TERTULIS ANTARA PARA PENDIRI  \nYani M. Parlaungan Rajagukguk, Ira Sucaria Okinawa  \nUniversitas Audi Indonesia, Indonesia  \nA B S T R A C T  \nStartup sering kali didirikan berdasarkan hubungan informal dan kepercayaan antar pendiri, tanpa adanya perjanjian tertulis yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak. Ketika bisnis berkembang, ketiadaan perjanjian tertulis dapat memicu sengketa internal yang kompleks, seperti perebutan kepemilikan saham, hak atas kekayaan intelektual, dan arahstrategis perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk sengketa yangumum terjadi dalam startup tanpa perjanjian tertulis, mengevaluasi dampaknya, serta menelaahmekanisme penyelesaian sengketa yang tersedia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan perjanjian tertulis meningkatkan risiko sengketa internal yang sulit diselesaikan. Mekanisme penyelesaian sengketa seperti negosiasi dan mediasi dapat digunakan, namun efektivitasnyaterbatas tanpa adanya acuan hukum yang jelas. Arbitrase menawarkan penyelesaian yang final dan mengikat, namun memerlukan perjanjian tertulis sebelumnya. Oleh karena itu, disarankan bagi para pendiri startup untuk membuat perjanjian tertulis sejak awal pendirian perusahaan. Kata Kunci : Startup, Sengketa Internal, Perjanjian Tertulis, Penyelesaian Sengketa, Arbitrase  \nPENDAHULUAN  \nPerkembangan startup di Indonesia menunjukkan tren yang positif, dengan banyaknya perusahaan rintisan yang bermunculan di berbagai sektor. Namun, tidak sedikit dari startup tersebut yang menghadapi permasalahan internal, terutama terkait dengan hubungan antarpendiri. Salah satu penyebab utama dari permasalahan tersebut adalah ketiadaan perjanjian tertulis yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pendiri. Dalam praktiknya, banyak startup didirikan berdasarkan kepercayaan dan kesepakatan lisan, tanpa adanya dokumen hukum yang mengikat. Hal ini dapat menimbulkan sengketa internal yang sulit diselesaikanketika terjadi perbedaan pendapat atau konflik kepentingan di kemudian hari.  \nDalam beberapa tahun terakhir, ekosistem startup di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan. Banyak individu dengan latar belakang beragam bergabunguntuk mendirikan perusahaan rintisan dengan harapan mewujudkan ide inovatif menjadibisnis yang sukses. Namun, di balik semangat kolaboratif tersebut, sering kali aspek hukum, khususnya perjanjian tertulis antara para pendiri, diabaikan.  \nKetiadaan perjanjian tertulis antara para pendiri dapat menimbulkan berbagai permasalahan di kemudian hari. Misalnya, ketidaksepakatan mengenai pembagian saham, peran dan tanggung jawab masing-masing pendiri, serta arah strategis perusahaan. Tanpa adanya dokumen hukum yang mengatur hal-hal tersebut, penyelesaian konflik menjadi lebih kompleks dan berpotensi merugikan kelangsungan bisnis.MyRobin+1Kontrak Hukum+1  \nPerjanjian pendiri, atau yang dikenal sebagai founders agreement, merupakandokumen penting yang seharusnya disusun sejak awal pendirian startup. Dokumen ini mengatur hak dan kewajiban masing-masing pendiri, mekanisme pengambilan keputusan, serta prosedur penyelesaian sengketa. Dengan adanya perjanjian ini, potensi konflik dapat diminimalisir, dan jika terjadi perselisihan, penyelesaiannya dapat merujuk pada ketentuanyang telah disepakati bersama.MyRobin  \nSayangnya, banyak startup di Indonesia yang mengabaikan pentingnya perjanjian pendiri. Alasan yang sering dikemukakan adalah kepercayaan antar pendiri dan keinginanuntuk fokus pada pengembangan produk atau layanan. Namun, kepercayaan saja tidak cukupuntuk menghindari konflik, terutama ketika bisnis mulai berkembang dan menghadapitantangan yang lebih kompleks.  \nKasus sengketa internal dalam","cbCaivl3dnyWdDiO","https://ap.wps.com/l/cbCaivl3dnyWdDiO","pdf",435004,11,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar belakang perkembangan startup\n## Peran perjanjian tertulis antar pendiri\n# Metode\n## Metode penelitian yuridis normatif\n## Pendekatan kualitatif","[{\"question\":\"Apa rekomendasi penelitian bagi para pendiri startup?\",\"answer\":\"Para pendiri disarankan membuat perjanjian tertulis sejak awal pendirian perusahaan. Perjanjian pendiri (founders agreement) menjadi dasar yang jelas untuk meminimalisir konflik dan merujuk pada ketentuan yang disepakati bersama.\"}]","Studi Terhadap Sengketa Internal dalam Startup Akibat Tidakadanya Perjanjian Tertulis antara Para Pendirinya | PDF"]