[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-197022-113":41,"doc-detail-197022-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","post-score-statistics-control-class-vs-experimental-class","Statistik Nilai Post Kelas Kontrol vs Kelas Eksperimen","","Dokumen ini menyajikan perbandingan statistik nilai post-test antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki rata-rata (Mean) 99.00, median 100.00, dan modus 100, yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memiliki rata-rata 78.33, median 80.00, dan modus 80. Standar deviasi untuk kelas eksperimen adalah 2.754, menunjukkan variabilitas skor yang rendah dan konsistensi hasil yang tinggi, sementara kelas kontrol memiliki standar deviasi 8.235, menunjukkan penyebaran skor yang lebih luas. Varians kelas eksperimen (7.586) juga jauh lebih rendah daripada kelas kontrol (67.816). Rentang skor untuk kelas eksperimen adalah 90-100, dengan nilai minimum 90, yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dalam kelompok ini mencapai skor yang sangat baik. Sebaliknya, kelas kontrol memiliki rentang skor 60-95, dengan nilai minimum 60, mengindikasikan adanya siswa dengan kinerja yang kurang optimal. Hasil uji Levene menunjukkan statistik 0.012 dengan signifikansi 0.912, yang mengindikasikan bahwa varians kedua kelompok dapat dianggap setara (homogen). Analisis data ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa intervensi atau perlakuan yang diterapkan pada kelas eksperimen sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa jika dibandingkan dengan kelas kontrol. Perbedaan yang jelas dalam metrik statistik seperti mean, median, modus, standar deviasi, varians, minimum, dan maksimum antara kedua kelas menegaskan efektivitas dari metode atau materi yang digunakan dalam kelas eksperimen.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/post-score-statistics-control-class-vs-experimental-class/197022/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/post-score-statistics-control-class-vs-experimental-class/197022.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Miles","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-03",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":61},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Bagaimana perbandingan rata-rata nilai post-test antara kelas kontrol dan kelas eksperimen?","Question",{"text":96,"@type":97},"Kelas eksperimen memiliki rata-rata nilai post-test sebesar 99.00, sementara kelas kontrol memiliki rata-rata 78.33. Ini menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelas eksperimen.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Apa yang ditunjukkan oleh standar deviasi dari kedua kelas?",{"text":101,"@type":97},"Standar deviasi kelas eksperimen adalah 2.754, sedangkan kelas kontrol adalah 8.235. Standar deviasi yang lebih rendah pada kelas eksperimen mengindikasikan konsistensi hasil yang lebih tinggi di antara siswa dalam kelompok tersebut.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Apakah varians skor antara kedua kelas homogen?",{"text":105,"@type":97},"Ya, berdasarkan uji Levene, statistik 0.012 dengan nilai signifikansi 0.912, varians skor kedua kelas dapat dianggap homogen, yang memenuhi salah satu asumsi untuk perbandingan lebih lanjut.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},197022,1789980146,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":48,"file_id":118,"file_url":119,"file_type":120,"file_size":121,"view_count":61,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":122,"language":123,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":124,"faqs":125,"seo_title":126,"seo_description":49,"update_tm":127,"read_time":64},13056703019404,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","cbCaihiOakwAV6cM","https://ap.wps.com/l/cbCaihiOakwAV6cM","pdf",314700,7,"Indonesian","# Statistik Nilai Post\n## Kelas Kontrol\n## Kelas Eksperimen\n## Uji Levene","[{\"question\":\"Bagaimana perbandingan rata-rata nilai post-test antara kelas kontrol dan kelas eksperimen?\",\"answer\":\"Kelas eksperimen memiliki rata-rata nilai post-test sebesar 99.00, sementara kelas kontrol memiliki rata-rata 78.33. Ini menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelas eksperimen.\"},{\"question\":\"Apa yang ditunjukkan oleh standar deviasi dari kedua kelas?\",\"answer\":\"Standar deviasi kelas eksperimen adalah 2.754, sedangkan kelas kontrol adalah 8.235. Standar deviasi yang lebih rendah pada kelas eksperimen mengindikasikan konsistensi hasil yang lebih tinggi di antara siswa dalam kelompok tersebut.\"},{\"question\":\"Apakah varians skor antara kedua kelas homogen?\",\"answer\":\"Ya, berdasarkan uji Levene, statistik 0.012 dengan nilai signifikansi 0.912, varians skor kedua kelas dapat dianggap homogen, yang memenuhi salah satu asumsi untuk perbandingan lebih lanjut.\"}]","Statistik Nilai Post Kelas Kontrol vs Kelas Eksperimen | PDF",1788464295]