[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-234152-113":41,"doc-detail-234152-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","skkni-2020-234-determination-of-indonesian-national-competency-standards-kerjasnasional","SKKNI 2020 - 234 - Penetapan Standar Kompetensi Kerjasnasional Indonesia","","Lampiran Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 234 Tahun 2020 menetapkan standar kompetensi kerjasnasional Indonesia untuk kategori Pendidikan, khususnya golongan pokok pendidikan pada bidang soft skills. Teks menjelaskan perbedaan hard skills dan soft skills serta relevansinya terhadap keberhasilan kerja. Soft skills dipandang sebagai kompetensi inti yang dapat ditransfer, mencakup keterampilan berpikir, perilaku, serta aspek komputasi. Dokumen menguraikan tantangan dunia kerja seperti globalisasi, kompleksitas masalah, perubahan intensif, dan ekonomi berbasis pengetahuan, termasuk temuan survei terkait kebutuhan soft skills dan kesenjangan kesiapan kerja pekerja muda.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/skkni-2020-234-determination-of-indonesian-national-competency-standards-kerjasnasional/234152/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/skkni-2020-234-determination-of-indonesian-national-competency-standards-kerjasnasional/234152.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Jasmine","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-10",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa perbedaan hard skills dan soft skills menurut dokumen ini?","Question",{"text":96,"@type":97},"Hard skills adalah keterampilan teknis yang terlihat dan dipraktikkan langsung, sedangkan soft skills adalah keterampilan yang tidak terlihat namun berpengaruh besar pada keberhasilan pekerjaan.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Mengapa soft skills menjadi semakin penting di dunia kerja?",{"text":101,"@type":97},"Soft skills dibutuhkan karena tantangan dunia kerja yang kompetitif akibat persaingan global, tuntutan produktivitas berbasis kompetensi, kerja tim, komunikasi efektif, serta hubungan lintas bagian/negara.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Apa saja tantangan dunia kerja yang disebutkan ILO terkait pentingnya soft skills?",{"text":105,"@type":97},"Dokumen menyebut lima tantangan: globalisasi dan persaingan kerja, meningkatnya mobilitas internasional, kompleksitas masalah ekonomi-sosial-teknis, perubahan yang intensif, serta perkembangan ekonomi berbasis pengetahuan.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},234152,1790005821,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":129},2336478487870,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","LAMPIRAN  \nKEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA  \nNOMOR 234 TAHUN 2020  \nTENTANG  \nPENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJANASIONAL INDONESIA KATEGORI  \nPENDIDIKAN GOLONGAN POKOK PENDIDIKAN BIDANG SOFT SKILLS  \nBAB I  \nPENDAHULUAN  \nA. Latar Belakang  \nTuntutan kompetensi ketenagakerjaan saat ini tidak hanya mensyaratkan keterampilan teknis yang bersifat akademik, namun juganonakademik. Dalam dunia kerja dua jenis keterampilan yang dikenal yaitu hard skills dan soft skills. Hard skills merupakan keterampilan teknis yang langsung terlihat dan dipraktikkan seperti keterampilan mengetik, merakit komputer, dan lain-lain. Sedangkan soft skills merupakan keterampilan yang tidak terlihat namun memiliki pengaruh besar terhadapkeberhasilan dalam pekerjaan secara khusus, dan di kehidupan secaraumum.  \nInternational Labour Organisation (ILO) menggunakan istilah kompetensi inti (core competencies) untuk soft skills dan mendefinisikannya sebagaikompetensi utama yang dapat ditransfer atau dialihkan dan dapat direalisasikan dalam semua aspek kehidupan, termasuk berbagai bidang pekerjaan serta dapat terus dikembangkan (ILO, 2015) 1. Soft skills jugadikategorikan ke dalam keterampilan generik atau keterampilan hidup (life skills) yang berarti serangkaian keterampilan yang lebih luas dan dapat ditransfer antarpekerjaan secara umum, termasuk di dalamnya keterampilan berpikir (berpikir kritis dan kreatif, pemecahan masalah, dansebagainya); keterampilan perilaku (seperti keterampilan komunikasi, organisasi, kerja tim, dan kepemimpinan); dan keterampilan komputasi (Di Gropello, 2011)2.  \n1 Regional Model Competency Standards: Core Competencies,(Bangkok: ILO, 2015) hlm. 2-3.  \n2 Emanuela di Gropello, Skills for the Labor Market in Indonesia: Trends in Demand, Gaps, and Supply,(Washington: World Bank, 2011), hlm. 3.  \nDengan demikian, dalam pengertian yang lebih luas, soft skills merupakan sekumpulan kompetensi yang mencakup keterampilan, pengetahuan, dan sikap atau tingkah laku sehingga membentuk kualitasindividu yang dapat bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan.  \nSaat ini kompetensi soft skills lebih banyak dicari dan dibutuhkankarena tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif sebagai akibatadanya persaingan global, tuntutan produktivitas berbasis kompetensi, kebutuhan tenaga kerja yang kompeten, kinerja terukur, kerja tim, komunikasi efektif, dan hubungan lintas bagian/negara. ILO mencatat ada lima tantangan dunia kerja sehingga soft skills menjadi penting untuk dimiliki, yaitu (ILO, 2015)3 :  \n1. Globalisasi dan meningkatnya persaingan kerja sehingga mendorong tingginya kebutuhan terhadap pekerja yang mampu bekerja dalam tim, mengambil keputusan yang tepat, dan memiliki inisiatif untuk meningkatkan produktivitas.  \n2. Globalisasi dan mobilitas internasional sehingga menuntut para pengusaha dan pemberi kerja untuk menghargai keragaman sosial, budaya, dan agama.  \n3. Meningkatnya kompleksitas masalah ekonomi, sosial, dan hal-halteknis yang membutuhkan pemikiran yang kritis serta kecepatan dan ketepatan dalam penyelesaiannya.  \n4. Perubahan yang intensif sehingga mendorong kebutuhan pekerja yang adaptif dan mau terus belajar.  \n5. Perkembangan ekonomi yang berbasis pengetahuan sehinggaketerampilan dalam komunikasi dan manajemen informasi menjadisangat dibutuhkan.  \nDi tingkat nasional, diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi tantangan besar bagi orang muda berusia produktif dalam mengakses kesempatan kerja seiring dengan meningkatnya arus tenagakerja dari luar negeri yang akan masuk ke Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas agar mampubersaing dengan tenaga kerja lain dalam pasar kerja yang kompetitif. Dalam hal ini kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menjawabberbagai tantangan tersebut tidak cukup dengan hard skills tetapi juga soft  \n3 Regional Model Competency Standards: Core Competencies, (Bangkok: ILO, 2015) hlm. 3.  \nskills yang saat ini juga menjadi","cbCaijRa4cWAwTfi","https://ap.wps.com/l/cbCaijRa4cWAwTfi","pdf",1270436,96,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar Belakang\n## Konsep Hard Skills dan Soft Skills\n## Tantangan Dunia Kerja\n## Dampak di Tingkat Nasional (MEA)\n## Temuan Survei dan Permasalahan Ketidaksiapan Kerja","[{\"question\":\"Apa perbedaan hard skills dan soft skills menurut dokumen ini?\",\"answer\":\"Hard skills adalah keterampilan teknis yang terlihat dan dipraktikkan langsung, sedangkan soft skills adalah keterampilan yang tidak terlihat namun berpengaruh besar pada keberhasilan pekerjaan.\"},{\"question\":\"Mengapa soft skills menjadi semakin penting di dunia kerja?\",\"answer\":\"Soft skills dibutuhkan karena tantangan dunia kerja yang kompetitif akibat persaingan global, tuntutan produktivitas berbasis kompetensi, kerja tim, komunikasi efektif, serta hubungan lintas bagian/negara.\"},{\"question\":\"Apa saja tantangan dunia kerja yang disebutkan ILO terkait pentingnya soft skills?\",\"answer\":\"Dokumen menyebut lima tantangan: globalisasi dan persaingan kerja, meningkatnya mobilitas internasional, kompleksitas masalah ekonomi-sosial-teknis, perubahan yang intensif, serta perkembangan ekonomi berbasis pengetahuan.\"}]","SKKNI 2020 - 234 - Penetapan Standar Kompetensi Kerjasnasional Indonesia | PDF",1789084114,34]