[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-233431-113":41,"doc-detail-233431-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","self-evaluation-through-personal-swot-analysis-to-face-quarter-life-crisis-in-emerging-adulthood","Self Evaluation melalui Personal SWOT Analisis sebagai Upaya menghadapi Quarter Life Crisis di Periode Emerging Adulthood","","Artikel ini membahas evaluasi diri melalui Personal SWOT Analysis sebagai upaya menghadapi Quarter Life Crisis pada fase emerging adulthood. Penelitian bertujuan memperkenalkan metode SWOT untuk memahami diri, memengaruhi rencana dan tindakan, serta mendukung proses upgrade atau perbaikan diri. Penelitian deskriptif kualitatif dilaksanakan Desember 2022 menggunakan kuesioner (google-form) dan Focus Group Discussion. Sampel 20 responden usia 18–25; hasil post-test menunjukkan peningkatan kemampuan melakukan SWOT personal dan pemahaman Quarter Life Crisis setelah psychoeducation dibanding sebelum.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/self-evaluation-through-personal-swot-analysis-to-face-quarter-life-crisis-in-emerging-adulthood/233431/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/self-evaluation-through-personal-swot-analysis-to-face-quarter-life-crisis-in-emerging-adulthood/233431.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"WPS_1786070896","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-10",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa tujuan penggunaan Personal SWOT Analysis dalam artikel ini?","Question",{"text":96,"@type":97},"Artikel ini bertujuan memperkenalkan metode analisis SWOT untuk membantu individu mengenal dirinya lebih baik sehingga dapat memengaruhi tindakan dan rencana di masa depan, sekaligus mendukung proses perbaikan diri.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana rancangan penelitian dan pengumpulan datanya?",{"text":101,"@type":97},"Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion, dengan kuesioner yang disebarluaskan menggunakan google-form.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Apa hasil post-test terkait Quarter Life Crisis setelah psychoeducation?",{"text":105,"@type":97},"Data post-test menunjukkan hasil jauh lebih baik dalam melakukan personal analisis SWOT dan pemahaman mengenai Quarter Life Crisis setelah menerima psychoeducation dibanding sebelum menerima psychoeducation.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},233431,1790025663,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":67},549768072016,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","Self Evaluation melalui Personal SWOT Analisys sebagai Upaya menghadapi Quarter Life Crisis di Periode Emerging Adulthood  \nEka Sufartianinsih Jafar*)1, Andi Syairah Nabilah Cahyani2  \n1,2 Universitas Negeri Makassar, Indonesia *)Corresponding author, E-mail: [ekasjafar@unm.ac.id](ekasjafar@unm.ac.id)  \nABSTRACT  \nThis article aims to introduce an analytical method for self-evaluation which is commonly called SWOT Analysis. If you do a SWOT analysis yourself, of course a person will get to know himself better so that he can influence what actions and plans to take in the future. In addition, SWOT analysis can also help in the upgrade or self-improvement process. This research was conducted in December 2022, using a questionnaire distributed via google-form. This study uses a descriptive qualitative approach as its research method. Data collection techniques are carried out in a Focused Group Discussion. Sample of this research was 20 respondents with emerging adulthood (18-25) years. The largest age percentage value is at the age of 20 years of 35% and it is known that the percentage value for the male sex is 40% and the percentage value for the female sex is 60% . Post-test data shows much better results in conducting a personal SWOT analysis and Quarter Life Crisis after receiving Psychoeducation compared to before receiving Psychoeducation.  \nKeywords: Self Evaluation, SWOT Analysis, Quarter-Life Crisis, Emerging Adulthood  \nABSTRAK  \nArtikel ini bertujuan memperkenalkan metode analisis untuk mengevaluasi diri sendiri yang biasa disebut dengan Analisis SWOT. Jika melakukan analisis SWOT diri sendiri, tentu seseorang akan semakin mengenal dirinya sendiri sehingga dapat memengaruhi tindakan dan rencana apa yang akan dilakukankemudian hari. Selain itu, analisis SWOT pun dapat membantu dalam proses upgrade atau perbaikan diri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022, dengan menggunakan kuesioner yang disebarluaskan melalui google-form. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sebagaimetode penelitiannya. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan Focus Group Discussion. Sampel penelitian ini sebanyak 20 responden dengan usia dewasa awal (18-40) tahun. Nilai presentase usiaterbesar adalah pada usia 20 tahun sejumlah 35% dan diketahui bahwa nilai presentase pada jenis kelamin laki-laki adalah 40% dan nilai presentase pada jenis kelamin perempuan adalah 60% . Data post-test menunjukkan hasiljauh lebih baik dalam melakukan personal analisis SWOT dan Quarter Lif  \nKata kunci: Evaluasi Diri, Analisis SWOT, Quarter Life Crisis, Emerging Adulthood  \nThis is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License CC-BY-NC-4.0 ©2023 by author ([https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/](https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/) ).  \nPENDAHULUAN  \nMasa dewasa awal merupakan salah satu masa yang krusial pada tahap perkembangan manusia. Masa ini diartikan sebagai masa peralihan dari remaja ke dewasa yang sesungguhnya. Periode emerging adulthood adalah merupakan gerbang awal dalam memasuki masa dewasa. Menurut Papalia dan Feldman (2014) pada masa peralihan ini, seseorang sudah mulai megeksplorasi diri, mulai hidup terpisah dari orang tua dan mandiri, serta mulai mengembangkan sistem atau nilai-nilai yang sudah terinternalisasi sebelumnya. Luasnya area eksplorasi menghadapkan individu pada banyaknya perubahan-perubahan  \nyang berdampak juga pada perasaan tidak nyaman dalam diri individu sehinggamengakibatkan ketidakstabilan emosi (Cahya dkk, 2020) .  \nSantrock (2011) menyatakan bahwa masa dewasa awal adalah masa transisi dari remaja menuju dewasa. Rentang usia ini berkisar antara 18 tahun hingga 40 tahun, masa iniditandai oleh kegiatan bersifat eksperimen dan eksplorasi. Ciri-ciri masa ini menurut Hurlock (1996) yaitu: (a) usia reproduktif yang ditandai dengan membentuk rumah tangga;(b) masa bermasalah, dimana individu dituntut untuk melakukan penyesuaian diri dengan pe","cbCaibHcDIJFDn7X","https://ap.wps.com/l/cbCaibHcDIJFDn7X","pdf",932670,10,"Indonesian","# Kata Kunci\n## Evaluasi diri, SWOT Analysis, Quarter-Life Crisis\n# Pendahuluan\n## Masa dewasa awal dan emerging adulthood\n## Quarter Life Crisis\n## Data dan temuan awal","[{\"question\":\"Apa tujuan penggunaan Personal SWOT Analysis dalam artikel ini?\",\"answer\":\"Artikel ini bertujuan memperkenalkan metode analisis SWOT untuk membantu individu mengenal dirinya lebih baik sehingga dapat memengaruhi tindakan dan rencana di masa depan, sekaligus mendukung proses perbaikan diri.\"},{\"question\":\"Bagaimana rancangan penelitian dan pengumpulan datanya?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion, dengan kuesioner yang disebarluaskan menggunakan google-form.\"},{\"question\":\"Apa hasil post-test terkait Quarter Life Crisis setelah psychoeducation?\",\"answer\":\"Data post-test menunjukkan hasil jauh lebih baik dalam melakukan personal analisis SWOT dan pemahaman mengenai Quarter Life Crisis setelah menerima psychoeducation dibanding sebelum menerima psychoeducation.\"}]","Self Evaluation melalui Personal SWOT Analisis sebagai Upaya menghadapi Quarter Life Crisis di Periode Emerging Adulthood | PDF",1789077927]