[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-204577-113":41,"doc-detail-204577-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","risk-management-analysis-for-a-womens-muslim-clothing-confection-business-to-maintain-operational-stability","Analisis Manajemen Risiko pada Usaha Konveksi Baju Muslim Wanita dalam Upaya Menjaga Stabilitas Operasional","","Manajemen risiko menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlangsungan usaha pada industri konveksi yang menghadapi tekanan ketepatan waktu, standar kualitas produksi, dan perubahan kebutuhan pelanggan. Industri yang sangat kompetitif menuntut identifikasi serta pengelolaan risiko sebagai langkah strategis guna menekan potensi gangguan operasional. Penelitian kualitatif melalui wawancara pemilik usaha menelusuri sumber risiko, proses pengendalian, dan efektivitas tindakan mitigasi.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/risk-management-analysis-for-a-womens-muslim-clothing-confection-business-to-maintain-operational-stability/204577/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/risk-management-analysis-for-a-womens-muslim-clothing-confection-business-to-maintain-operational-stability/204577.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"วิน","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-05",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":61},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa risiko utama yang ditemukan dalam usaha konveksi baju muslim wanita?","Question",{"text":96,"@type":97},"Risiko utama meliputi keterlambatan bahan baku, kerusakan mesin produksi, ketidaksesuaian kualitas hasil produksi, serta faktor tenaga kerja.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana usaha melakukan mitigasi untuk menekan potensi kerugian?",{"text":101,"@type":97},"Mitigasi dilakukan melalui diversifikasi pemasok bahan baku, perawatan mesin secara berkala, penguatan SOP produksi, sistem kontrol kualitas, serta peningkatan kompetensi karyawan lewat pelatihan.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Mengapa penerapan prinsip ISO 31000 relevan untuk stabilitas operasional?",{"text":105,"@type":97},"Prinsip ISO 31000 memberi arah pada pengelolaan risiko yang berkelanjutan dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat sehingga proses produksi tetap lancar.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},204577,1790012138,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":61,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":129},2336475104736,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/22000c4c5e0e5b17e70?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1786591360781797222","eISSN 3089-8374 & pISSN 3090-1022  \nVol. 1, No. 4, Tahun 2025  \n[doi.org/10.63822/1ca5zs59](doi.org/10.63822/1ca5zs59)  \n[Hal. 3099-3116](Hal. 3099-3116)  \nBeranda Jurnal [https://indojurnal.com/index.php/ekopedia](https://indojurnal.com/index.php/ekopedia)  \nEko pedia: Ju rnal Ilmiah Ekonomi  \nAnalisis Manajemen Risiko pada Usaha Konveksi Baju Muslim Wanita dalam Upaya Menjaga Stabilitas Operasional  \nSyahira Rachmadina1, Dena Destiani2, Listi Sinta Nur Oktaviani3, Najla Putri Pramesdianti4, Alfiana5  \nManajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Bandung, Kota Bandung,  \nIndonesia 1,2,3,4,5  \nEmail: [230313285@umbandung.ac.id](230313285@umbandung.ac.id), [230313077@umbandung.ac.id](230313077@umbandung.ac.id), [230313144@umbandung.ac.id](230313144@umbandung.ac.id), [230313193@umbandung.ac.id](230313193@umbandung.ac.id), [alfiana.dr@umbandung.ac.id](alfiana.dr@umbandung.ac.id)  \n*Email Korespodensi: [230313285@umbandung.ac.id](230313285@umbandung.ac.id)  \nDiterima: 28-11-2025 | Disetujui: 08-12-2025 | Diterbitkan: 10-12-2025  \nABSTRACT  \nRisk management is an important element in maintaining business continuity, especially in the garment industry, which faces high pressure in terms of timeliness, production quality, and changing customer needs. The garment industry, which is highly competitive and dependent on timeliness and quality standards, requires the identification and management of risks as a strategic measure to minimize potential disruptions. This study uses a qualitative approach through direct interviews with business owners to explore sources of risk, control processes, and the effectiveness of actions that have been taken. The results show that the main risks include delays in raw materials, damage to production machinery, inconsistencies in production quality, and labor factors. Mitigation efforts, including diversification of raw material suppliers, regular machine maintenance, strengthening of production SOPs, quality control systems, and improving employee competence through training, have been proven to help reduce potential losses and maintain smooth production processes. The application of ISO 31000 principles provides direction in sustainable risk management, particularly in the context of faster and more accurate decision-making. Thus, the implementation of structured risk management contributes significantly to operational stability, thereby increasing customer confidence and the competitiveness of garment businesses in the market.  \nKeywords: Risk Management; ISO 31000; Garment Industry; SWOT Analysis; Operational Stability.  \nABSTRAK  \nManajemen risiko merupakan elemen penting dalam menjaga keberlangsungan usaha, terutama pada industri konveksi yang menghadapi tekanan tinggi terkait ketepatan waktu, kualitas hasil produksi, dan perubahankebutuhan pelanggan. Industri konveksi yang memiliki tingkat persaingan tinggi dan ketergantungan padaketepatan waktu serta standar kualitas, identifikasi, dan penanganan risiko menjadi langkah strategis untuk meminimalkan potensi gangguan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha untuk menggali sumber risiko, proses pengendalian, dan efektivitas tindakanyang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama meliputi keterlambatan bahan baku, kerusakan mesin produksi, ketidaksesuaian kualitas hasil produksi, serta faktor tenaga kerja. Upaya mitigasi yang dilakukan meliputi diversifikasi pemasok bahan baku, perawatan mesin secara berkala, penguatan SOP produksi, sistem kontrol kualitas, dan peningkatan kompetensi karyawan melalui pelatihan terbukti membantu mengurangi potensi kerugian serta menjaga kelancaran proses produksi. Penerapan prinsip-prinsip ISO 31000 memberikan arah dalam pengelolaan risiko yang berkelanjutan, khususnya dalam konteks pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Dengan demikian, implementasi manajemen risiko yang terstruktur  \nCopyright © 2025 The Aut","cbCaievgtvydno1p","https://ap.wps.com/l/cbCaievgtvydno1p","pdf",1222887,18,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n# METODE PENELITIAN\n# HASIL DAN PEMBAHASAN\n## Identifikasi Risiko Utama\n## Upaya Mitigasi dan Pengendalian\n## Implikasi Penerapan ISO 31000\n# KESIMPULAN","[{\"question\":\"Apa risiko utama yang ditemukan dalam usaha konveksi baju muslim wanita?\",\"answer\":\"Risiko utama meliputi keterlambatan bahan baku, kerusakan mesin produksi, ketidaksesuaian kualitas hasil produksi, serta faktor tenaga kerja.\"},{\"question\":\"Bagaimana usaha melakukan mitigasi untuk menekan potensi kerugian?\",\"answer\":\"Mitigasi dilakukan melalui diversifikasi pemasok bahan baku, perawatan mesin secara berkala, penguatan SOP produksi, sistem kontrol kualitas, serta peningkatan kompetensi karyawan lewat pelatihan.\"},{\"question\":\"Mengapa penerapan prinsip ISO 31000 relevan untuk stabilitas operasional?\",\"answer\":\"Prinsip ISO 31000 memberi arah pada pengelolaan risiko yang berkelanjutan dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat sehingga proses produksi tetap lancar.\"}]","Analisis Manajemen Risiko pada Usaha Konveksi Baju Muslim Wanita dalam Upaya Menjaga Stabilitas Operasional | PDF",1788574228,6]