[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-237424-113":41,"doc-detail-237424-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","consultant-recruitment-baseline-study-of-a-community-based-coastal-area-management-model-through-local-knowledge","Rekrutmen Konsultan - Kajian Baseline Pembangunan Model Pengelolaan Kawasan Pesisir Berbasis Masyarakat melalui Pengetahuan Lokal","","Dokumen Kerangka Acuan Kerja (ToR) ini menetapkan rekrutmen konsultan untuk kajian baseline bagi proyek “Muro”, yaitu pengembangan model pengelolaan kawasan laut secara lokal berbasis pengetahuan ekologi lokal di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur. Kajian bertujuan menghimpun data praktik Muro di lima desa intervensi beserta tantangan nelayan dan perempuan nelayan, termasuk faktor pendukung serta penghambat implementasi. Hasil kajian menjadi rujukan advokasi untuk mendorong pengakuan praktik Muro dan rekomendasi kebijakan hingga tingkat desa, kabupaten, dan nasional dengan dukungan pemetaan spasial zonasi serta kondisi sosial-ekonomi-budaya-ekologi.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/consultant-recruitment-baseline-study-of-a-community-based-coastal-area-management-model-through-local-knowledge/237424/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/consultant-recruitment-baseline-study-of-a-community-based-coastal-area-management-model-through-local-knowledge/237424.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Rhys","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa tujuan utama kajian baseline dalam proyek Muro?","Question",{"text":96,"@type":97},"Mengumpulkan data dan informasi praktik Muro di lima desa intervensi, tantangan yang dihadapi nelayan dan perempuan nelayan, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi Muro. Hasilnya menjadi bahan rujukan advokasi untuk rekomendasi kebijakan.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana metodologi kajian baseline akan dilakukan?",{"text":101,"@type":97},"Menggunakan metode kualitatif melalui tahap desk study dan wawancara. Konsultan menetapkan kerangka pertanyaan kunci dan target narasumber untuk ditinjau serta disetujui tim proyek.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Apa saja deliverables yang harus diserahkan konsultan?",{"text":105,"@type":97},"Konsultan menyiapkan laporan awal, pengembangan metode pengumpulan data, serta draf laporan dan peta zonasi Muro untuk lima desa intervensi dalam 14 hari setelah pengumpulan data, disertai koordinasi validasi dan proses peninjauan/revisi sesuai respons tim proyek.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},237424,1789112384,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":67,"language":123,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":124,"faqs":125,"seo_title":126,"seo_description":49,"update_tm":113,"read_time":61},687207024643,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_3d24733baf745e90a7e4bdd5f77d97b2","Term of Reference  \nRekrutmen Konsultan  \nKajian Baseline Pembangunan Model Pengelolaan Kawasan Pesisir Berbasis Masyarakat melalui Pengetahuan Lokal  \n\n| Project Title | : | Developing Locally Managed Marine Areas Model in Lembata Island Through Traditional Ecological Knowledge – Muro (LMMAs) |\n| --- | --- | --- |\n| Project Location | : | Jakarta (National Level) and Lembata, East Nusa Tenggara (District Level) |\n| Partner Organization | : | Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (BARAKAT) |\n| Activity Duration | : | February-March 2025 |\n\nTentang Kami  \nYayasan Penabulu, yang didirikan pada tahun 2003, merupakan lembaga nirlaba lokal Indonesia yang berperan sebagai Civil Society Resource Organization (CSRO) untuk pemberdayaan dan keberlanjutan masyarakat sipil Indonesia. Yayasan Penabulu beradaptasi dan merespon perubahan cepat dengan sumber daya yang beragam dan dinamis, berkolaborasi dengan mitrapemerintah, sektor swasta, dan jaringan masyarakat sipil di seluruh Indonesia. Sejak akhir November 2023, Yayasan Penabulu telah menjadi calon afiliasi Oxfam Internasional, dengan masa transisi 2 tahun sebelum menjadi afiliasi penuh sebagai Penabulu Oxfam (Oxfam Indonesia) . Afiliasi ini akan memperluas peran dan jaringan Yayasan Penabulu, membawaperspektif lokal ke panggung global.  \nLatar Belakang Proyek  \nPengembangan Model Pengelolaan Kawasan Laut secara Lokal melalui Pengetahuan Ekologi Lokal bernama Muro merupakan proyek yang berlangsung selama 2 tahun yang diimplementasikan secara khusus di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) . Proyek ini diimplementasikan di 5 desa di sepanjang Teluk Hadakewa, Pulau Lembata, oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (BARAKAT) dengan peran mengorganisir masyarakat nelayan, meningkatkan kapasitas kelompok, hingga mendorongrekognisi praktik Muro sebagai peraturan di tingkat desa maupun tingkat kabupaten.  \nTujuan utama proyek ini adalah pada tahun 2026, akan terbentuk model pengelolaan kawasan pesisir berbasis masyarakat yang berkelanjutan untuk melindungi dan mengelola sumber daya alam di kawasan konservasi laut di Pulau Lembata. Model ini akan memperkuat kearifan masyarakat lokal, menumbuhkan kepemilikan lokal, dan mendorong kepemimpinan dalampemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan. Selain itu, terdapat 3 tujuan spesifik pada proyek ini, yaitu: 1) praktik Muro diadopsi secara formal ke dalam Peraturan Desa;  \n2) rekognisi area Muro sebagai area konservasi dan/atau area kelola masyarakat adat; dan 3) meningkatnya kapasitas adaptasi dan resiliensi kelompok perempuan nelayan terhadapperubahan iklim.  \nPada proyek ini, Yayasan Penabulu berperan sebagai pemimpin proyek yang melakukanadvokasi untuk mendorong pengakuan praktik Muro yang telah dilakukan oleh masyarakat adat  \ndi Pulau Lembata sebagai praktik pengelolaan wilayah pesisir berbasis masyarakat secara berkelanjutan. Di sisi yang lain, Yayasan Penabulu juga mendorong pengakuan wilayah Murosebagai wilayah pengelolaan ruang laut oleh masyarakat adat ataupun wilayah konservasidengan pemanfaatan secara terbatas oleh masyarakat adat. Melalui kajian baseline yang akan dilakukan, hasil yang diharapkan adalah adanya informasi praktik Muro di 5 desa intervensidengan pemetaan spasial tiap zonasi, kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan ekologi. Selain itu, hasil lain yang diharapkan adalah tersajinya informasi mengenai tantangan yang dihadapi oleh para nelayan dan perempuan nelayan, dan juga faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan implementasi Muro di 5 desa intervensi.  \nTujuan Kajian Baseline  \nDokumen yang dihasilkan dari kajian baseline bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai praktik Muro di 5 desa intervensi, tantangan yang dihadapi oleh nelayandan perempuan nelayan, dan juga faktor pendukung dan penghambat implementasi Muro. Selanjutnya, dokumen yang telah dihasilkan dari kajian baseline ini akan dijadikan rujukan danbahan advokasi yang akan disampaikan kepada pihak d","cbCaim6K9rCwZVxi","https://ap.wps.com/l/cbCaim6K9rCwZVxi","pdf",112508,"Indonesian","# Term of Reference\n## Rekrutmen Konsultan\n## Kajian Baseline\n### Tujuan Kajian Baseline\n## Metodologi\n### Metode pengumpulan data kualitatif\n### Analisis data dan interpretasi\n## Deliverables","[{\"question\":\"Apa tujuan utama kajian baseline dalam proyek Muro?\",\"answer\":\"Mengumpulkan data dan informasi praktik Muro di lima desa intervensi, tantangan yang dihadapi nelayan dan perempuan nelayan, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi Muro. Hasilnya menjadi bahan rujukan advokasi untuk rekomendasi kebijakan.\"},{\"question\":\"Bagaimana metodologi kajian baseline akan dilakukan?\",\"answer\":\"Menggunakan metode kualitatif melalui tahap desk study dan wawancara. Konsultan menetapkan kerangka pertanyaan kunci dan target narasumber untuk ditinjau serta disetujui tim proyek.\"},{\"question\":\"Apa saja deliverables yang harus diserahkan konsultan?\",\"answer\":\"Konsultan menyiapkan laporan awal, pengembangan metode pengumpulan data, serta draf laporan dan peta zonasi Muro untuk lima desa intervensi dalam 14 hari setelah pengumpulan data, disertai koordinasi validasi dan proses peninjauan/revisi sesuai respons tim proyek.\"}]","Rekrutmen Konsultan - Kajian Baseline Pembangunan Model Pengelolaan Kawasan Pesisir Berbasis Masyarakat melalui Pengetahuan Lokal | PDF"]