[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-236946-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":74,"doc-detail-236946-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":67,"head_meta":69,"extra_data":71,"updated_unix":73},113,"id","reading-television-chapter-7-audience-summary","Reading Television - Chapter 7 - Resume penonton","","Resume Bab 7 buku Reading Television edisi kedua membahas hubungan media televisi dengan penonton melalui kerangka kelas sosial dan respon audiens. Uraian dimulai dari konsep kelas menurut struktur sosial, termasuk sumber perbedaan seperti kepemilikan pribadi serta kontrol atas aparat produktif. Selanjutnya dijelaskan bahwa televisi mengartikulasikan respon penonton terhadap kondisi kelasnya, bukan sekadar kondisi kelas itu sendiri, dengan pembagian respon dominan, subordinat, dan radikal. Bab ini juga menekankan peran kode dalam pembentukan dan penegosiasian makna pesan, serta pengaruh gaya hidup dan budaya terhadap penerimaan atau penolakan tayangan.",{"@graph":14,"@context":66},[15,34,49],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/resume/","Resume",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/reading-television-chapter-7-audience-summary/236946/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"author":36,"headline":10,"publisher":39,"fileFormat":42,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":43,"datePublished":43,"encodingFormat":42,"isAccessibleForFree":44,"interactionStatistic":45},"DigitalDocument",{"name":37,"@type":38},"wps_ap_test_251126_0180","Person",{"url":19,"name":40,"@type":41},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":46,"interactionType":47,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":48},"ViewAction",{"@type":50,"mainEntity":51},"FAQPage",[52,58,62],{"name":53,"@type":54,"acceptedAnswer":55},"Apa inti hubungan media televisi dengan kelas sosial dalam Bab 7 ini?","Question",{"text":56,"@type":57},"Televisi dipahami mengartikulasikan respon penonton terhadap kondisi kelasnya. Respons tiap individu dapat berbeda sesuai struktur sosial dan cara penonton memaknai situasi kelas.","Answer",{"name":59,"@type":54,"acceptedAnswer":60},"Bagaimana pembagian bentuk respon penonton menurut Parkin?",{"text":61,"@type":57},"Parkin membagi respon penonton menjadi tiga: dominan (menerima langsung), subordinat (melakukan negosiasi saat menerima), dan radikal (menolak dan menjadi oposisi).",{"name":63,"@type":54,"acceptedAnswer":64},"Bagaimana kode memengaruhi cara penonton menguraikan pesan televisi?",{"text":65,"@type":57},"Hall mengaitkan bentuk respon dengan kode yang dipakai komunikator dan komunikan. Program biasanya dibentuk dengan kode agar dapat diterima luas, tetapi penonton memiliki cara menyusun makna (struktur sintagmatis) sehingga pesan dapat dinegosiasi dan dimaknai berbeda.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":68,"og:title":10,"og:site_name":40,"og:description":12},"article",{"robots":70,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":72,"site_id":7},236946,1789108641,{"code":4,"msg":75,"data":76},"success",[77,81,85,89,93,97,100,104],{"id":78,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":79,"show_sort_weight":4,"slug":80},178,"Faktur","faktur",{"id":82,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":83,"show_sort_weight":4,"slug":84},192,"Formulir","formulir-192",{"id":86,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":87,"show_sort_weight":4,"slug":88},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":90,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":4,"slug":92},179,"Poster","poster",{"id":94,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":4,"slug":96},176,"Presentasi","presentasi",{"id":98,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":99},177,"resume",{"id":101,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":4,"slug":103},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":105,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":106,"show_sort_weight":4,"slug":107},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":75,"data":109},{"doc_id":72,"user_id":110,"nickname":37,"user_avatar":111,"doc_module":22,"category_id":98,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":33,"language":117,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":118,"faqs":119,"seo_title":120,"seo_description":12,"update_tm":73,"read_time":26},8796095027276,"https://avatar.qwps.com/avatar/d3BzX2FwX3Rlc3RfMjUxMTI2XzAxODA=","RESUME BUKU  \nJohn Fiske and John Hartley : “Reading Television”Second Edition (Edisi Kedua)– Chapter (BAB) 7  \nUntuk memenuhi tugas Mata Kuliah Kritik Televisi dan Film Dosen Pengampu : Nerfita Primadewi, S. Sn, M. Sn,.  \nDisusun Oleh : Tetty Ikawati 13148136  \nProgram Studi Televisi dan Film Jurusan Seni Media Rekam Fakultas Seni Rupa Dan Desain Institut Seni Indonesia Surakarta 2015  \nResume BAB 7  \nReading Television  \nOleh : John Fiske and John Hartley  \nA. PENDAHULUAN  \nBuku Reading Television karya John Fiske dan Hartley edisi kedua iniditerbitkan pertama kali pada tahun 2003 oleh Rotledge dan didistribusikan ke beberapa negara seperti London, New York dan Canada. Sebelumnya, edisi pertama telah diterbitkan pada tahun 1978 oleh Methuen & Co. Ltd. John Fiskemerupakan seorang profesor dibidang Communication Arts, Universitas Wisconsin-Madison, sedangkan John Hartley merupakan seorang Dekan fakultas Industri Kreatif di Universitas Teknologi Queensland, Australia. Buku ini terbagikedalam 12 Bab yang banyak membahas tentang bagaimana televisi sangat berperan penting dalam kultur/budaya kita, apa yang ingin disampaikan oleh program televisi melalui kontennya, bagaimana relasi atau hubungan antara budaya dan penonton televisi, apa yang menarik dari program-program televisisehingga membuat kita menikmati program tersebut. Buku ini merupakankelanjutan dari edisi pertama, dalam edisi kedua ini lebih menekankan perkembangan penelitian dibidang televisi. Berikut ini adalah resume dari Bab 7 yang membahas tentang penonton.  \nB. HASIL RESUME  \nUntuk dapat memahami hubungan antara media televisi dan beberapa kelompok dengan unsur budayanya, kita harus membagi secara singkat beberapa kelompok/kelas masyarakat dan bagian kelompok/kelas mana yang dapat  \nmemberikan respon. Melalui penelitian yang sederhana, Westergaard and Reslerdalam studinya mengenai hubungan kelas-kelas sosial telah berusaha untuk menjelaskan bagaimana kelompok sosial dapat terbentuk. Mereka membedakan antara apakah kelas itu sendiri dan untuk apa kelas tersebut terbentuk berdasarkanapa yang ditulis oleh Marx. Di dalam kelas sosial terdapat eksistensi objektif yang dibentuk oleh struktur sosial berupa material, kondisi sosial, maupun kondisi ekonomi yang sedang terjadi. Kelas-kelas ini dibedakan melalui perbedaan kekuatan, kekayaan, keamanan, keuntungan dan posisi. Sedangkan sumber krusial dari perbedaan tersebut adalah kepemilikan pribadi dan kontrol terkait aparat produktif. Kelas sendiri berasal dari perbedaan yang berasal dari kondisi ekonomi, terlepas dari bagaimana indivudu dalam kelompok tersebut melihat dan merespon kodisi kelas mereka. Akan tetapi, respon individu terhadap situasi kelas mereka memberikan pemahaman terhadap untuk apa kelas tersebut terbentuk.  \nTelevisi mengartikulasikan respon penonton terhadap kondisi kelasnya, bukan kondisi kelasnya. Respon tiap individu dapat berbeda-beda. Parkin membagi bentuk respon penonton menjadi 3 macam, yaitu dominan, subordinat dan radikal. Ketiga bentuk respon tersebut sangat berbeda, penonton tergolong pada respon dominan apabila mereka dapat menerima secara langsung apa yang ditampilkan. Subordinat merupakan bentuk respon penonton dimana penontonmasih melakukan negosiasi dalam menerima apa yang ditampilkan ataudisampaikan. Mereka akan mempertimbangkan beberapa hal untuk menerimatayangan tesebut. Sedangkan bentuk respon radikal merupakan respon penonton yang secara langsung menolak apa yang ditampilkan atau ditayangkan oleh televisi. Kelompok ini menjadi kelompok oposisi.  \nHall mengimplikasikan pendapat Perkin mengenai 3 bentuk respon penonton. Ia menyebutkan bahwa ketiga bentuk respon tersebut dapat terbentuk berdasarkan kode yang digunakan oleh komunikan dan komunikator dalampenyampaian pesan. Umumnya sebuah program dibentuk menggunakan kodeuntuk dapat diterima oleh seluruh penonton. Akan tetapi penonton memiliki struktur syntagmatik untuk menguraikan pesan, sehingga mereka tidak hanya merespon secara dominan.","cbCaia1Ujp5S8MCA","https://ap.wps.com/l/cbCaia1Ujp5S8MCA","pdf",193130,"Indonesian","# Resume BAB 7\n## Penonton dan kelas sosial\n## Tipe respon penonton: dominan, subordinat, radikal\n## Kode, negosiasi makna, dan pengaruh budaya","[{\"question\":\"Apa inti hubungan media televisi dengan kelas sosial dalam Bab 7 ini?\",\"answer\":\"Televisi dipahami mengartikulasikan respon penonton terhadap kondisi kelasnya. Respons tiap individu dapat berbeda sesuai struktur sosial dan cara penonton memaknai situasi kelas.\"},{\"question\":\"Bagaimana pembagian bentuk respon penonton menurut Parkin?\",\"answer\":\"Parkin membagi respon penonton menjadi tiga: dominan (menerima langsung), subordinat (melakukan negosiasi saat menerima), dan radikal (menolak dan menjadi oposisi).\"},{\"question\":\"Bagaimana kode memengaruhi cara penonton menguraikan pesan televisi?\",\"answer\":\"Hall mengaitkan bentuk respon dengan kode yang dipakai komunikator dan komunikan. Program biasanya dibentuk dengan kode agar dapat diterima luas, tetapi penonton memiliki cara menyusun makna (struktur sintagmatis) sehingga pesan dapat dinegosiasi dan dimaknai berbeda.\"}]","Reading Television - Chapter 7 - Resume penonton | PDF"]