[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-237531-113":41,"doc-detail-237531-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","portfolio-as-a-balanced-learning-model-in-pai-teaching-and-learning-processes-in-general-education-institutions","Portofolio Sebagai Model Pembelajaran Seimbang Dalam Proses Belajar Mengajar PAI di Lembaga Pendidikan Umum","","Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran strategis dalam membentuk karakter dan moral peserta didik agar memiliki akhlak mulia. Namun pelaksanaan PAI di sekolah sering belum mencapai tujuan ideal, terutama karena keterbatasan jam pelajaran, pola pembelajaran kurang tepat, serta lemahnya kesinambungan antara teori dan praktik. Pembelajaran yang dominan kognitif membuat ranah afektif dan psikomotorik kurang mendapat perhatian, sehingga peserta didik belum konsisten menerapkan nilai Islam. Model portofolio diposisikan sebagai solusi untuk menilai dan merefleksikan hasil belajar secara berkelanjutan.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/portfolio-as-a-balanced-learning-model-in-pai-teaching-and-learning-processes-in-general-education-institutions/237531/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/portfolio-as-a-balanced-learning-model-in-pai-teaching-and-learning-processes-in-general-education-institutions/237531.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Aria Callaghan","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":64},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Mengapa pembelajaran PAI dinilai belum mampu menghasilkan moralitas yang baik sesuai tujuan ideal?","Question",{"text":96,"@type":97},"Karena keterbatasan jam pelajaran, pola pembelajaran yang kurang tepat sasaran, dan kurangnya kesinambungan antara teori serta praktik dalam kehidupan sehari-hari.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagian pembelajaran PAI apa yang sering lebih dominan dan apa dampaknya?",{"text":101,"@type":97},"Pembelajaran PAI umumnya lebih menitikberatkan pada ranah kognitif seperti hafalan dan pemahaman teori, sementara ranah afektif dan psikomotorik pembentukan sikap/perilaku sering terabaikan.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Bagaimana model pembelajaran berbasis portofolio membantu meningkatkan religiusitas dan moralitas peserta didik?",{"text":105,"@type":97},"Portofolio mendorong peserta didik merefleksikan, mengumpulkan, dan menilai hasil belajar secara berkelanjutan, sehingga guru menilai pengetahuan sekaligus perkembangan sikap dan perilaku keagamaan secara utuh.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},237531,1789113245,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":113,"read_time":67},962084926284,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","Portofolio Sebagai Model Pembelajaran Seimbang …  \nP-ISSN: 0216–7794 & E-ISSN: 2745–6447 Volume 24, Nomor 1, Januari 2026  \nPORTOFOLIO SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN SEIMBANG DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR PAI DI LEMBAGA PENDIDIKAN UMUM  \nSalmin1, Luthfiyah2, Ilham3, Syarifuddin4  \n1,2,3,4Universitas Muhammadiyah Bima, Indonesia  \nCorresponding Author: Salmin, [E-mail:](E-mail: marhamahkhairiy@gmail.com)[ marhamahkhairiy@gmail.com](E-mail: marhamahkhairiy@gmail.com)  \n\n| ARTICLE\u003Cbr>INFO\u003Cbr>Article\u003Cbr>history:\u003Cbr>Received\u003Cbr>24,\u003Cbr>November,\u003Cbr>2025\u003Cbr>Revised\u003Cbr>9, Desember,\u003Cbr>2025\u003Cbr>Accepted\u003Cbr>24 Desember,\u003Cbr>2025 | ABSTRAK |\n| --- | --- |\n|  | Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan PAI sering kali belummampu menghasilkan generasi yang memiliki moralitas yang baik sebagaimanatujuan idealnya. Banyak ahli pendidikan menilai hal ini disebabkan oleh keterbatasan jam pelajaran, pola pembelajaran yang kurang tepat sasaran, sertakurangnya kesinambungan antara teori dan praktik dalam kehidupan seharihari. Proses pembelajaran PAI umumnya lebih menitikberatkan pada ranahkognitif, seperti hafalan dan pemahaman teori keagamaan, sementara ranahafektif dan psikomotor yang berkaitan dengan pembentukan sikap dan perilakureligius sering kali terabaikan. Akibatnya, peserta didik mengetahui ajaran Islam secara teori, tetapi belum mampu menerapkannya secara konsisten dalamtindakan dan sikap hidupnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, model pembelajaran berbasis portofolio dalam Pendidikan Agama Islam dapat menjadi solusi yang efektif. Melalui penerapan portofolio, peserta didik didorong untuk aktif merefleksikan, mengumpulkan, dan menilai hasil belajar mereka secara berkelanjutan. Guru tidak hanya menilai aspek pengetahuan, tetapi juga perkembangan sikap dan perilaku keagamaan peserta didik. Pendekatan ini menumbuhkan tanggung jawab, kesadaran diri, dan pembelajaran yang bermakna, karena melibatkan seluruh ranah pendidikankognitif, afektif, dan psikomotor. Dengan demikian, pembelajaran berbasis portofolio berpotensi besar dalam meningkatkan moralitas dan religiusitas peserta didik secara utuh dan berimbang.\u003Cbr>Kata Kunci: Portofolio, Pendidikan Agama Islam, Pengembangan Moral, Pembelajaran Afektif, Penilaian Holistic. |\n\nPortofolio Sebagai Model Pembelajaran Seimbang …  \nPENDAHULUAN  \nKehidupan dan peradaban manusia pada awal milenium ketiga mengalami perubahanyang sangat pesat. Dalam menghadapi dinamika tersebut, manusia berlomba-lomba mengembangkan sistem pendidikan di berbagai bidang, baik ilmu sosial, ilmu alam, maupun ilmu terapan. Namun, di sisi lain, muncul berbagai krisis seperti politik, ekonomi, sosial, hukum, etnis, dan ras, yang menimbulkan pertanyaan terhadap peran serta efektivitas pendidikan agama di sekolah sebagai sarana pembentukan nilai-nilai spiritual dan kesejahteraan masyarakat.(Kusuma and Baskara 2023) Secara ideal, jika pendidikan agama dijalankan denganbaik, seharusnya dapat menciptakan masyarakat yang lebih bermoral dan beradab. Namun, dalam kenyataannya, pendidikan agama sering kali dianggap belum mampu memberikankontribusi signifikan terhadap pembentukan moral tersebut.(Pambudi and Makhrus 2022) Hal inidisebabkan oleh berbagai kendala, di antaranya keterbatasan waktu belajar yang hanya dua jam pelajaran per minggu dengan materi yang padat dan penting. Kondisi ini membuat pelaksanaan PAI lebih berorientasi pada aspek pengetahuan (kognitif) daripada pembentukan sikap (afektif) dan kebiasaan berperilaku (psikomotorik) . Ahmad Ludjito (dalam Chabib Thaha, 1996:302) mencatat beberapa masalah utama, seperti terbatasnya jam pelajaran, metodologi pembelajaranyang masih bersifat teoritis, serta heterogenitas latar belakang pengetahuan dan pengalaman keagamaan siswa.(Mujadilah, Rahmawati, and Makruf 2024)  \nModel ini menempatkan siswa sebagai objek pasif yang hanya menerima","cbCaijVYA8OXOEmM","https://ap.wps.com/l/cbCaijVYA8OXOEmM","pdf",304096,11,"Indonesian","# Pendahuluan\n# Metode Penelitian","[{\"question\":\"Mengapa pembelajaran PAI dinilai belum mampu menghasilkan moralitas yang baik sesuai tujuan ideal?\",\"answer\":\"Karena keterbatasan jam pelajaran, pola pembelajaran yang kurang tepat sasaran, dan kurangnya kesinambungan antara teori serta praktik dalam kehidupan sehari-hari.\"},{\"question\":\"Bagian pembelajaran PAI apa yang sering lebih dominan dan apa dampaknya?\",\"answer\":\"Pembelajaran PAI umumnya lebih menitikberatkan pada ranah kognitif seperti hafalan dan pemahaman teori, sementara ranah afektif dan psikomotorik pembentukan sikap/perilaku sering terabaikan.\"},{\"question\":\"Bagaimana model pembelajaran berbasis portofolio membantu meningkatkan religiusitas dan moralitas peserta didik?\",\"answer\":\"Portofolio mendorong peserta didik merefleksikan, mengumpulkan, dan menilai hasil belajar secara berkelanjutan, sehingga guru menilai pengetahuan sekaligus perkembangan sikap dan perilaku keagamaan secara utuh.\"}]","Portofolio Sebagai Model Pembelajaran Seimbang Dalam Proses Belajar Mengajar PAI di Lembaga Pendidikan Umum | PDF"]