[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-204483-113":41,"doc-detail-204483-id":113},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":106,"head_meta":108,"extra_data":110,"updated_unix":112},113,"id","pkm-pelatihan-blended-learning-untuk-meningkatkan-kompetensi-guru-di-era-digital-siti-raihan","Pkm Pelatihan Blended Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di Era Digital - Siti Raihan","","Pelatihan blended learning untuk guru Sekolah Dasar anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa dilatarbelakangi tuntutan transformasi digital pendidikan pada era society 5.0, didukung kesiapan sekolah mitra yang memiliki fasilitas memadai serta komitmen kuat peningkatan kompetensi digital. Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi guru mengelola blended learning menggunakan Google Classroom, Padlet, Canva, Kahoot!, dan Quizizz melalui pelatihan dan workshop tiga hari dengan experiential learning. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari pre-test rata-rata 46,6 menjadi 87,5 pada post-test, dengan N-Gain 0,58–0,71 (sedang hingga tinggi), menghasilkan luaran kelas, papan, modul ajar, dan kuis interaktif.",{"@graph":51,"@context":105},[52,68,84],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":27,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/presentasi/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/pkm-pelatihan-blended-learning-untuk-meningkatkan-kompetensi-guru-di-era-digital-siti-raihan/204483/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":78,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":79,"interactionStatistic":80},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Cipher","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-09","2026-09-05",true,{"@type":81,"interactionType":82,"userInteractionCount":61},"InteractionCounter",{"@type":83},"ViewAction",{"@type":85,"mainEntity":86},"FAQPage",[87,93,97,101],{"name":88,"@type":89,"acceptedAnswer":90},"Apa tujuan pelatihan blended learning dalam kegiatan ini?","Question",{"text":91,"@type":92},"Meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran blended learning melalui pemanfaatan Google Classroom, Padlet, Canva, Kahoot!, dan Quizizz.","Answer",{"name":94,"@type":89,"acceptedAnswer":95},"Metode pelatihan apa yang digunakan dan berapa lama pelaksanaannya?",{"text":96,"@type":92},"Pelatihan dan workshop dilakukan selama tiga hari dengan pendekatan experiential learning, mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan pendampingan.",{"name":98,"@type":89,"acceptedAnswer":99},"Bagaimana hasil peningkatan kompetensi guru setelah pelatihan?",{"text":100,"@type":92},"Kompetensi meningkat signifikan, dari rata-rata pre-test 46,6 menjadi 87,5 pada post-test, dengan nilai N-Gain 0,58 hingga 0,71 (kategori sedang hingga tinggi).",{"name":102,"@type":89,"acceptedAnswer":103},"Luaran apa saja yang berhasil dihasilkan oleh para peserta?",{"text":104,"@type":92},"Sebanyak 25 guru menghasilkan luaran berupa 25 kelas Google Classroom, 25 papan Padlet, 25 modul ajar Canva, serta 25 kuis interaktif Kahoot! dan Quizizz.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":107,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":109,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":111,"site_id":44},204483,1788573809,{"code":4,"msg":5,"data":114},{"doc_id":111,"user_id":115,"nickname":71,"user_avatar":116,"doc_module":9,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":117,"file_id":118,"file_url":119,"file_type":120,"file_size":121,"view_count":61,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":122,"language":123,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":124,"faqs":125,"seo_title":126,"seo_description":49,"update_tm":112,"read_time":127},687208528416,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_9964176cb1d06d4a9deccf72a44ae3dc","Pkm Pelatihan Blended Learning Untuk Meningkatkan Kompetensi  \nGuru di Era Digital  \nSiti Raihan1, Wizerti Ariastuti Saleh2, Ratih Utami Ramadhaniati3, dan Saprizal4  \nUniversitas Negeri Makassar1,2,4  \nUniversitas Baturaja3  \nEmail: [sitiraihan@unm.ac.id](sitiraihan@unm.ac.id1)[1](sitiraihan@unm.ac.id1), [wizerti@unm.ac.id](wizerti@unm.ac.id2)[2](wizerti@unm.ac.id2), [ratihutamiramadhaniati@gmail.com](ratihutamiramadhaniati@gmail.com3)[3](ratihutamiramadhaniati@gmail.com3),  \n[saprizal1988@gmail.com](saprizal1988@gmail.com4)[4](saprizal1988@gmail.com4)  \nAbstrak  \nPelatihan blended learning bagi guru-guru Sekolah Dasar yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa dilatarbelakangioleh tuntutan transformasi digital pendidikan di era society 5.0 serta kesiapan sekolah mitra yang telah memiliki fasilitas penunjang memadai dan kemauan kuat untuk meningkatkan kompetensi digital. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran blended learning melalui pemanfaatan Google Classroom, Padlet, Canva, Kahoot!, dan Quizizz. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan workshop selama tiga hari dengan pendekatan experiential learning, meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru yang signifikan dengan rata-rata nilai pre-test 46,6 meningkat menjadi 87,5 pada post-test, serta nilai N-Gain antara 0,58 hingga 0,71 yang termasuk kategori sedanghingga tinggi. Seluruh 25 guru berhasil menghasilkan luaran berupa 25 kelas Google Classroom, 25 papan Padlet, 25 modul ajar Canva, dan 25 kuis interaktif Kahoot! dan Quizizz. Implikasi kegiatan ini adalah meningkatnya kepercayaan diri guru dalam mengelola blended learning serta terbentuknya komunitas belajar guru berbasis WhatsApp. Kesimpulannya, pelatihan blended learning efektif meningkatkan kompetensi guru dan berperan penting dalam mendukung sekolah bertransformasi menuju pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.  \nKata Kunci: pelatihan guru, blended learning, kompetensi guru, pembelajaran abad 21, perangkat pembelajaran digital  \nAbstract  \nBlended learning training for elementary school teachers who are members of the Timbuseng Teacher Working Group (KKG), Pattallassang District, Gowa Regency is motivated by the demands of digital transformation in education in the society 5.0 era as well as the readiness of partner schools that already have adequate supporting facilities anda strong willingness to improve digital competence. The aim of this activity is to improve teacher competence in managing blended learning through the use of Google Classroom, Padlet, Canva, Kahoot!, and Quizizz. The method used is a three-day training and workshop with an experiential learning approach, including preparation, implementation, as well as evaluation and mentoring stages. The results showed a significant increase in teacher competence with an average pre-test score of 46.6 increasing to 87.5 in the post-test, and NGain values ranging from 0.58 to 0.71 which are included in the medium to high category. All 25 teachers succeeded in producing outputs in the form of 25 Google Classroom classes,  \n25 Padlet boards, 25 Canva teaching modules, and 25 Kahoot! and Quizizz interactive quizzes. The implications of this activity are increased teacher confidence in managing blended learning and the formation of a WhatsApp-based teacher learning community. In conclusion, blended learning training is effective in improving teacher competence and plays an important role in supporting schools to transform towards inclusive and equitable education  \nKeywords: teacher training, blended learning, teacher competence, 21st century learning, digital learning tools  \nArticle Info  \nReceived date: 19th January 2026 Revised date: 20th April 2026 Published date: 28th April 2026  \nA. PENDAHULUAN  \nDokumen Guru adalah tenaga pendidik profesional yang memiliki tugas utama mend","cbCaijuO6G4Md6FV","https://ap.wps.com/l/cbCaijuO6G4Md6FV","pdf",534589,16,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Dokumen Guru dan pergeseran kompetensi di era 4.0–5.0\n## Blended learning sebagai kebutuhan mendesak\n## Google Classroom sebagai Learning Management System\n## Kebijakan digitalisasi dan motivasi KKG Timbuseng","[{\"question\":\"Apa tujuan pelatihan blended learning dalam kegiatan ini?\",\"answer\":\"Meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran blended learning melalui pemanfaatan Google Classroom, Padlet, Canva, Kahoot!, dan Quizizz.\"},{\"question\":\"Metode pelatihan apa yang digunakan dan berapa lama pelaksanaannya?\",\"answer\":\"Pelatihan dan workshop dilakukan selama tiga hari dengan pendekatan experiential learning, mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan pendampingan.\"},{\"question\":\"Bagaimana hasil peningkatan kompetensi guru setelah pelatihan?\",\"answer\":\"Kompetensi meningkat signifikan, dari rata-rata pre-test 46,6 menjadi 87,5 pada post-test, dengan nilai N-Gain 0,58 hingga 0,71 (kategori sedang hingga tinggi).\"},{\"question\":\"Luaran apa saja yang berhasil dihasilkan oleh para peserta?\",\"answer\":\"Sebanyak 25 guru menghasilkan luaran berupa 25 kelas Google Classroom, 25 papan Padlet, 25 modul ajar Canva, serta 25 kuis interaktif Kahoot! dan Quizizz.\"}]","Pkm Pelatihan Blended Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di Era Digital - Siti Raihan | PDF",6]