[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-233240-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-233240-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","emotional-development-and-self-awareness-in-early-childhood-discussion-material","Perkembangan Emosi dan Kesadaran Diri Pada Masa Kanak-Kanak Awal - Materi Pembahasan","","Materi membahas perkembangan sosioemosi pada masa kanak-kanak awal, dengan fokus pada keterkaitan perkembangan emosi, perkembangan moral, dan pengasuhan. Uraian menjelaskan bagaimana anak membangun pemahaman diri melalui inisiasi dan pengalaman, sekaligus mulai mengenali emosi serta atribut psikologis diri maupun orang lain. Materi juga menekankan pentingnya kesadaran diri dalam munculnya emosi sadar diri seperti bangga dan bersalah, serta pengaruh respons orang tua terhadap ekspresi emosional anak.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/emotional-development-and-self-awareness-in-early-childhood-discussion-material/233240/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/emotional-development-and-self-awareness-in-early-childhood-discussion-material/233240.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Aran","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Bagaimana anak usia dini membangun pemahaman diri pada tahun kedua kehidupan?","Question",{"text":62,"@type":63},"Anak membuat kemajuan besar melalui berbagai cara yang meningkatkan pemahaman dirinya, termasuk melalui pengenalan diri. Anak menggunakan kemampuan perseptual, motorik, kognitif, dan bahasa untuk mencoba serta berinisiasi, lalu membentuk cara memandang keberhasilan dan kesalahan.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Kapan emosi sadar diri seperti bangga dan bersalah mulai berkembang?",{"text":67,"@type":63},"Emosi sadar diri tidak tampak berkembang sampai kesadaran diri muncul pada usia sekitar 15 hingga 18 bulan. Pada tahun-tahun awal masa anak, emosi bangga dan bersalah menjadi lebih umum dan dipengaruhi respons orang tua terhadap perilaku anak.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Mengapa memahami emosi diri dan orang lain penting bagi perkembangan anak?",{"text":71,"@type":63},"Materi menjelaskan bahwa kemampuan memahami emosi diri dan orang lain mendahului kemajuan dalam teori pikiran. Keamanan dasar emosi membantu anak mengembangkan pemahaman yang lebih maju tentang perspektif orang lain serta meningkatkan cara anak berinteraksi secara sosial.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},233240,1790014123,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":128,"read_time":129},137455076865,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","PERKEMBANGAN SOSIOEMOSI PADAMASA KANAK-KANAK AWAL  \nDosen : Dr. Dina Diana Lucia., M.PSi  \n| Azka DwiWaluyojati Fitri Yanti\u003Cbr>Satrio Arif Wicaksana Yemima Zidky E.H. | 2024090039\u003Cbr>2424090082\u003Cbr>2424090113\u003Cbr>2424090025 |\n| --- | --- |\n\nMATERI PEMBAHASAN  \nPerkembangan Emosi  Perkembangan Moral  Pengasuhan  \nPerk embangan Emosi  \nDI RI SENDI RI  \nPada tahun k edua k e hi dupan, anak membuat kemajuan besar mela lui berbagai cara seh ingga meningkatkan pemahaman diri  \ndal am  \npengenalan diri  \n1 . Inis iasi vs Kesalah an  \nTahapan ini terja di pada anak-anak usia d ini.  \n Mereka yak in memil iki hak dan mul ai memikirk an ak an ja di orang seperti apa.  \n Mereka mengidentif ikasi d iri secara intens dengan orang tua mereka, yang sering kali tampak seb agai sosok yang kuat dan tampan, meskipun sering kali tida k masuk a kal, tidak menyenangkan, dan terk adang bahkan berbahaya.  \n Anak menggunakan kemampuan perseptual, motorik, k ognitif, dan bahasa merek a untuk membuat sesuatu terja di.  \n Mereka memil iki kele bi han energi sehingga mudah melupakan kegagalandengan cepat dan mende kati area baru yang diingink an.  \n Dengan inisiatif nya mereka bergerak ke dunia yang le bih luas seh ingga mela lui inisiasi d an antusiasmenya, mereka tida k hanya mendapat penghargaan tetapi juga rasa bersalah yang menurunkan percaya diri  \n2. Memahami Di ri Sendiri dan Orang lain  \nStudi terbaru membuktikan bahwa anak usia dini le bih perhatian secara psiko logis mengenai d irinya dan orang lain. Kesad aran psiko logis ini mencerminkan perluasan k ecanggihan psiko logis.  \nPemahaman Di ri Sendiri  \n Dalam potret masa kanak-kanak awal mili k Erikson, anak kecil sudah mulaije las mengembangkan pemahaman diri, yak ni representasi diri, hak ikat dan isi dari konsepsi d iri.  \n Pemahaman diri awal meli batkan pengenalan diri.  \n Pada masa kanak-kanak, anak usia d ini berpikir mereka dapat mendeskripsik an mela lui karakteristik material seperti u kuran, warna, bentuk dan merekamembed akan dirinya d engan orang lain mela lui atribut fisik dan material sertaaktivitas fisik.  \n Usia 4 - 5 tahun saat mendengar orang lain menggunakan kata yang menggambark an ciri psiko logis dan emosi, mereka memasukkannya k e d alam desk ripsi d iri send iri.  \nDesk ripsi d iri anak biasanya positif dan tidak realistis  \n Mereka mengekspresikan optimisme karena bel um bisa membed akan antara kemampuan yang diinginkan dengan yang sebenarnya, cenderung mencampuradu kkan antara kemampuan d an usaha (berpik ir dapat diubah semuda h perbed aan usaha), tidak terlibat d alam perbandingan sosi al spontanatas k emampuan mereka dengan k emampuan orang lain, dan cenderung membandingkan kemampuan mereka saat i ni dengan yang mereka la ku kan diusia sebel umnya. Penilaian berle bih an terh adap atribut mereka membantu mel indungi anak dari evaluasi d iri yang negatif.  \n Terdapat variasi individual dal am konsep diri anak kecil d an terdapat peningkatan bukti bahwa beberapa anak rentan terh adap atribut diri negatif.  \n Dal am studi penelitian terkini, kemampuan anak kecil untuk memahami emosi mereka dan orang lain mendah ului kemajuan dal am teori pik iran mereka.  \n Studi ini menunj ukkan pemah aman dasar emosi anak usia dini le bih baikmemungkinkan mereka mengembangkan pemahaman yang le bih maju tentang perspektif orang lain.  \nh  \ni  \nAnak usia d ini mengalami kemajuan dal am memahami orang lain dan memili ki kapasitas mempelajari orang lain.  \n Mereka memahami orang lain memili ki emosi d an k einginan  \n Pad a usia 4-5 tahun, mereka tida k hanya mendeskripsik an d irinya dal am sifat psiko logis namun mul ai memahami orang lain d alam ketentuan psiko logis  \n Saat mereka beranjak dewasa, anak-anak perlu mengembangkan pemahaman bahwa orang tidak sel alu memberik an laporan a kurat tentang keyakinan mereka.  \n Studi juga menunju kkan ba hwa anak usia 5 tahun le bih percaya pada pendapat ahli di banding anak usia 3 tahun. Dal am kond isi lain, anak usia sekolah le bih percaya p","cbCaisqpd5LgHS2O","https://ap.wps.com/l/cbCaisqpd5LgHS2O","pdf",2416388,36,"Indonesian","# Materi Pembahasan\n## Perkembangan Emosi\n## Inisiasi vs Kesalahan\n## Memahami Diri Sendiri dan Orang lain\n## Perkembangan Emosi: Mengekspresikan Emosi\n## Perkembangan Emosi: Memahami Emosi","[{\"question\":\"Bagaimana anak usia dini membangun pemahaman diri pada tahun kedua kehidupan?\",\"answer\":\"Anak membuat kemajuan besar melalui berbagai cara yang meningkatkan pemahaman dirinya, termasuk melalui pengenalan diri. Anak menggunakan kemampuan perseptual, motorik, kognitif, dan bahasa untuk mencoba serta berinisiasi, lalu membentuk cara memandang keberhasilan dan kesalahan.\"},{\"question\":\"Kapan emosi sadar diri seperti bangga dan bersalah mulai berkembang?\",\"answer\":\"Emosi sadar diri tidak tampak berkembang sampai kesadaran diri muncul pada usia sekitar 15 hingga 18 bulan. Pada tahun-tahun awal masa anak, emosi bangga dan bersalah menjadi lebih umum dan dipengaruhi respons orang tua terhadap perilaku anak.\"},{\"question\":\"Mengapa memahami emosi diri dan orang lain penting bagi perkembangan anak?\",\"answer\":\"Materi menjelaskan bahwa kemampuan memahami emosi diri dan orang lain mendahului kemajuan dalam teori pikiran. Keamanan dasar emosi membantu anak mengembangkan pemahaman yang lebih maju tentang perspektif orang lain serta meningkatkan cara anak berinteraksi secara sosial.\"}]","Perkembangan Emosi dan Kesadaran Diri Pada Masa Kanak-Kanak Awal - Materi Pembahasan | PDF",1789076512,13]