[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-168132-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":74,"doc-detail-168132-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":67,"head_meta":69,"extra_data":71,"updated_unix":73},113,"id","environmental-conservation-with-ai-in-the-language-death-era-the-dangers-of-ai-technology-to-ecology","Penyelamatan Lingkungan dengan AI di Era Kematian Bahasa - Bahaya Teknologi AI Terhadap Ekologi","","Makalah ini membahas dampak karakter megamesin dan efek simulakra yang ditimbulkan teknologi AI terhadap kemanusiaan dan lingkungan. Megamesin dipandang mendorong keterasingan, kesesuaian, eksploitasi, dehumanisasi, serta perusakan lingkungan karena berorientasi pada efisiensi dan kontrol. Melalui konsep Baudrillard, simulakra dan hyperreality dapat menciptakan persepsi terdistorsi tentang alam sehingga memutus keterhubungan manusia dengan lingkungan serta mengurangi perhatian pada kerusakan ekologis. Penulis juga menawarkan langkah revitalisasi bahasa dengan pemanfaatan AI secara ekolinguistik-ekodigital dan komputasional untuk mendukung environment sustainability.",{"@graph":14,"@context":66},[15,34,49],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/environmental-conservation-with-ai-in-the-language-death-era-the-dangers-of-ai-technology-to-ecology/168132/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"author":36,"headline":10,"publisher":39,"fileFormat":42,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":43,"datePublished":43,"encodingFormat":42,"isAccessibleForFree":44,"interactionStatistic":45},"DigitalDocument",{"name":37,"@type":38},"Seraphina","Person",{"url":19,"name":40,"@type":41},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document","2026-09-01",true,{"@type":46,"interactionType":47,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":48},"ViewAction",{"@type":50,"mainEntity":51},"FAQPage",[52,58,62],{"name":53,"@type":54,"acceptedAnswer":55},"Apa yang dimaksud megamesin dan bagaimana kaitannya dengan kerusakan lingkungan?","Question",{"text":56,"@type":57},"Megamesin adalah sistem sosial-budaya terpusat yang dikendalikan organisasi hierarkis berskala besar. Fokusnya pada efisiensi, produktivitas, dan kontrol mendorong dehumanisasi serta perusakan lingkungan.","Answer",{"name":59,"@type":54,"acceptedAnswer":60},"Bagaimana simulakra dan hyperreality dapat memengaruhi kesadaran serta kepedulian ekologis?",{"text":61,"@type":57},"Simulakra membuat masyarakat sulit membedakan yang asli dan replika sehingga persepsi tentang alam menjadi terdistorsi. Kondisi ini dapat menimbulkan keterputusan dengan alam dan mengurangi perhatian serta tindakan terhadap kerusakan ekologis.",{"name":63,"@type":54,"acceptedAnswer":64},"Langkah apa yang ditawarkan penulis untuk penyelamatan bahasa dan lingkungan dengan AI?",{"text":65,"@type":57},"Penulis mengusulkan pemanfaatan AI untuk digitalisasi dan revitalisasi bahasa melalui pendekatan ekolinguistik-ekodigital serta kajian komputasional bahasa. Revitalisasi tersebut diharapkan memfasilitasi interaksi bahasa manusia-komunitas dan manusia-alam agar mendukung ketahanan lingkungan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":68,"og:title":10,"og:site_name":40,"og:description":12},"article",{"robots":70,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":72,"site_id":7},168132,1788225615,{"code":4,"msg":75,"data":76},"success",[77,81,85,89,93,97,101,105],{"id":78,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":79,"show_sort_weight":4,"slug":80},178,"Faktur","faktur",{"id":82,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":83,"show_sort_weight":4,"slug":84},192,"Formulir","formulir-192",{"id":86,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":87,"show_sort_weight":4,"slug":88},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":90,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":4,"slug":92},179,"Poster","poster",{"id":94,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":4,"slug":96},176,"Presentasi","presentasi",{"id":98,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":4,"slug":100},177,"Resume","resume",{"id":102,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":4,"slug":104},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":106,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":107},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":75,"data":109},{"doc_id":72,"user_id":110,"nickname":37,"user_avatar":111,"doc_module":22,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":117,"language":118,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":12,"update_tm":73,"read_time":33},962075114101,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/e000253a75eb197efd?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1780044092746381165","PENYELAMATAN LINGKUNGAN DENGAN AI DI ERA KEMATIAN BAHASA (Sustaining the Environment by Using AI in Death Language Era)\nJulhelmi Erlanda1\n1STAI UISU Pematang siantar\nAbstrak:  karakter megamesin dan efek simulakra yang diakibatkan dari teknologi berdampak sangat signifikan terhadap kemanusiaan dan lingkungan. Efek gabungan dari 2 terma tersebut adalah kesadaran konsumerisme manusia dan keterpisahan manusia dengan alam secara langsung. Keterpisahan manusia dengan alam terlihat jelas melalui fenomena tergerusnya budaya dan bahasa lokal. Budaya bahasa lokal yang kaya akan pengetahuan kealaman/ natural knowledge tersebut semakin punah. Kepunahan bahasa ini tentu saja meningkatkan ancaman terhadap ekosistem. Oleh karena itu, makalah ini lalu menjelaskan dampak buruk kemunculan AI terhadap lingkungan tersebut. sebagai sebuah language model, AI bisa menciptakan trend bahasa baru yang mendukung kepunahan bahasa. Meskipun demikian penulis juga memberikan serangkaian langkah konkrit pemanfaatan AI sebagai upaya digitalisasi bahasa. Dengan pendekatan ekolinguistik-ekodigital dan melalui kajian komputasional bahasa, AI diharapkan berkontribusi terhadap penyelamatan bahasa. Dengan langkah revitalisasi bahasa tersebut, interaksi bahasa manusia-manusia dalam komunitas, manusia dengan alam lebih terfasilitasi dengan baik. Hubungan interaksi tersebut dianggap menjamin ketahanan lingkungan/ environment sustainability.\nKata Kunci: Kecerdasan buatan, ekodigital, ekolinguistic, revitalisasi bahasa, linguistik komputasi, simulakrum, megamesin.\nBahaya Teknologi AI Terhadap Ekologi\nKemunculan teknologi memiliki dampak yang telah banyak diprediksi oleh para filsuf. Salah seorang filsuf sekaligus sejarawan, Lewis Mumford pernah memprediksi tentang dampak teknologi terhadap ekologi. Mumford mengenalkan sebuah konsep yang disebut sebagai megamesin. megamachine adalah sistem sosial dan budaya yang dikendalikan terpusat oleh  sistem organisasi hierarkis berskala besar. Sistem kendali pemerintahan ini  memanfaatkan kekuatan teknologi untuk mencapai tujuannya. Mumford berpendapat bahwa megamesin bertanggung jawab atas perkembangan masyarakat dan peradaban berskala besar.  Peradaban megamesin ini memiliki sisi gelap. Peradaban megamesin bisa menciptakan necropolis.\nNekropolis adalah kota mati yang yang tak lagi layak huni. Kelayakannya hilang akibat dari perpaduan antara perusakan alam dan dehumanisasi. Dimana tanah air dan udaranya tercemar dan kehidupan manusia yang terdegradasi. Peradaban yang rusak ini diakibatkan oleh  karakter megamesin yang  hanya berfokus pada efisiensi, produktivitas, dan kontrol. Fokus karakter seperti ini pasti mengarah pada penghancuran lingkungan alam dan penindasan kebebasan dan kreativitas individu. Beberapa ciri kemanusiaan yang disebabkan oleh megamachine antara lain:\nKeterasingan: Megamesin menciptakan rasa keterasingan di antara individu, karena mereka terputus dari alam dan satu sama lain. Fokus pada efisiensi dan produktivitas mengarah pada dehumanisasi kerja dan hilangnya koneksi ke aspek kehidupan yang kreatif dan bermakna.\nKesesuaian: Megamesin mempromosikan kesesuaian di antara individu, karena mereka diharapkan mematuhi aturan dan regulasi sistem. Hal ini dapat menghambat kreativitas dan individualitas, karena orang tidak disarankan untuk mengungkapkan perspektif dan ide unik mereka.\nEksploitasi: Megamesin menciptakan sistem eksploitasi, di mana beberapa individu atau kelompok diistimewakan atas yang lain. Hal ini dapat menyebabkan ketidaksetaraan sosial dan ekonomi, karena beberapa orang tidak diberi akses ke sumber daya dan peluang dasar.\nDehumanisasi: Megamesin dapat menyebabkan dehumanisasi individu, karena mereka direduksi menjadi roda penggerak dalam sistem. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya empati dan kasih sayang terhadap orang lain, karena orang menjadi fokus pada kebutuhan dan tujuan mereka sendiri.\nPerusakan lingkungan: Megamesin sering mengarah pada perusakan lingkungan alam, karena memprioritaskan prod","cbCaiemRbLS8Wbs8","https://ap.wps.com/l/cbCaiemRbLS8Wbs8","docx",77883,12,"Indonesian","# Abstrak\n## Dampak megamesin terhadap kemanusiaan dan ekologi\n## Simulakra, hyperreality, dan posttruth\n## Usulan revitalisasi bahasa berbasis AI","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud megamesin dan bagaimana kaitannya dengan kerusakan lingkungan?\",\"answer\":\"Megamesin adalah sistem sosial-budaya terpusat yang dikendalikan organisasi hierarkis berskala besar. Fokusnya pada efisiensi, produktivitas, dan kontrol mendorong dehumanisasi serta perusakan lingkungan.\"},{\"question\":\"Bagaimana simulakra dan hyperreality dapat memengaruhi kesadaran serta kepedulian ekologis?\",\"answer\":\"Simulakra membuat masyarakat sulit membedakan yang asli dan replika sehingga persepsi tentang alam menjadi terdistorsi. Kondisi ini dapat menimbulkan keterputusan dengan alam dan mengurangi perhatian serta tindakan terhadap kerusakan ekologis.\"},{\"question\":\"Langkah apa yang ditawarkan penulis untuk penyelamatan bahasa dan lingkungan dengan AI?\",\"answer\":\"Penulis mengusulkan pemanfaatan AI untuk digitalisasi dan revitalisasi bahasa melalui pendekatan ekolinguistik-ekodigital serta kajian komputasional bahasa. Revitalisasi tersebut diharapkan memfasilitasi interaksi bahasa manusia-komunitas dan manusia-alam agar mendukung ketahanan lingkungan.\"}]","Penyelamatan Lingkungan dengan AI di Era Kematian Bahasa - Bahaya Teknologi AI Terhadap Ekologi | DOCX"]