[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-237421-113":41,"doc-detail-237421-id":118},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":111,"head_meta":113,"extra_data":115,"updated_unix":117},113,"id","use-of-social-media-as-teaching-materials-for-written-language-skills-based-on-brainstorming","PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA SEBAGAI BAHAN AJAR WRITTEN LANGUAGE SKILLS BERBASIS CURAH PENDAPAT","","Penelitian ini bertujuan menemukan materi pembelajaran yang tepat untuk pengajaran Written Language Skills (Reading & Writing) melalui penggunaan teks dari media sosial serta penerapan metode curah pendapat. Curah pendapat digunakan untuk menampung gagasan spontan tanpa sikap menghakimi, baik secara individual maupun kelompok. Proses pembelajaran menunjukkan mahasiswa mengalami kesulitan mengembangkan ide saat menulis serta merasa bosan dengan bahan ajar konvensional yang monoton dan minim visual. Melalui review dan validasi pakar serta mahasiswa, bahan ajar yang dikembangkan terbukti meningkatkan minat belajar dan interaksi mahasiswa sebesar 87%.",{"@graph":51,"@context":110},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/use-of-social-media-as-teaching-materials-for-written-language-skills-based-on-brainstorming/237421/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/use-of-social-media-as-teaching-materials-for-written-language-skills-based-on-brainstorming/237421.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Quinn Holloway","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102,106],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa tujuan utama penelitian ini?","Question",{"text":96,"@type":97},"Menemukan materi pembelajaran yang tepat untuk pengajaran Written Language Skills (Reading & Writing) dengan memanfaatkan teks dari media sosial dan metode curah pendapat.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Masalah apa yang ditemukan pada mahasiswa saat membaca dan menulis?",{"text":101,"@type":97},"Mahasiswa tidak dapat mengembangkan ide ketika menulis dan merasa bosan dengan materi yang konvensional.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Bagaimana bahan ajar dikembangkan dan divalidasi?",{"text":105,"@type":97},"Bahan ajar dikembangkan melalui review dan validasi pakar serta mahasiswa.",{"name":107,"@type":94,"acceptedAnswer":108},"Seberapa besar peningkatan minat belajar dan interaksi mahasiswa?",{"text":109,"@type":97},"Bahan ajar yang dikembangkan berhasil meningkatkan minat belajar dan interaksi mahasiswa sebesar 87%.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":112,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":114,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":116,"site_id":44},237421,1789112306,{"code":4,"msg":5,"data":119},{"doc_id":116,"user_id":120,"nickname":76,"user_avatar":121,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":122,"file_id":123,"file_url":124,"file_type":125,"file_size":126,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":127,"language":128,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":129,"faqs":130,"seo_title":131,"seo_description":49,"update_tm":117,"read_time":67},2336474466712,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA SEBAGAI BAHAN AJAR WRITTEN LANGUAGE SKILLS BERBASIS CURAH PENDAPAT  \nRita Suswati, Citra Anggia Putri, Ade Aini Nuran  \nUniversitas Negeri Medan  \nEmail: [rita.suswati@gmail.com](rita.suswati@gmail.com)  \nAbstrak : Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk menemukan materi pembelajaran yang tepat dalam pengajaran Written Language Skills (Reading &Writing), dengan menggunakanteks dari media social dan metode curah pendapat. Curah pendapat merupakan tehnik penyelesaian yang bisa digunakan baik secara individual maupun kelompok, mencakuppencatatan gagasan-gagasan yang terjadi spontan dengan cara tidak menghakimi. Berdasarkan proses pembelajaran dikelas, ditemukan beberapa permasalahan yang dilakukan mahasiswaketika menulis dan membaca: (1) mahasiswa tidak bisa mengembangkan ide ketika menulis,(2) mahasiswa bosan dengan materi yang konvensional. Ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini; (1) bahan ajar yang tidak kekinian (2) bahan ajar yang monoton, penuh dengan nasaridan kurangnya visual gambar. Bahan ajar dikembangkan melalui review dan validasi pakardan mahasiswa. Penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang telah dikembangkan berhasil meningkatkan minat belajar dan interaksi mahasiswa sebesar 87% . Tujuan akhir penelitian ini adalah untuk mengivestigasi pembelajaran written language skills dengan metode curahpendapat dengan R&D dan menginovasi bahan ajar written language skills.  \nKata kunci : social media, metode curah pendapat, bahan ajar written language skills  \nMembaca dan menulis merupakan keterampilan bahasa yang harus dikuasai mahasiswa. Membaca merupakan proses pemahaman dari yang kita lihat atau baca. Dengan membacamahasiswa akan mengekstrak makna dari wacana atau teks bacaannya.(Harmer; 199) .  \nReading is generally perceived as the process of recognition and comprehension of written or printed materials. University students are expected to read critically to understand and connect the information in the text thoroughly as well as to help them discover knowledge from the text. Critical reading demands students to make judgments about what they read; as critical readers, therefore, they should know not only what the text says but also how the author expresses the various uniqueness of the text. When the students read critically, they should be able to evaluate, synthesize, and analyze texts which might be reflected by restating, describing, and interpreting the content of the text. Richards and Schmidt (2002, p. 134)  \nUntuk bisa menguasai keterampilan ini dibutuhkan bukan hanya metode tetapi jugabahan ajar yang kekinian. Bentuk bahan ajar yang kekinian beragam banyaknya. Penggunaan social media telah menjadi trend tahun 2010-an. Berdasarkan data tahunan mengenai sosial media yang digunakan pendidikan tinggi ditahun 2013 dan disurvey oleh Pearson Learning  \nSolutions dan Babson Survey Research Group, penggunaan social media telah tumbuh 21% dari tahun 2012 ke tahun 2013 di United States. Selama tiga tahun berturut-turut, respondent melaporkan peningkatan impact komunikasi digital ada hubungannya dengan komunikasidengan mahasiswa. Persentasi penggunaan social media secara pribadi, budaya belajar dalam menulis bahasa Inggris. Untuk pengajaran meningkat menjadi 70% dan kebutuhan pribadimenjadi 41% . Wikis dan Blogs merupakan aplikasi dan web yang paling banyak diaksessepanjang tahun, sedangkan Facebook dipakai untuk kebutuhan pribadi.  \nDalam pengajaran di bahasa Inggris, penggunaan social media telah berkembang sepanjang masa. Wikis, Forums atau Blogs telah banyak digunakan untuk kolaborasi menulis, memfasilitasi proses menulis, FB sebagai budaya belajar bahasa Inggris telah dikembangkandalam penelitian, juga dalam diskusi. Penggunaan you tube juga tidak ketinggalan, merupakan kebutuhan hamper semua orang, mulai dari ank kecil hingga pengajar. Karenya pengaruh social media dalam pengajaran bahasa Inggris tidak bisa lagi diabaikan. Adapun bentuk social media yang dipilih untuk instrument pene","cbCaivVyJvYi81QG","https://ap.wps.com/l/cbCaivVyJvYi81QG","pdf",316900,10,"Indonesian","# Abstrak\n## Latar belakang dan tujuan\n## Permasalahan pembelajaran\n## Pengembangan bahan ajar\n## Hasil dan kontribusi\n# Kajian teori\n## Membaca dan kemampuan reading kritis\n## Kebutuhan bahan ajar kekinian\n## Tren penggunaan social media dalam pembelajaran\n# Desain dan penerapan dalam penelitian","[{\"question\":\"Apa tujuan utama penelitian ini?\",\"answer\":\"Menemukan materi pembelajaran yang tepat untuk pengajaran Written Language Skills (Reading \\u0026 Writing) dengan memanfaatkan teks dari media sosial dan metode curah pendapat.\"},{\"question\":\"Masalah apa yang ditemukan pada mahasiswa saat membaca dan menulis?\",\"answer\":\"Mahasiswa tidak dapat mengembangkan ide ketika menulis dan merasa bosan dengan materi yang konvensional.\"},{\"question\":\"Bagaimana bahan ajar dikembangkan dan divalidasi?\",\"answer\":\"Bahan ajar dikembangkan melalui review dan validasi pakar serta mahasiswa.\"},{\"question\":\"Seberapa besar peningkatan minat belajar dan interaksi mahasiswa?\",\"answer\":\"Bahan ajar yang dikembangkan berhasil meningkatkan minat belajar dan interaksi mahasiswa sebesar 87%.\"}]","PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA SEBAGAI BAHAN AJAR WRITTEN LANGUAGE SKILLS BERBASIS CURAH PENDAPAT | PDF"]