[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-219681-113":41,"doc-detail-219681-id":118},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":111,"head_meta":113,"extra_data":115,"updated_unix":117},113,"id","development-of-training-model-emotional-management-for-early-childhood-research-article","Pengembangan Model Pelatihan - Pengelolaan Emosi Anak Usia Dini - Artikel Hasil Penelitian","","Penelitian ini bertujuan menemukan (1) gambaran pelaksanaan pembelajaran dalam pelatihan pengelolaan emosi anak usia dini yang diterapkan saat ini, (2) gambaran model pelatihan pengelolaan emosi usia dini yang bersifat hipotetik, dan (3) deskripsi model operasional pelatihan tersebut. Penelitian menggunakan development research mengacu ADDIE, namun hanya melalui fase analysis, design, dan development. Produk akhir berupa model pelatihan pengelolaan emosi dan paket pembelajaran CERIA (Cerdaskan Emosi Anak). Hasil menunjukkan validitas model oleh ahli dan uji operasional dengan tingkat penerimaan 94%, didukung respons positif guru pada angket.",{"@graph":51,"@context":110},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/development-of-training-model-emotional-management-for-early-childhood-research-article/219681/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/development-of-training-model-emotional-management-for-early-childhood-research-article/219681.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Valentina","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document","2026-09-21","2026-09-08",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102,106],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa tujuan utama penelitian tentang pengelolaan emosi anak usia dini?","Question",{"text":96,"@type":97},"Penelitian bertujuan memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran saat ini, membangun model pelatihan hipotetik, serta mendeskripsikan model operasional pelatihan pengelolaan emosi anak usia dini.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana desain pengembangan model yang digunakan dalam penelitian?",{"text":101,"@type":97},"Penelitian memakai development research yang mengacu pada model ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation), tetapi hanya dilakukan sampai tiga fase: analysis, design, dan development.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Apa produk akhir yang dihasilkan dari penelitian?",{"text":105,"@type":97},"Produk akhir berupa model pelatihan pengelolaan emosi anak usia dini dan paket pembelajaran berupa Modul CERIA (Cerdaskan Emosi Anak).",{"name":107,"@type":94,"acceptedAnswer":108},"Bagaimana hasil validasi dan penerimaan model pelatihan?",{"text":109,"@type":97},"Model hipotetik dinyatakan valid oleh para ahli, sedangkan model operasional memenuhi kriteria penerimaan dengan hasil penerimaan 94%, didukung respons positif guru pada angket.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":112,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":114,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":116,"site_id":44},219681,1790007390,{"code":4,"msg":5,"data":119},{"doc_id":116,"user_id":120,"nickname":76,"user_avatar":121,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":122,"file_id":123,"file_url":124,"file_type":125,"file_size":126,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":127,"language":128,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":129,"faqs":130,"seo_title":131,"seo_description":49,"update_tm":132,"read_time":133},13056703020460,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253dac470eee5d?_k=1778207105932848923","PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN\nPENGELOLAAN EMOSI ANAK USIA DINI\nARTIKEL HASIL PENELITIAN\nA. TIEN ASMARA PALINTAN\nPROGRAM PASCASARJANA\nPROGRAM STUDI ADMINISTRASI KEKHUSUSAN PAUD\nUNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR\n2016\nPENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN PENGELOLAAN EMOSI ANAK USIA DINI\nA.Tien Asmara Palintan\nMahasiswa S2 Pendidikan Anak Usia dini\ne-mail: \u0013 HYPERLINK \"mailto:tienasmara@gmail.com\" \u0014tienasmara@gmail.com\u0015\nAbstract: The study aimed at discovering (1) the description of learning implementation on emotional management training of early childhood conducted nowadays, (2) the description of emotional management training hypothetical model on early childhood, and (3) the description of operational model on emotional management training of early childhood. The study employed development research which referred to ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation): however, the study consisted only three phases, namely analysis, design and development. The final product of the study was emotional management training model of early childhood and learning package in the form of CERIA Module (Cerdaskan Emosi Anak). The result of the study revealed that; (1) the learning implementation of emotional management of early childhood conducted in the field found that the preschool teacher felt difficulties in developing emotional aspect of children. Learning process in the classroom was monotonous toward in one development aspect only. However, the learning implemented was less capability for the children in managing their own emotional. (2) The hypothetic model of emotional management training of early childhood in the form of training design and Module “CERIA” was confirmed as valid by the experts. (3) Operational model of emotional management training of early childhood had met the accepted criteria based on acceptability result obtained 94%. The effectiveness of model trials based on the admission filling teacher’s responses questionnaire with teacher’s positive response on the model developed.\nKeyword: emotional management, early childhood, training\nSetiap anak menjalani masa pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik, kognitif, sosial, moral, bahasa, termasuk juga perkembangan emosinya. Masa tersebut dimulai sejak tahapan usia dini, fase yang sangat potensial bagi seorang anak untuk mengembangkan seluruh kemampuannya. Oleh karena itu, dianggap penting untuk memberikan perhatian khusus terhadap fase ini, baik bagi pendidik di sekolah maupun orang tua di rumah. Alasan ini diperkuat dengan adanya jaminan negara yang tertuang pada Permendiknas Nomor 58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini yang menyatakan bahwa negara melaksanakan pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.\nKesiapan ataupun rangsangan yang diberikan kepada anak tidak hanya pada aspek kemampuan kognitif atau inteligensinya saja, tetapi juga dari aspek perkembangan emosi. Pandangan lama mempercayai bahwa tingkat inteligensi (IQ) atau kecerdasan intelektual merupakan faktor yang sangat menentukan dalam meraih prestasi belajar atau dalam meraih kesuksesan dalam hidup. Menurut pandangan kontemporer, kesuksesan hidup seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, melainkan  kecerdasan emosi (Goleman, 2007), karena itu potensi kesuksesan anak dapat distimulasi salah satunya melalui pengelolaan emosi yang tepat. Kecerdasan emosi selayaknya secara terencana diintegrasikan dalam PAUD.\nAspek emosi anak sudah mulai berkembang sejak usia dini, namun anak belum mampu mengolahnya dengan baik, sehingga anak lebih rentan untuk mengalami berbagai gangguan baik fisik maupun psikologis. Gangguan psikologis seperti kecemasan, stress, frustasi, agresivitas, perilaku anarkis, dan gangguan emosi lain semakin meningkat.\nAkhir-akh","cbCaiq6uWBekVazC","https://ap.wps.com/l/cbCaiq6uWBekVazC","docx",52904,23,"Indonesian","# PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN\n## Pengelolaan Emosi Anak Usia Dini\n## Metode dan Desain Penelitian (ADDIE)\n## Produk: Model Pelatihan dan Modul CERIA\n## Hasil dan Temuan Utama","[{\"question\":\"Apa tujuan utama penelitian tentang pengelolaan emosi anak usia dini?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran saat ini, membangun model pelatihan hipotetik, serta mendeskripsikan model operasional pelatihan pengelolaan emosi anak usia dini.\"},{\"question\":\"Bagaimana desain pengembangan model yang digunakan dalam penelitian?\",\"answer\":\"Penelitian memakai development research yang mengacu pada model ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation), tetapi hanya dilakukan sampai tiga fase: analysis, design, dan development.\"},{\"question\":\"Apa produk akhir yang dihasilkan dari penelitian?\",\"answer\":\"Produk akhir berupa model pelatihan pengelolaan emosi anak usia dini dan paket pembelajaran berupa Modul CERIA (Cerdaskan Emosi Anak).\"},{\"question\":\"Bagaimana hasil validasi dan penerimaan model pelatihan?\",\"answer\":\"Model hipotetik dinyatakan valid oleh para ahli, sedangkan model operasional memenuhi kriteria penerimaan dengan hasil penerimaan 94%, didukung respons positif guru pada angket.\"}]","Pengembangan Model Pelatihan - Pengelolaan Emosi Anak Usia Dini - Artikel Hasil Penelitian | DOCX",1788879278,8]