[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-detail-237491-id":41,"doc-seo-237491-113":63},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":5,"data":42},{"doc_id":43,"user_id":44,"nickname":45,"user_avatar":46,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":48,"doc_content":49,"file_id":50,"file_url":51,"file_type":52,"file_size":53,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":54,"language":55,"language_code":56,"site_id":57,"html_lang":56,"table_of_contents":58,"faqs":59,"seo_title":60,"seo_description":48,"update_tm":61,"read_time":62},237491,4398048949847,"Eliana","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002536579ef2da7f?_k=1778318612642679267","PENGARUH WAZAN TERHADAP PEMBENTUKAN MAKNA LEKSIKAL ISIM DALAM PUISI \"MU‘ALLAQAT\" KARYA IMRU’AL-QAIS","Penelitian ini mengkaji pengaruh pola morfologi, khususnya wazan, dalam pembentukan makna leksikal pada bentuk isim dalam puisi klasik Arab Mu‘allaqat karya Imru’ al-Qais. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, analisis menyoroti bagaimana perubahan pola kata dari akar yang sama menghasilkan pergeseran interpretasi semantik. Setiap isim diklasifikasikan berdasarkan pola, lalu dianalisis terkait makna leksikal, fungsi simbolik, dan kontribusi estetis. Temuan menegaskan pentingnya pendekatan morphosemantic untuk mengungkap ekspresi puitis berlapis.","Muthalaah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab  \nDOI: [https://doi.org/xxxx-xxxx](https://doi.org/xxxx-xxxx)  \nPENGARUH WAZAN TERHADAP PEMBENTUKAN MAKNA LEKSIKAL ISIM DALAM PUISI “MU‘ALLAQAT” KARYA  \nIMRU’AL-QAIS  \nYumna Fathiyah Nabilah  \nUniversitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia [Corresponding E-mail:](Corresponding E-mail: yumnaft01@gmail.com)[ ](Corresponding E-mail: yumnaft01@gmail.com)[yumnaft01@gmail.com](Corresponding E-mail: yumnaft01@gmail.com)  \n\n| ABSTRACT |  |\n| --- | --- |\n| This study explores the influence of morphological patterns, specifically wazan, on the formation of lexical meanings in nominal forms within the classical Arabic poem Mu‘allaqat by Imru’ al-Qais. Employing a qualitative approach through library research, the analysis centers on how changes in word patterns derived from common roots significantly alter semantic interpretations. The research aims to demonstrate that the poet’s use of specific morphological structures is not arbitrary but deliberate, enhancing both linguistic depth and poetic effect. Data is drawn from the original text of Mu‘allaqat, focusing particularly on nominal forms (nouns) and their morphological transformations. Each noun is classified by its pattern, and then analyzed in terms of lexical meaning, symbolic function, and aesthetic contribution within the poem. Patterns such as fa‘īl, maf‘ūl, fā‘il, and maf‘il are shown to play crucial roles in expressing concepts like agency, passivity, attributes, tools, and locations. The findings reveal that the poet’s mastery of morphological patterns allows him to communicate complex emotions, vivid imagery, and symbolic messages. The analysis confirms that understanding word patterns is vital in interpreting classical Arabic poetry, as these forms shape not only grammatical functions but also deeper literary meanings. This study advocates for the application of morphosemantic approaches in analyzing classical texts to uncover multi-layered poetic expressions.\u003Cbr>Keywords: Morphology, Nominal Pattern, Classical Arabic Poetry |  |\n| | This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license |\n\nPendahuluan  \nBahasa Arab dikenal sebagai salah satu bahasa yang memiliki sistem morfologi (tashrif) yang sangat kompleks dan kaya. Dalam bahasa Arab, pembentukan kata tidak hanya berkutat pada akar kata (fi’il), tetapi juga sangatdipengaruhi oleh pola atau bentuk kata yang disebut wazan. Wazan tidak hanyamenentukan bentuk lahiriah kata, tetapi juga membawa konsekuensi makna yang spesifik, terutama pada kata benda (isim). (Cholsy, 2015)  \nWazan merupakan pola tertentu yang diterapkan pada akar kata (jidzr) dalam bahasa Arab untuk membentuk kata turunan. Setiap wazan memiliki fungsi morfologis dan semantis yang khas. Misalnya, akar kata ب - ت -ك (k-t-b) yang memiliki makna dasar \"menulis\" dapat berubah menjadi كاتب (kātib), مكتوب(maktūb), atau كتاب (kitāb) dengan makna yang sangat berbeda sesuai wazanyang digunakan.  \nContoh:  \nكاتب (kātib) → pelaku penulisan (penulis) → Wazan فاعلمكتوب (maktūb) → sesuatu yang ditulis (tertulis) → Wazan مفعولكتاب (kitāb) → hasil tulisan (buku) → Wazan فِعَ ال  \nPuisi Arab klasik merupakan ladang subur untuk mengkaji dinamika pembentukan makna melaluiwazan. Salah satu puisiklasik yang sangat terkenal dan kaya unsur linguistik adalah Mu’allaqat karya Imru’ al-Qais, seorang penyair pra-Islam (jahiliyah) yang puisinya dijadikan sebagai salah satu rujukanutama dalam kajian sastra Arab.  \nDalam Qasidah Mu’allaqat, Imru’ al-Qais menggunakan berbagai bentukisim dengan ragam wazanyang berbedauntuk memperkuat makna, menambah nilai estetika, dan menggambarkan suasana puitis yang mendalam. Pemilihan wazan yang tepat tidak hanya memperkaya diksi, tetapi juga memunculkankonotasi makna yang mendalam dan simbolis dalam tiap baitnya.  \nStudi ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh wazan terhadappembentukan makna leksikal isim dalam puisi Imru’ al-Qais. Fokus ","cbCaijGOLaeRCsO5","https://ap.wps.com/l/cbCaijGOLaeRCsO5","pdf",705507,14,"Indonesian","id",113,"# Pendahuluan\n## Latar belakang wazan dan sistem morfologi Arab\n## Tujuan dan fokus penelitian\n# Metode Penelitian\n## Pendekatan kualitatif dan studi pustaka","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud wazan dalam pembentukan kata bahasa Arab pada penelitian ini?\",\"answer\":\"Wazan adalah pola tertentu yang diterapkan pada akar kata (jidzr) untuk membentuk kata turunan. Setiap wazan memiliki fungsi morfologis sekaligus konsekuensi semantis, terutama pada kata benda (isim).\"},{\"question\":\"Bagaimana wazan memengaruhi pembentukan makna leksikal isim dalam puisi Mu‘allaqat?\",\"answer\":\"Penelitian menekankan bahwa perubahan pola dari akar yang sama dapat menggeser atau memperluas makna secara semantik. Pola-pola seperti fa‘īl, maf‘ūl, fā‘il, dan maf‘il berperan dalam menyatakan konsep seperti pelaku, pasif, atribut, alat, dan lokasi.\"},{\"question\":\"Mengapa pendekatan kualitatif dengan studi pustaka digunakan?\",\"answer\":\"Pendekatan kualitatif melalui library research dipilih karena fokus kajian berada pada analisis linguistik dan sastra terhadap teks klasik. Analisis dilakukan secara deskriptif dan interpretatif tanpa melibatkan angka atau statistik, dengan menjadikan bait-bait puisi sebagai data utama.\"}]","PENGARUH WAZAN TERHADAP PEMBENTUKAN MAKNA LEKSIKAL ISIM DALAM PUISI \"MU‘ALLAQAT\" KARYA IMRU’AL-QAIS | PDF",1789112974,5,{"code":4,"msg":64,"data":65},"ok",{"site_id":57,"language":56,"slug":66,"title":47,"keywords":67,"description":48,"schema_data":68,"social_meta":124,"head_meta":126,"extra_data":128,"updated_unix":61},"the-effect-of-wazan-on-the-formation-of-lexical-meaning-of-isim-in-the-poem-muallaqat-by-imru-al-qais","",{"@graph":69,"@context":123},[70,86,106],{"@type":71,"itemListElement":72},"BreadcrumbList",[73,77,80,83],{"item":74,"name":75,"@type":76,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":78,"name":10,"@type":76,"position":79},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":81,"name":39,"@type":76,"position":82},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":84,"name":47,"@type":76,"position":85},"https://docshare.wps.com/id/template/the-effect-of-wazan-on-the-formation-of-lexical-meaning-of-isim-in-the-poem-muallaqat-by-imru-al-qais/237491/",4,{"url":84,"name":47,"@type":87,"image":88,"author":93,"headline":47,"publisher":95,"fileFormat":98,"inLanguage":56,"description":48,"dateModified":99,"datePublished":100,"encodingFormat":98,"isAccessibleForFree":101,"interactionStatistic":102},"DigitalDocument",{"url":89,"@type":90,"width":91,"height":92},"https://docshare.wps.com/thumbnails/the-effect-of-wazan-on-the-formation-of-lexical-meaning-of-isim-in-the-poem-muallaqat-by-imru-al-qais/237491.png","ImageObject",442,249,{"name":45,"@type":94},"Person",{"url":74,"name":96,"@type":97},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-11",true,{"@type":103,"interactionType":104,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":105},"ViewAction",{"@type":107,"mainEntity":108},"FAQPage",[109,115,119],{"name":110,"@type":111,"acceptedAnswer":112},"Apa yang dimaksud wazan dalam pembentukan kata bahasa Arab pada penelitian ini?","Question",{"text":113,"@type":114},"Wazan adalah pola tertentu yang diterapkan pada akar kata (jidzr) untuk membentuk kata turunan. Setiap wazan memiliki fungsi morfologis sekaligus konsekuensi semantis, terutama pada kata benda (isim).","Answer",{"name":116,"@type":111,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana wazan memengaruhi pembentukan makna leksikal isim dalam puisi Mu‘allaqat?",{"text":118,"@type":114},"Penelitian menekankan bahwa perubahan pola dari akar yang sama dapat menggeser atau memperluas makna secara semantik. Pola-pola seperti fa‘īl, maf‘ūl, fā‘il, dan maf‘il berperan dalam menyatakan konsep seperti pelaku, pasif, atribut, alat, dan lokasi.",{"name":120,"@type":111,"acceptedAnswer":121},"Mengapa pendekatan kualitatif dengan studi pustaka digunakan?",{"text":122,"@type":114},"Pendekatan kualitatif melalui library research dipilih karena fokus kajian berada pada analisis linguistik dan sastra terhadap teks klasik. Analisis dilakukan secara deskriptif dan interpretatif tanpa melibatkan angka atau statistik, dengan menjadikan bait-bait puisi sebagai data utama.","https://schema.org",{"og:url":84,"og:type":125,"og:title":47,"og:site_name":96,"og:description":48},"article",{"robots":127,"canonical":84},"index,follow",{"doc_id":43,"site_id":57}]