[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-219678-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-219678-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","introduction-research-context-on-school-culture-and-learning-outcomes","Pendahuluan - Konteks Penelitian tentang Budaya Sekolah dan Hasil Belajar","","Bab pendahuluan ini membahas konteks penelitian terkait sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang menjalankan pengajaran di bawah kepemimpinan kepala sekolah dan bertujuan mewujudkan pencerdasan spiritual, intelektual, dan moral. Uraian menekankan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai aspek capaian belajar, serta menempatkan budaya sekolah sebagai sistem nilai, norma, kebiasaan, dan keyakinan yang membentuk perilaku seluruh komponen sekolah. Budaya yang kondusif dipandang mendorong peningkatan mutu pembelajaran, sejalan dengan dasar hukum pendidikan nasional di Indonesia.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/introduction-research-context-on-school-culture-and-learning-outcomes/219678/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/introduction-research-context-on-school-culture-and-learning-outcomes/219678.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Ophelia","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document","2026-09-21","2026-09-08",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":26},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa yang dimaksud konteks penelitian dalam bab pendahuluan ini?","Question",{"text":62,"@type":63},"Konteks penelitian menguraikan sekolah sebagai lembaga pendidikan formal, tujuan pendidikan, serta pengaruh perilaku dan sikap warga sekolah terhadap pencapaian tujuan belajar.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana pembahasan hasil belajar dalam penelitian ini?",{"text":67,"@type":63},"Hasil belajar dijelaskan melalui tiga ranah: kognitif (kemampuan mental), afektif (sikap dan nilai), serta psikomotor (keterampilan dan aktivitas fisik), yang saling berkaitan.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Mengapa budaya sekolah dianggap penting untuk mutu pembelajaran?",{"text":71,"@type":63},"Budaya sekolah dipandang sebagai sistem nilai, norma, dan kebiasaan yang memengaruhi perilaku semua komponen sekolah; budaya yang kondusif mendukung peningkatan mutu pembelajaran, sedangkan yang tidak kondusif menghambatnya.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},219678,1789999945,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":128,"read_time":129},7971461741311,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/74000253aff267980c6?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779345379180704826","BAB I\nPENDAHULUAN\nKonteks Penelitian\nSekolah adalah sebuah \u0013 HYPERLINK \"http://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga\" \\o \"Lembaga\" \u0014lembaga\u0015 pendidikan formal yang dirancang untuk melaksanakan pengajaran \u0013 HYPERLINK \"http://id.wikipedia.org/wiki/Siswa\" \\o \"Siswa\" \u0014siswa\u0015/\u0013 HYPERLINK \"http://id.wikipedia.org/wiki/Murid\" \\o \"Murid\" \u0014murid\u0015 di bawah bimbingan \u0013 HYPERLINK \"http://id.wikipedia.org/wiki/Guru\" \\o \"Guru\" \u0014guru\u0015 berdasarkan manajemen kepemimpinan kepala sekolah. Lembaga pendidikan (sekolah) didirikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Adapun tujuan pendidikan meliputi pencerdasan spiritual, intelektual, dan moral. Terkait tentang tiga sasaran tersebut, lembaga pendidikan sekolah menekankan pada aspek pencerdasan intelektual. Sedangkan pencerdasan intelektual itu mencakup ranah kognitif, apektif, dan psikomotor. Dalam mencapai tujuannya setiap lembaga dipengaruhi oleh perilaku dan sikap orang-orang yang terdapat dalam lembaga tersebut. Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungkan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut.\n1\nRanah apektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah apektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Hasil belajar efektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku. Sedangkan ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya kelanjutan dari hasil belajar kognitif dan hasil belajar apektif. Ranah psikomotor adalah berhubungan dengan aktivitas fisik.\nHal ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan di Indonesia. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3, menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan.\nBudaya adalah suatu nilai-nilai, norma, aturan dan kebiasaan yang merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Budaya sekolah merupakan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan, upacara-upacara, slogan-slogan, dan berbagai perilaku yang telah lama terbentuk di sekolah dan diteruskan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya, baik secara sadar maupun tidak. Budaya ini diyakini mempengaruhi perilaku seluruh komponen sekolah, yaitu guru, kepala sekolah, staf administrasi, siswa, dan juga orang tua siswa. Budaya yang kondusif bagi peningkatan mutu akan mendorong perilaku warga kearah peningkatan mutu pembelajaran, sebaliknya budaya yang tidak kondusif akan menghambat upaya menuju peningkatan mutu pembelajaran. Sekaitan dengan hal itu, Depdiknas (2010:2) menyatakan budaya sebagai keseluruhan sistem berpikir, nilai, norma, dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. Sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan itu adalah hasil dari interaksi manusia dengan sesamanya dan lingkungan alamnya. Dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya tersebut sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah merupakan dasar huk","cbCaipT1aIeyxj6b","https://ap.wps.com/l/cbCaipT1aIeyxj6b","docx",114023,69,"Indonesian","# BAB I PENDAHULUAN\n## Konteks Penelitian","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud konteks penelitian dalam bab pendahuluan ini?\",\"answer\":\"Konteks penelitian menguraikan sekolah sebagai lembaga pendidikan formal, tujuan pendidikan, serta pengaruh perilaku dan sikap warga sekolah terhadap pencapaian tujuan belajar.\"},{\"question\":\"Bagaimana pembahasan hasil belajar dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Hasil belajar dijelaskan melalui tiga ranah: kognitif (kemampuan mental), afektif (sikap dan nilai), serta psikomotor (keterampilan dan aktivitas fisik), yang saling berkaitan.\"},{\"question\":\"Mengapa budaya sekolah dianggap penting untuk mutu pembelajaran?\",\"answer\":\"Budaya sekolah dipandang sebagai sistem nilai, norma, dan kebiasaan yang memengaruhi perilaku semua komponen sekolah; budaya yang kondusif mendukung peningkatan mutu pembelajaran, sedangkan yang tidak kondusif menghambatnya.\"}]","Pendahuluan - Konteks Penelitian tentang Budaya Sekolah dan Hasil Belajar | DOCX",1788879273,24]