[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-237124-113":41,"doc-detail-237124-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":101,"head_meta":103,"extra_data":105,"updated_unix":107},113,"id","unilateral-contract-termination-based-on-law-no-2-of-2017-on-construction-services-case-study-of-pt-pilar-perkasa-indonesia","Pemutusan Perjanjian Sepihak Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Kontruksi - Studi Kasus PT Pilar Perkasa Indonesia","","Kajian ini membahas pemutusan perjanjian sepihak dalam kontrak kerja jasa konstruksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017. Fokus studi diarahkan pada kontrak antara PT Pilar Perkasa Indonesia dan PT Cepu Indonesia dalam Surat Perjanjian Kontrak Kerja Proyek Pembangunan Pabrik Risol dan Infrastruktur tertanggal 8 Februari 2022. Penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual menggunakan sumber bahan hukum primer, sekunder, dan tertier serta analisis kualitatif. Hasil penelitian menegaskan ketentuan Pasal 47 ayat (1) terkait cakupan kontrak dan dasar pemutusan akibat tidak terpenuhinya kewajiban salah satu pihak.",{"@graph":51,"@context":100},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":35,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/surat/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/unilateral-contract-termination-based-on-law-no-2-of-2017-on-construction-services-case-study-of-pt-pilar-perkasa-indonesia/237124/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Mabel","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86,92,96],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Bagaimana pengaturan pemutusan perjanjian kontrak jasa konstruksi secara sepihak berdasarkan UU No. 2 Tahun 2017?","Question",{"text":90,"@type":91},"Pengaturan tersebut mengacu pada ketentuan Pasal 47 ayat (1) yang mensyaratkan kontrak memuat uraian minimal, termasuk ketentuan pada huruf i mengenai pemutusan kontrak akibat tidak dipenuhinya kewajiban salah satu pihak.","Answer",{"name":93,"@type":88,"acceptedAnswer":94},"Bagaimana penerapan pemutusan perjanjian sepihak dalam kontrak yang dilaksanakan PT Pilar Perkasa Indonesia?",{"text":95,"@type":91},"Penerapan dilakukan sesuai Surat Perjanjian Kontrak Proyek Pembangunan Pabrik Risol dan Infrastruktur, khususnya pada Pasal 11 yang menjadi dasar pemutusan kontrak secara sepihak oleh PT Pilar Perkasa Indonesia.",{"name":97,"@type":88,"acceptedAnswer":98},"Mengapa upaya penyelesaian sengketa dalam kasus ini tidak jadi dilakukan?",{"text":99,"@type":91},"Upaya penyelesaian sengketa tidak jadi dilakukan karena PT Cepu Indonesia menerima pemutusan kontrak sepihak yang dilakukan oleh PT Pilar Perkasa Indonesia.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":102,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":104,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":106,"site_id":44},237124,1789110076,{"code":4,"msg":5,"data":109},{"doc_id":106,"user_id":110,"nickname":71,"user_avatar":111,"doc_module":9,"category_id":34,"category_name":35,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":117,"language":118,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":49,"update_tm":107,"read_time":122},7971474920318,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/74000ee537e6b0ca360?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1788430171632181674","PEMUTUSAN PERJANJIAN SEPIHAK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG  \nJASA KONTRUKSI  \n(STUDI KASUS PT PILAR PERKASA INDONESIA)  \nAndi Fammouss Sureng 1, Mardianis2, Ardison Asri3  \n(Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jakarta)  \nAbstract  \nConstruction Work Work Contract between PT Pilar Perkasa Indonesia with PT Cepu Indonesia stated in the Factory Construction Project Work Contract Agreement Letter The Resolution and Infrastructure dated 8 February 2022 contains the minimum coverage required in Article 47 of Law No. 2 2017, especially the provisions in letter i. about how arrangements for termination of the construction services contract agreement unilaterally based on Law No. 2 of 2017 concerning Construction Services? And how to implement the unilateral agreement termination arrangements in the agreement implemented by PT Pilar Perkasa Indonesia in a construction work contract? To answer problems In this case, normative juridical legal research methods are used with legislative and conceptual approach methods. Data obtained from primary, secondary and legal material sources tertiary materials are collected which are then analyzed using analytical techniques qualitative data. From the research results it was found that the agreement was terminated unilateral construction service contracts in Law No. 2 of 2017 has been so clearly stated in Article 47 paragraph (1). The employment contract must at least include adescription of the one of which is mentioned in letter i, namely regarding termination construction work contract containing provisions regarding termination construction work contracts arising from failure to fulfill them obligation of one of the parties. On that basis it requires the parties those who make employment contracts contain provisions regarding termination of the employment contract arising from failure to fulfill it obligation of one of the parties. Efforts to resolve this dispute failed This was done because PT Cepu Indonesia accepted the termination of the contract unilaterally carried out by PT Pilar Perkasa Indonesia in accordance with the Letter Risol Factory Construction and Infrastructure Project Contract Agreement in Article 11. Keywords: Unilateral Agreement, Law No. 2 of 2017 concerning Construction Services.  \nAbstrak  \nKontrak Kerja Pekerjaan Konstruksi antara PT Pilar Perkasa Indonesia dengan PT Cepu Indonesia yang tertuang dalam Surat Perjanjian Kontrak Kerja Proyek Pembangunan Pabrik Risol dan Infrastruktur tertanggal 8 Februari 2022 telah memuat cakupan paling sedikit yang dipersyaratkan didalam Pasal 47 UU No 2 Tahun 2017 khususnya ketentuan pada huruf i. tentang bagaimanapengaturan pemutusan perjanjian kontrak jasa konstruksi secara sepihak berdasarkan UU No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi? Dan bagaimana penerapan pengaturan pemutusan perjanjian sepihak dalam perjanjian yang dilaksanakan oleh PT Pilar Perkasa Indonesia dalam kontrak kerja konstruksi? Untuk menjawab permasalahan tersebut, digunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Data yang diperoleh dari sumber bahan hukum primer, sekunder, dan tertier dikumpulkan yang kemudian dianalisis dengan teknikanalisis data kualitatif. Dari hasil penelitian didapat bahwa pemutusan perjanjian kontrak jasa  \n1 Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unsurya Jakarta.  \n2 Dr. Mardianis, S.H., M.H. Sebagai Dosen Pembimbing Satu (1) .  \n3 Ardison Asri, S.H., M.H. Sebagai Dosen Pembimbing Dua (2) .  \nkonstruksi secara sepihak di dalam UU No 2 Tahun 2017 telah begitu jelas disebutkan di dalam Pasal 47 ayat (1) disebutkan kontrak kerja paling sedikit harus mencakup uraian mengenai yang salah satunya disebutkan dalam huruf i yaitu mengenai pemutusan kontrak kerja konstruksi yang memuat ketentuan tentang pemutusan kontrak kerja konstruksi yang timbul akibat tidak dapat dipenuhinyakewajiban salah satu pihak. Atas dasar itulah","cbCaikhMO8zK408H","https://ap.wps.com/l/cbCaikhMO8zK408H","pdf",327779,38,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar Belakang Masalah","[{\"question\":\"Bagaimana pengaturan pemutusan perjanjian kontrak jasa konstruksi secara sepihak berdasarkan UU No. 2 Tahun 2017?\",\"answer\":\"Pengaturan tersebut mengacu pada ketentuan Pasal 47 ayat (1) yang mensyaratkan kontrak memuat uraian minimal, termasuk ketentuan pada huruf i mengenai pemutusan kontrak akibat tidak dipenuhinya kewajiban salah satu pihak.\"},{\"question\":\"Bagaimana penerapan pemutusan perjanjian sepihak dalam kontrak yang dilaksanakan PT Pilar Perkasa Indonesia?\",\"answer\":\"Penerapan dilakukan sesuai Surat Perjanjian Kontrak Proyek Pembangunan Pabrik Risol dan Infrastruktur, khususnya pada Pasal 11 yang menjadi dasar pemutusan kontrak secara sepihak oleh PT Pilar Perkasa Indonesia.\"},{\"question\":\"Mengapa upaya penyelesaian sengketa dalam kasus ini tidak jadi dilakukan?\",\"answer\":\"Upaya penyelesaian sengketa tidak jadi dilakukan karena PT Cepu Indonesia menerima pemutusan kontrak sepihak yang dilakukan oleh PT Pilar Perkasa Indonesia.\"}]","Pemutusan Perjanjian Sepihak Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Kontruksi - Studi Kasus PT Pilar Perkasa Indonesia | PDF",13]