[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-233669-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-233669-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","risk-mapping-and-recommendations-from-the-analysis-of-meningitis-meningococcal-disease-in-wonosobo-regency-2026","Pemetaan Risiko dan Rekomendasi Hasil Analisis Penyakit Meningitis Meningokokus Kabupaten Wonosobo Tahun 2026","","Pemetaan risiko ini menyusun analisis untuk penyakit Meningitis Meningokokus di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2026 dengan menekankan ancaman, kerentanan, dan kapasitas penanggulangan. Dokumen menjelaskan karakter infeksi bakteri Neisseria meningitidis, dinamika penularan cepat melalui droplet, serta dampak fatalitas yang dapat terjadi dalam waktu singkat. Hasil penilaian menunjukkan kategori risiko ancaman dan kerentanan tidak masuk kategori tinggi, sementara aspek kapasitas mencakup anggaran, kesiapsiagaan laboratorium, dan puskesmas yang dinilai beragam untuk mendukung mitigasi berbasis risiko.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/risk-mapping-and-recommendations-from-the-analysis-of-meningitis-meningococcal-disease-in-wonosobo-regency-2026/233669/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/risk-mapping-and-recommendations-from-the-analysis-of-meningitis-meningococcal-disease-in-wonosobo-regency-2026/233669.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Aditya","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-22","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa latar belakang utama kegiatan pemetaan risiko Meningitis Meningokokus di Wonosobo tahun 2026?","Question",{"text":62,"@type":63},"Pemetaan diperlukan karena penyakit merupakan infeksi bakteri akut serius dengan penularan cepat dan dampak fatal, serta potensi peningkatan risiko global dan lokal melalui mobilitas serta kondisi kerentanan wilayah.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana hasil penilaian risiko ancaman Meningitis Meningokokus di Kabupaten Wonosobo?",{"text":67,"@type":63},"Penetapan nilai risiko menunjukkan kategori ancaman tidak memiliki subkategori yang masuk kategori risiko Tinggi, dengan kontribusi utama dari risiko penularan dari daerah lain (sedang) dan risiko penularan setempat (rendah).",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Bagaimana pendekatan penilaian kerentanan dalam pemetaan ini?",{"text":71,"@type":63},"Kerentanan dinilai melalui beberapa subkategori—karakteristik penduduk, ketahanan penduduk, kewaspadaan kabupaten/kota, serta kunjungan penduduk dari negara/wilayah berisiko—dan hasilnya tidak terdapat subkategori yang masuk kategori risiko Tinggi.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},233669,1790090616,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":123,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":124,"language":125,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":126,"faqs":127,"seo_title":128,"seo_description":12,"update_tm":129,"read_time":30},962085564549,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","# PEMETAAN RISIKO DAN REKOMENDASIHASIL ANALISIS PENYAKIT MENINGITISMENINGOKOKUS KABUPATEN WONOSOBOTAHUN 2026\n\nDINAS KESEHATAN KABUPATEN WONOSOBO  \n## 1. Pendahuluan\n\n### a. Latar belakang penyakit\n\nPenyakit Meningitis Meningokokus merupakan infeksi bakteri akut serius yangdisebabkan oleh Neisseria meningitidis. Bakteri ini menyerang selaput otak dan sumsum tulangbelakang, memicu peradangan hebat (meningitis) serta infeksi darah berat (meningokokusemia) .Secara global, penyakit ini dikategorikan sebagai Infectious Emerging Disease yang sangatdiwaspadai karena memiliki pola penularan yang sangat cepat melalui droplet saluranpernapasan. Tingkat fatalitas kasus (Case Fatality Rate/CFR) penyakit ini berkisar antara 10%hingga 15%, di mana dalam kondisi klinis yang buruk, infeksi dapat memicu syok kardiogenik,nekrosis jaringan, hingga kematian hanya dalam waktu 24 jam setelah gejala pertama muncul.  \nMemasuki tahun 2026, tantangan pengendalian penyakit meningokokus di tingkat globalkembali meningkat dengan ditemukannya fluktuasi kasus di wilayah Pasifik Barat, termasuklaporan sporadis dari negara-negara tujuan mobilitas internasional seperti Vietnam. BagiIndonesia, ancaman terbesar penularan lokal bersumber dari fenomena mass gathering(pengumpulan massa dalam skala besar), khususnya arus balik jemaah haji dan umrah. Jemaahyang melakukan perjalanan ibadah ke Arab Saudi—yang secara geografis berdekatan denganwilayah Meningitis Belt—memiliki risiko tinggi terpapar bakteri dan bertindak sebagai carrierasimtomatik (pembawa bakteri tanpa gejala di tenggorokan) saat kembali ke tanah air.  \nDi tingkat daerah, Kabupaten Wonosobo menghadapi karakteristik kerentananepidemiologis yang spesifik. Sebagai salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan antusiasmeibadah umrah dan haji yang tinggi, pergerakan penduduk keluar-masuk negara terjangkit menjadipintu masuk potensial (port of entry) bagi importasi bakteri Neisseria meningitidis. Selain faktormobilitas internasional, kondisi geografis Wonosobo yang beriklim dingin dan lembap cenderungmendorong masyarakat menghabiskan waktu di dalam ruangan yang tertutup. Karakteristik sosialberupa tingginya kepadatan interaksi di tempat-tempat komunal seperti pondok pesantren,sekolah berasrama, dan pemukiman padat, semakin meningkatkan risiko transmisi antarpenduduk jika terdapat carrier yang lolos dari pengawasan.  \nMeskipun Kementerian Kesehatan RI telah memperketat dokumen kesehatan melaluiSatu Sehat Health Pass (SSHP) dan pengawasan di pintu masuk negara, deteksi dini di tingkatdaerah masih sering terkendala oleh kemiripan gejala awal meningitis dengan flu biasa (sepertidemam dan sakit kepala) . Guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang dapatmelumpuhkan sistem kesehatan daerah, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo memerlukanpendekatan yang terukur melalui surveilans berbasis risiko.  \nBerdasarkan urgensi tersebut, kegiatan \"Pemetaan Risiko dan Rekomendasi HasilAnalisis Penyakit Meningitis Meningokokus Kabupaten Wonosobo Tahun 2026\" mutlak dilakukan.Pemetaan ini berfungsi untuk mengidentifikasi zonasi wilayah rentan, mengukur cakupan proteksiimunisasi, serta menyusun langkah mitigasi taktis yang disesuaikan dengan kapasitas lokal demimelindungi masyarakat Wonosobo dari ancaman infeksi meningokokus.  \n### b. Tujuan\n\n1. Memberikan panduan bagi daerah dalam melihat situasi dan kondisi penyakit infeksiemerging dalam hal ini penyakit Meningitis meningokokus.  \n2. Dapat mengoptimalkan penyelenggaraan penanggulangan kejadian penyakit infeksiemerging di daerah Kabupaten Wonosobo.  \n3. Dapat dijadikan dasar bagi daerah dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan penyakitinfeksi emerging ataupun penyakit yang berpotensiwabah/KLB.  \n## 2. Hasil Pemetaan Risiko\n\n### a. Penilaian ancaman\n\nPenetapan nilai risiko ancaman Meningitis meningokokus terdapat beberapa kategori, yaituT/tinggi, S/sedang, R/rendah, dan A/abai, Untuk Kabupaten Wonosobo, kategori tersebut dapat dilihatpada tabel 1 di bawah ini:  \n\n| No.   | SUB ","cbCaivYAgdWRAdPb","https://ap.wps.com/l/cbCaivYAgdWRAdPb","pdf",229582,5,7,"Indonesian","# PEMETAAN RISIKO DAN REKOMENDASI HASIL ANALISIS PENYAKIT MENINGITIS MENINGOKOKUS KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2026\n## 1. Pendahuluan\n### a. Latar belakang penyakit\n### b. Tujuan\n## 2. Hasil Pemetaan Risiko\n### a. Penilaian ancaman\n### b. Penilaian kerentanan\n### c. Penilaian kapasitas","[{\"question\":\"Apa latar belakang utama kegiatan pemetaan risiko Meningitis Meningokokus di Wonosobo tahun 2026?\",\"answer\":\"Pemetaan diperlukan karena penyakit merupakan infeksi bakteri akut serius dengan penularan cepat dan dampak fatal, serta potensi peningkatan risiko global dan lokal melalui mobilitas serta kondisi kerentanan wilayah.\"},{\"question\":\"Bagaimana hasil penilaian risiko ancaman Meningitis Meningokokus di Kabupaten Wonosobo?\",\"answer\":\"Penetapan nilai risiko menunjukkan kategori ancaman tidak memiliki subkategori yang masuk kategori risiko Tinggi, dengan kontribusi utama dari risiko penularan dari daerah lain (sedang) dan risiko penularan setempat (rendah).\"},{\"question\":\"Bagaimana pendekatan penilaian kerentanan dalam pemetaan ini?\",\"answer\":\"Kerentanan dinilai melalui beberapa subkategori—karakteristik penduduk, ketahanan penduduk, kewaspadaan kabupaten/kota, serta kunjungan penduduk dari negara/wilayah berisiko—dan hasilnya tidak terdapat subkategori yang masuk kategori risiko Tinggi.\"}]","Pemetaan Risiko dan Rekomendasi Hasil Analisis Penyakit Meningitis Meningokokus Kabupaten Wonosobo Tahun 2026 | PDF",1789079863]