[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-237617-113":41,"doc-detail-237617-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":101,"head_meta":103,"extra_data":105,"updated_unix":107},113,"id","storyboard-creation-to-determine-visual-focus-based-on-staging-principles-in-the-animated-film-lantern-of-archipelago-final-report","Pembuatan Storyboard Untuk Menentukan Fokus Visual Berdasarkan Prinsip Staging Pada Film Animasi Lantern of Archipelago - Laporan Tugas Akhir","","Pembuatan storyboard merupakan langkah penting dalam proses produksi film animasi untuk menjembatani naskah dan gambaran visual tiap adegan. Penelitian ini menerapkan prinsip staging dalam animasi guna menyusun titik fokus visual pada storyboard film animasi pendek berjudul “Lantern of Archipelago”. Film ini mengangkat isu hubungan antar generasi serta pertentangan kemajuan zaman dengan nilai budaya lokal. Metode penciptaan berbasis studi pustaka dan observasi referensi visual, melalui analisis naskah, pengumpulan referensi, sketsa kasar, penyempurnaan hingga storyboard final. Hasil perancangan menunjukkan staging yang sistematis meningkatkan kejelasan visual dan memperkuat nuansa emosi.",{"@graph":51,"@context":100},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/storyboard-creation-to-determine-visual-focus-based-on-staging-principles-in-the-animated-film-lantern-of-archipelago-final-report/237617/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Rowan","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86,92,96],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Apa tujuan pembuatan storyboard pada film animasi dalam penelitian ini?","Question",{"text":90,"@type":91},"Storyboard berfungsi menghubungkan naskah dengan gambaran visual setiap adegan. Penelitian ini memfokuskan penyusunan titik fokus visual melalui penerapan prinsip staging.","Answer",{"name":93,"@type":88,"acceptedAnswer":94},"Prinsip staging digunakan untuk menentukan apa pada storyboard?",{"text":95,"@type":91},"Prinsip staging digunakan untuk mengatur titik fokus visual pada storyboard, sehingga kejelasan visual meningkat dan nuansa emosi dapat diperkuat.",{"name":97,"@type":88,"acceptedAnswer":98},"Metode apa yang digunakan dalam pembuatan storyboard tersebut?",{"text":99,"@type":91},"Metode penciptaan berbasis studi pustaka dan observasi visual terhadap referensi animasi, lalu diterapkan melalui tahapan analisis naskah, pengumpulan referensi visual, sketsa kasar, penyempurnaan, hingga storyboard final.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":102,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":104,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":106,"site_id":44},237617,1789113809,{"code":4,"msg":5,"data":109},{"doc_id":106,"user_id":110,"nickname":71,"user_avatar":111,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":117,"language":118,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":49,"update_tm":107,"read_time":122},1099514067415,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/100002539d78ffe74a7?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779092875211072502","LAPORAN TUGASAKHIR  \nPEMBUATAN STORYBOARD UNTUK MENENTUKAN FOKUS VISUAL BERDASARKAN PRINSIP STAGING PADA FILM ANIMASI“LANTERN OF ARCHIPELAGO”  \n(Storyboard)  \nDiajukanSebagai Salah Satu Persyaratan UntukMemperoleh Gelar Sarjana Terapan  \nDisusun Oleh :  \nSiti Naila Zahira Thani  \nNIM : 2290345106  \nPROGRAM STUDI ANIMASI JURUSAN DESAIN  \nPOLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF JAKARTA  \nLAPORAN TUGASAKHIR  \nPEMBUATAN STORYBOARD UNTUK MENENTUKAN FOKUS VISUAL BERDASARKAN PRINSIP STAGING PADA FILM ANIMASI“LANTERN OF ARCHIPELAGO”  \n(Storyboard)  \nDiajukanSebagai Salah Satu Persyaratan UntukMemperoleh Gelar Sarjana Terapan  \nDisusun Oleh :  \nSiti Naila Zahira Thani  \nNIM : 2290345106  \nPROGRAM STUDI ANIMASI JURUSAN DESAIN  \nPOLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF JAKARTA  \n2026  \nLEMBAR PENGESAHAN TUGASAKHIR  \nLEMBAR PERSETUJUAN SIDANG TUGAS AKHIR  \nPERNYATAAN ORIGINALITAS TUGAS AKHIR DAN BEBAS  \nPLAGIARISME  \nPERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH  \nABSTRACT  \nStoryboard creation is one of the important steps in the animated film production process that functions to connect the script with visual representations of each scene. This research focuses on the application of staging principles in animation to arrange visual focal points in the storyboard of a short animated film titled\"Lantern of Archipelago\". This film raises the theme of intergenerational relationship issues and the conflict between modern progress and local cultural values. The method used is a creation approach based on literature study and visual observation of animation references, which is then applied through stages of script analysis, visual reference gathering, rough sketching, refinement, up to the final storyboard. The results of this design show that systematic staging application can enhance visual clarity and strengthen emotional nuances.  \nKeywords: Animation, Storyboard, Staging principles  \nABSTRAK  \nPembuatan storyboard merupakan salah satu langkah penting dalam prosesproduksi film animasi yang berfungsi menghubungkan naskah dengan gambaran visual dari setiap adegan. Penelitian ini berfokus pada penerapan prinsip staging dalam animasi untuk mengatur titik fokus visual pada storyboard film animasi pendek berjudul \"Lantern of Archipelago\" . Karya film ini mengangkat tema persoalan hubungan antar generasi serta pertentangan antara kemajuan zaman dannilai budaya lokal. Metode yang digunakan berupa pendekatan penciptaan karyaberbasis studi pustaka dan observasi visual terhadap referensi animasi, yang kemudian diterapkan melalui tahapan pengkajian naskah, pengumpulan referensi visual, pembuatan sketsa kasar, penyempurnaan, hingga storyboard final. Hasil dariperancangan ini memperlihatkan bahwa penerapan staging yang sistematis dapat meningkatkan kejelasan visual dan memperkuat nuansa emosi.  \nKata Kunci: Animasi, Storyboard, Prinsip Staging  \nPRAKATA  \nPuji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nyasehingga laporan tugas akhir dengan judul “Pembuatan Storyboard Untuk Menentukan Fokus Visual Berdasarkan Prinsip Staging Pada Film Animasi“Lantern Of Archipelago” dapat terselesaikan dengan baik.  \nLaporan tugas akhir ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Program Studi Animasi, Jurusan Desain, Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta. Fokus pembahasan diarahkan padapenerapan prinsip staging sebagai elemen penting dalam komunikasi visual, khususnya pada proses penyusunan storyboard animasi berjudul “Lantern Of Archipelago”.  \nPenyusunan laporan ini tentunya tidak terlepas dari bantuan, dukungan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya disampaikan kepada :  \n1. Dwi Riyono, S.T., M.Ak., Ph.D., selaku Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif.  \n2. Mawan Nugraha, S.Si., M.Acc., Ph.D., selaku Wakil Direktur Bidang Akademik.  \n3. Yusuf Nurrachman, S.T., M.M. S.I., selaku Ketua Jurusan Desain.  \n4. Dr. Yudha Pradana, S.Pd., M.Pd., selaku Sekretaris Jurusan Desain.  \n5. Muhammad Suhaili, ","cbCairnrZ8UgwHNJ","https://ap.wps.com/l/cbCairnrZ8UgwHNJ","pdf",910727,14,"Indonesian","# PRAKATA\n# DAFTAR ISI\n# DAFTAR TABEL","[{\"question\":\"Apa tujuan pembuatan storyboard pada film animasi dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Storyboard berfungsi menghubungkan naskah dengan gambaran visual setiap adegan. Penelitian ini memfokuskan penyusunan titik fokus visual melalui penerapan prinsip staging.\"},{\"question\":\"Prinsip staging digunakan untuk menentukan apa pada storyboard?\",\"answer\":\"Prinsip staging digunakan untuk mengatur titik fokus visual pada storyboard, sehingga kejelasan visual meningkat dan nuansa emosi dapat diperkuat.\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan dalam pembuatan storyboard tersebut?\",\"answer\":\"Metode penciptaan berbasis studi pustaka dan observasi visual terhadap referensi animasi, lalu diterapkan melalui tahapan analisis naskah, pengumpulan referensi visual, sketsa kasar, penyempurnaan, hingga storyboard final.\"}]","Pembuatan Storyboard Untuk Menentukan Fokus Visual Berdasarkan Prinsip Staging Pada Film Animasi Lantern of Archipelago - Laporan Tugas Akhir | PDF",5]