[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-237059-113":41,"doc-detail-237059-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","politeness-maxim-compliance-and-violations-in-rejecting-young-adult-love-confessions","Pematuhan dan Pelanggaran Maksim Kesantunan Berbahasa dalam Penolakan Pernyataan Cinta Remaja Akhir","","Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa dalam penolakan pernyataan cinta oleh remaja akhir di lingkungan mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, melalui wawancara mendalam dan dokumentasi transkrip penolakan cinta. Analisis memakai padan ekstralingual dengan teknik HBS, HBB, dan HBSP berdasarkan teori Leech. Hasil menunjukkan 21 tuturan cinta: 12 pematuhan dan 9 pelanggaran, dengan mayoritas bertutur santun.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/politeness-maxim-compliance-and-violations-in-rejecting-young-adult-love-confessions/237059/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/politeness-maxim-compliance-and-violations-in-rejecting-young-adult-love-confessions/237059.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Valentina","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Penelitian ini bertujuan untuk apa?","Question",{"text":96,"@type":97},"Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa dalam penolakan pernyataan cinta oleh remaja di lingkungan mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana metode penelitian dan teknik pengumpulan data dilakukan?",{"text":101,"@type":97},"Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi berupa transkrip penolakan cinta yang dikumpulkan secara lisan maupun tulisan.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Berapakah jumlah tuturan yang dianalisis dan bagaimana hasil pematuhan vs pelanggarannya?",{"text":105,"@type":97},"Terdapat 21 tuturan pernyataan cinta yang dianalisis. Hasil menunjukkan 12 tuturan pematuhan dan 9 tuturan pelanggaran terhadap maksim kesantunan berbahasa menurut teori Leech.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},237059,1789969379,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":129},13056703020460,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253dac470eee5d?_k=1778207105932848923","Pematuhan Dan Pelanggaran Maksim Kesantunan Berbahasa Dalam Penolakan Pernyataan Cinta Remaja Akhir Universitas Muhammadiyah  \nSukabumi  \nJelsa Dwi Gayani Putri1, Deden Ahmad Supendi2, Hera Wahdah Humaira3  \n1,2,3 Universitas Muhammadiyah Sukabumi  \nEmail [corespondensi:](corespondensi: jelsadwig@gmail.com)[ ](corespondensi: jelsadwig@gmail.com)[jelsadwig@gmail.com](corespondensi: jelsadwig@gmail.com)  \nArticle Info ABSTRAK  \npelanggaranakhir (FKIP) pendekatan  \npengalaman  \nmerupakan data  \ntuturan berperan metode menyamakan hal penolakan  \nmaksim  \nmaksim  \nmaksim  \nmaksim ditelah  \nArticle history:  \nReceived : 06 Juni 2025  \nRevised : 02 Juli 2025  \nAccepted : 05 Juli 2025  \nKeywords:  \nKesantunan Berbahasa,  \nMaksim Leech, Penolakan Cinta, Remaja Akhir  \nPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan  \nmaksim kesantunan berbahasa dalampenolakan pernyataan cinta oleh remaja di lingkungan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi untuk menggalikebahasaan informan secara mendalam. Informan dalam penelitian ini melibatkanlaki-laki dan perempuanyang berusia 18, 19, 20, dan 21 tahun yang mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Teknik pengumpulan dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi berupa transkrippenolakan cinta yang dikumpulkan secara lisan maupun tulisan. Penelitisebagai instrumen utama (human instrument). Data dianalisis menggunakan padan ekstralingual dengan teknik lanjutan berupa hubung banding  \n(HBS), hubung banding membedakan (HBB), dan hubung banding menyamakan pokok (HBSP). Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 21 tuturan pernyataan cinta yang telah dianalisis berdasarkan pematuhan dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa berdasarkan teori Leech. Terdapat 12 tuturan pematuhan dan 9 tuturan pelanggaran. Dari 12 tuturan pematuhan, beberapa dantaranya diklasifikasikan ke dalam masing-masing maksim, 5 pematuhankebijaksanaan, 2 maksim kedermawanan, 1 maksim penghargaan, 2  \nkesederhanaan, 1 maksim permufakatan, dan 1 maksim kesimpatian. Sedangkan 9 tuturan pelanggaran, di antaranya 1 pelanggaran maksim kebijaksanaan, 3  \nkedermawanan, 1 maksim penghargaan, 1 maksim permufakatan, dan 3  \nkesimpatian. Dari temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa remaja akhir lingkungan FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi mayoritas menggunakan tuturan santun dalam menyatakanpenolakan cinta.  \nPENDAHULUAN  \nBahasa bukan sekadar sarana menyampaikan informasi, tetapi juga media menjalin dan menjaga hubungan interpersonal. Sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Irfan dan Wijaya (dalam Gani et al., 2024), manusia begitu terikat dengan bahasa dalam aktivitas sehari-harinya sehinggamanusia perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam lingkungan sosialnya. Dalam kontekssosial, penyampaian pesan tidak hanya dinilai dari isi tuturan, tetapi juga dari cara penyampaiannya. Sejalan dengan hal itu, (Brown & Levinson, 1987) menyatakan bahwa kesantunan berbahasa merupakan upaya yang tepat untuk menghindari konflik.  \nSecara garis besar, terdapat dua perspektif dalam menilai kesantunan berbahasa. Pertama, kesantunan yang mendasarkan kajiannya pada kontrak percakapan antarpeserta tutur. Pandangan inidiperkenalkan pertama kali oleh Grice yang kemudian dikenal dengan “Gricean View of Politeness”. Fraser (dalam Rahardi, 2019), tokoh yang mengembangkan pandangan ini, menjadikan jarak sosialsebagai parameter untuk mengukur taraf kesantunan bahasa. Semakin jauh jarak di antara penutur dan mitra tutur maka semakin santun tuturannya. Sebaliknya, semakin akrab hubungan antara penutur dan mitra tutur maka tuturannya akan cenderung tidak santun. Kedua, kesantunan yang dirumuskan oleh Erving Goffman, mendasarkan kajiannya pada konsep “muka”. Muka merujuk pada citra diri yang dimiliki semua orang. Muka memuat makna sosial dan emosional di mana semua orang harus menjaga dan memelihara muka,","cbCaijFfu3ZN7zaR","https://ap.wps.com/l/cbCaijFfu3ZN7zaR","pdf",359252,18,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Konsep kesantunan berbahasa\n## Perspektif kontrak percakapan dan konsep muka\n## Leech dan enam maksim kesantunan","[{\"question\":\"Penelitian ini bertujuan untuk apa?\",\"answer\":\"Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa dalam penolakan pernyataan cinta oleh remaja di lingkungan mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode penelitian dan teknik pengumpulan data dilakukan?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi berupa transkrip penolakan cinta yang dikumpulkan secara lisan maupun tulisan.\"},{\"question\":\"Berapakah jumlah tuturan yang dianalisis dan bagaimana hasil pematuhan vs pelanggarannya?\",\"answer\":\"Terdapat 21 tuturan pernyataan cinta yang dianalisis. Hasil menunjukkan 12 tuturan pematuhan dan 9 tuturan pelanggaran terhadap maksim kesantunan berbahasa menurut teori Leech.\"}]","Pematuhan dan Pelanggaran Maksim Kesantunan Berbahasa dalam Penolakan Pernyataan Cinta Remaja Akhir | PDF",1789109293,6]