[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-234408-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-234408-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","english-speaking-skills-training-using-storytelling-method-at-smak-kasih-anugerah","PELATIHA N KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DENGAN METODE STORYTELLING DI SMAK KASIH ANUGERAH","","Bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia membuat penggunaan sehari-hari menjadi terbatas, sehingga banyak siswa belum memiliki kemampuan berbicara yang memadai dan cenderung gugup saat harus berbicara dalam Bahasa Inggris. Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim Bahasa Inggris Fakultas Keperawatan UPH menyelenggarakan pelatihan intensif selama satu bulan dengan pendekatan Communicative Language Teaching (CLT) khususnya melalui storytelling. Minggu pertama hingga ketiga berfokus pada materi dan teknik, sedangkan minggu terakhir diisi lomba untuk praktik. Evaluasi menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, pelafalan yang lebih tepat, serta kepuasan seluruh siswa yang juga melaporkan peningkatan kosakata setelah membaca teks cerita fasilitator.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/english-speaking-skills-training-using-storytelling-method-at-smak-kasih-anugerah/234408/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/english-speaking-skills-training-using-storytelling-method-at-smak-kasih-anugerah/234408.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"River Wang","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-22","2026-09-11",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":26},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Mengapa siswa Indonesia sering kesulitan berbicara Bahasa Inggris?","Question",{"text":62,"@type":63},"Karena Bahasa Inggris berstatus sebagai bahasa asing sehingga jarang digunakan untuk komunikasi sehari-hari, membuat sebagian siswa belum memiliki kemampuan berbicara yang memadai dan cenderung gugup saat berbicara.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Pendekatan apa yang digunakan dalam pelatihan berbicara tersebut?",{"text":67,"@type":63},"Pelatihan menggunakan Communicative Language Teaching (CLT), dengan penerapan khusus metode storytelling sebagai strategi pembelajaran yang komunikatif.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Bagaimana pelatihan diterapkan selama satu bulan dan bagaimana hasil evaluasinya?",{"text":71,"@type":63},"Minggu pertama hingga ketiga berisi pemaparan materi storytelling beserta tekniknya, sedangkan minggu terakhir berupa lomba storytelling untuk praktik. Evaluasi menunjukkan siswa lebih percaya diri, pelafalan kata lebih baik, seluruh siswa menyatakan puas, serta mengaku kosakata meningkat setelah membaca teks cerita.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},234408,1790082788,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":128,"read_time":30},1099514067438,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/100002539ee87300030?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1780474512215547542","PELATIHAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DENGAN METODE STORYTELLING DI SMAK KASIH ANUGERAH  \nSanta Maya Pramusita1*, Komilie Situmorang2, Maria Maxmilla Yoche Arkianti3, Magda Fiske  \nRumambi4  \n1,2,3,4Universitas Pelita Harapan  \nEmail: [santa.pramusita@uph.edu](santa.pramusita@uph.edu)  \nAbstrak  \nPosisi Bahasa Inggris sebagai Bahasa asing di Indonesia membuatnya jarang digunakan oleh masyarakat untukberkomunikasi sehari-hari. Wajar apabila kemudian banyak siswa Indonesia belum memiliki kemampuan berbicara Bahasa Inggris yang memadai. Hal ini juga terjadi pada siswa-siswi di SMAK Kasih Anugerah, Bojong Nangka, Tangerang. Selain itu, masih banyak siswa yang gugup ketika harus berbicara menggunakan Bahasa Inggris. Berdasarkan masalah ini, tim Bahasa Inggris Fakultas Keperawatan UPH memutuskan untuk mengadakan pelatihan berbicara Bahasa Inggris kepada siswa di SMAK Kasih Anugerah secara intensif selama satu bulan. Adapun pendekatan yang digunakan adalah Communicative Language Teaching (CLT), khususnya dengan metode storytelling. Metode ini dipilih karena memiliki banyak manfaat bagi perkembangan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa dan mampu menciptakan atmosfer belajar yang menyenangkan. Minggu pertama hingga ketiga berisikan pemaparan materi storytelling beserta teknik-tekniknya. Sementara itu, minggu terakhirmerupakan lomba storytelling untuk para siswa dapat mempraktekkan teori yang mereka pelajari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tampak percaya diri ketika bercerita menggunakan Bahasa Inggris, dandapat melafalkan kata dengan baik dan benar. Pada lembar evaluasi, semua siswa menyatakan puas dengan pelatihan yang diberikan dan berharap adanya program lanjutan. Mereka juga mengaku bahwa penguasaan kosakata mereka meningkat setelah banyak membaca teks cerita yang dibagikan fasilitator.  \nKata Kunci : Pendidikan, Bahasa Inggris, Keterampilan Berbicara, Storytelling  \nPENDAHULUAN  \nSebagai Bahasa global yang menyatukanorang-orang dari seluruh penjuru dunia, Bahasa Inggris sangat penting untuk dipelajari. Dengan belajar Bahasa Inggris, seorang siswa dapat memperluas pengetahuan, mengembangkan kecerdasan emosional, dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan karir bekerjakelak (Kien & Nghia, 2023) . Salah satu keterampilan penting dalam bahasa Inggris adalah berbicara. Keterampilan ini penting untuk dipelajari oleh  \npemula karena selama proses tersebut, siswa akan dilatih untuk mengucapkan ungkapan sederhana yang berguna untuk komunikasi sehari-hari (Nurdin, 2020) .  \nStorytelling adalah metode yang sering digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa. Soleimani & Akbari (2013) mendefinisikan storytelling sebagai sebuahseni bercerita melalui penggunaan kata-kata dantindakan untuk menarik perhatian penonton. Dengan kata lain, storytelling berbeda dengan membaca  \ncerita karena storytelling menceritakan sebuah kisahdari ingatan menggunakan Bahasa Inggris (Dujmović, 2006) . Ada sejumlah dampak positif yang diperoleh siswa ketika belajar Bahasa Inggris menggunakan metode storytelling, diantaranyamendorong siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan orang lain melalui cerita. Pengalaman ini membantu mereka melatihkemampuan berbicara dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara bahasa Inggris. Dalam proses pembelajaran di kelas, mentalitas siswa dan keberanian siswa dalambercerita di depan kelas diasah dan dikembangkan seiring dengan bertambahnya pengetahuan kosakata, pelafalan, dan kefasihan siswa dalam berbahasa Inggris. Bogaards & Dvorkin (2004) menambahkan bahwa storytelling juga dapat mendorong kolaborasiantara siswa serta meningkatkan partisipasi aktif siswa, kemampuan verbal, dan kreativitas. Dengandemikian, storytelling menjadi metode menyenangkan untuk belajar berbicara Bahasa Inggris.  \nSupaya pembelajaran Bahasa Inggris dapat berjalan efektif dan siswa dapat fasih berbahasa Inggris, diperlukan pendekatan pengajaran yang tep","cbCaic3O6x1qe0TW","https://ap.wps.com/l/cbCaic3O6x1qe0TW","pdf",548726,8,"Indonesian","# Abstrak\n# Pendahuluan\n## Pentingnya keterampilan berbicara Bahasa Inggris\n## Storytelling sebagai metode peningkat keterampilan berbicara\n## Communicative Language Teaching (CLT) dan karakteristiknya\n## Tantangan pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia\n## Latar masalah pada siswa SMAK Kasih Anugerah","[{\"question\":\"Mengapa siswa Indonesia sering kesulitan berbicara Bahasa Inggris?\",\"answer\":\"Karena Bahasa Inggris berstatus sebagai bahasa asing sehingga jarang digunakan untuk komunikasi sehari-hari, membuat sebagian siswa belum memiliki kemampuan berbicara yang memadai dan cenderung gugup saat berbicara.\"},{\"question\":\"Pendekatan apa yang digunakan dalam pelatihan berbicara tersebut?\",\"answer\":\"Pelatihan menggunakan Communicative Language Teaching (CLT), dengan penerapan khusus metode storytelling sebagai strategi pembelajaran yang komunikatif.\"},{\"question\":\"Bagaimana pelatihan diterapkan selama satu bulan dan bagaimana hasil evaluasinya?\",\"answer\":\"Minggu pertama hingga ketiga berisi pemaparan materi storytelling beserta tekniknya, sedangkan minggu terakhir berupa lomba storytelling untuk praktik. Evaluasi menunjukkan siswa lebih percaya diri, pelafalan kata lebih baik, seluruh siswa menyatakan puas, serta mengaku kosakata meningkat setelah membaca teks cerita.\"}]","PELATIHA N KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DENGAN METODE STORYTELLING DI SMAK KASIH ANUGERAH | PDF",1789086910]