[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-237015-113":41,"doc-detail-237015-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","moral-integrity-in-building-social-character-foreword","INTEGRITAS MORAL PEMBENTUK KARAKTERISTIK SOSIAL - Kata Pengantar","","Buku membahas perkembangan pemikiran dan interaksi sosial dalam Islam melalui kerangka integritas moral serta pembentukan karakteristik sosial. Uraian menekankan relevansi ajaran Islam pada setiap waktu dan ruang, sekaligus menyoroti kontribusi ulama terdahulu dalam merumuskan pemahaman terhadap al-Qur’an dan al-Sunnah. Pembahasan juga menyinggung metodologi memahami teks, termasuk relasi nasakh-mansukh, makna tersirat dan tersurat, serta ragam perintah dan larangan. Selanjutnya dibahas tradisi keilmuan dan dinamika pemahaman, termasuk perbedaan penafsiran terkait pandangan al-Ghazali terhadap filsafat dan dampaknya bagi praktik belajar masyarakat.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/moral-integrity-in-building-social-character-foreword/237015/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/moral-integrity-in-building-social-character-foreword/237015.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Jasmine","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa gagasan utama yang dibahas dalam bagian kata pengantar buku ini?","Question",{"text":96,"@type":97},"Bagian kata pengantar menekankan perkembangan pemikiran dan interaksi sosial dalam Islam dengan dasar integritas moral serta fleksibilitas ajaran Islam yang relevan di setiap ruang dan waktu.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana buku ini menjelaskan cara memahami nash al-Qur’an dan al-Sunnah secara benar?",{"text":101,"@type":97},"Buku menekankan perlunya memahami teks dari sisi bahasa dan substansi, termasuk perbedaan umum-khusus, nasikh-mansukh, serta hubungan amar (perintah) dan nahi (larangan) dengan penjelasan terkait relasi al-Qur’an dan al-Sunnah.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Mengapa terjadi permasalahan pemahaman terkait pandangan al-Ghazali tentang filsafat?",{"text":105,"@type":97},"Buku menjelaskan adanya misunderstanding: al-Ghazali dianggap mengharamkan seluruh filsafat, padahal secara mendalam ia hanya mengharamkan tiga topik pembahasan kaum filosof.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},237015,1789109138,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":113,"read_time":128},2336478487870,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag  \nINTEGRITAS MORAL PEMBENTUK KARAKTERISTIK  \nSOSIAL  \nKata Pengantar  \nProf. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A  \nINTEGRITAS MORAL PEMBENTUK  \nKARAKTERISTIK SOSIAL  \nHak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak karya tulis dalam bentuk dan dengan cara apapun. Tanpa izin tertulis dari penerbit  \nPenulis  \nProf. Dr. H. Jamali, M.Ag  \nLayout: Riyanto  \nDesain Cover: Jhon  \nPenerbit:  \nCV. Aksara Satu  \nPerpustakaan Nasional:  \nISBN: 978-623-6051-00-9  \nUkuran : 14 x 20 cm  \nJumlah halaman : 110 + i-xx halaman Cetakan Pertama, Januari 2021  \nPercetakan :  \nAksarasatu Cirebon  \nJl. Diponegoro Gg. Mangga No. 7 RT/RW 04/01 Kel. Kesenden Kejaksan Kota Cirebon Jawa Barat email: [aaksarasatu@gmail.com 08313012476](aaksarasatu@gmail.com 08313012476)  \nKata Pengantar  \n􀁨􀁊􀁋􀁧  \nPerkembangan Pemikiran dan Interaksi Sosialdalam Islam:  \nSegala puji bagi Allāh SWT yang tiada sekutu dan tandingan bagi-Nya dalam segenap persoalan sertasenantiasa melimpahkan berbagai kenikmatan kepadakita, terutama nikmat iman dan Islam. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga beliau, segenap sahabat, dan umat beliau yang konsisten menapaki risalah serta dakwah yang dibawanya. Rasul pamungkas seluruh al-anbiyā’ wa al-mursalīn akan memberikan syafaat bagi umatnya yang senantiasa mengikuti maqāshid al-syarī’ah yang beliau ajarkan. Oleh karenanya, kita berharap mendapatkan syafaatnya di hari nanti kelak. Pengharapan itu wajar bahkan dianjurkankarena satu-satunya insan mulia yang diberi prerogatifuntuk memberikan syafaat oleh Allāh hanyalah Nabi Muhammad saw saja.  \nPemikiran Islam senantiasa berkembang seiring dengan pemikiran dan pemahaman umat Islam terhadap ajarannya yang berinteraksi dengan lingkungan mereka berada. Disinilah nilai fleksibilitas ajaran Islam yang sesuai denganwatak ajarannya, al-Islām shālih likulli zamān wa makān (Islam senantiasa relevan pada setiap waktu dan ruang) . Nilai universalitas ajaran Islam juga turut memperkuatfleksibilitas pemahaman. Mengapa demikian? Karena INTEGRITAS MORAL PEMBENTUK KARAKTERISTIKSOSIAL 􀀱 iii  \npara intelektual muslim sejak dahulu telah merumuskan pemahaman terhadap sumber ajaran Islam, al-Qur’āndan al-Sunnah. Seperti Imām al-Syāfi’ī telah merumuskansebuah pemahaman yang komprehensif terhadap tekssumberajaran Islam dengan menulissebuahkitabal-Risālah. Kitab ini berusaha membantu kepada orang yang berusaha memahami nash al-Qur’ān dan al-Sunnah secara benar dantepat.  \nPemahaman yang diajarkan oleh Imām al-Syāfi’ī adalah terlebih dahulu memahami teks dari sisi bahasa dan substansiperintah, misaldalam teksal-Qur’ān mengandung ayat yang mencakup umum dan khusus; ayat nāsikh dan mansūkh; lafal yang menunjuk makna tersirat dan bukan makna tersurat; ayat amar (perintah) dan nahi (larangan) dan penjelasan lain yang terkait relasi al-Qur’ān dan alSunnah. Artinya, ulama terdahulu telah berkontribusidalam menggali pemahaman terhadap kandungan sumberajaran Islam secara serius. Begitu pula sarjana muslim lainnya turut berusaha berkontribusi dalam memberikan kemudahan dalam memahami nash-nash al-Qur’ān dan al-Sunnah berdasarkan latar belakang dan konteks sertadisiplin ilmu bantu yang relevan. Imām Mālik bin Ânas bin Mālik (w.179 H) telah menyusun Kitāb al-Muwaththa’. Kitab ini berisi kumpulan hadis dari hasil studinya terhadapriwayat-riwayat yang diterima melalui seleksi periwayatan. Kitābal-Muwaththa’initelah dihafal olehImām al-Syāfi’ī saatia akan mengaji di hadapan Imām Mālik di Madinah. Imāmal-Syāfi’ī berusaha merumuskan pemahaman itu dalambentuk pedoman yang dipandang sebagai kitab Ushūl alFiqhnya yang hingga kini diperpedomani oleh sebagian umat Islam. Setelah lahirnya kitab Imām al-Syāfi’ī ini umat menjadipahamdan lebih mudah mengkaji al-Qur’ān danal  \niv 􀀱 INTEGRITAS MORAL PEMBENTUK KARAKTERISTIKSOSIAL  \nulama terdahulutelah berkontribusidalam menggali pemahaman terhadap kandungansumberajaran Islam secara serius. Begitu pula sarjana muslim lainnya turut beru","cbCaiosKFci9Bo5f","https://ap.wps.com/l/cbCaiosKFci9Bo5f","pdf",4414286,135,"Indonesian","# Kata Pengantar\n## Perkembangan Pemikiran dan Interaksi Sosial dalam Islam\n## Kontribusi Ulama dalam Pemahaman Nash al-Qur’an dan al-Sunnah\n## Tradisi Keilmuan dan Dinamika Pemahaman di Mazhab Ahl al-Sunnah wa al-Jamā’ah","[{\"question\":\"Apa gagasan utama yang dibahas dalam bagian kata pengantar buku ini?\",\"answer\":\"Bagian kata pengantar menekankan perkembangan pemikiran dan interaksi sosial dalam Islam dengan dasar integritas moral serta fleksibilitas ajaran Islam yang relevan di setiap ruang dan waktu.\"},{\"question\":\"Bagaimana buku ini menjelaskan cara memahami nash al-Qur’an dan al-Sunnah secara benar?\",\"answer\":\"Buku menekankan perlunya memahami teks dari sisi bahasa dan substansi, termasuk perbedaan umum-khusus, nasikh-mansukh, serta hubungan amar (perintah) dan nahi (larangan) dengan penjelasan terkait relasi al-Qur’an dan al-Sunnah.\"},{\"question\":\"Mengapa terjadi permasalahan pemahaman terkait pandangan al-Ghazali tentang filsafat?\",\"answer\":\"Buku menjelaskan adanya misunderstanding: al-Ghazali dianggap mengharamkan seluruh filsafat, padahal secara mendalam ia hanya mengharamkan tiga topik pembahasan kaum filosof.\"}]","INTEGRITAS MORAL PEMBENTUK KARAKTERISTIK SOSIAL - Kata Pengantar | PDF",47]