[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-233295-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":74,"doc-detail-233295-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":67,"head_meta":69,"extra_data":71,"updated_unix":73},113,"id","mind-mapping-as-a-social-studies-learning-model-for-grade-5-sd-muhammadiyah-16-events-of-the-proclamations-key-moments","Mind Mapping sebagai Model Pembelajaran IPS Kelas V SD Muhammadiyah 16 Materi Peristiwa Detik-Detik Proklamasi","","Pembelajaran IPS pada kelas V SD Muhammadiyah 16 Semarang memiliki capaian hasil belajar rendah karena materi Peristiwa Detik-Detik Proklamasi menuntut penguasaan banyak tanggal dan tokoh. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar melalui penerapan model mind mapping yang menyajikan materi secara menyeluruh, sederhana, menarik, serta membantu siswa mengingat dan menghubungkan konsep. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan pembelajaran konvensional dan mind mapping, lalu membandingkan hasil. Hasil menunjukkan peningkatan hasil belajar IPS setelah penerapan mind mapping.",{"@graph":14,"@context":66},[15,34,49],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/presentasi/","Presentasi",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/mind-mapping-as-a-social-studies-learning-model-for-grade-5-sd-muhammadiyah-16-events-of-the-proclamations-key-moments/233295/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"author":36,"headline":10,"publisher":39,"fileFormat":42,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":43,"datePublished":43,"encodingFormat":42,"isAccessibleForFree":44,"interactionStatistic":45},"DigitalDocument",{"name":37,"@type":38},"Emma Mercer","Person",{"url":19,"name":40,"@type":41},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-10",true,{"@type":46,"interactionType":47,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":48},"ViewAction",{"@type":50,"mainEntity":51},"FAQPage",[52,58,62],{"name":53,"@type":54,"acceptedAnswer":55},"Mengapa hasil belajar IPS materi Detik-Detik Proklamasi di kelas V SD Muhammadiyah 16 Semarang rendah?","Question",{"text":56,"@type":57},"Materi menuntut banyak tanggal dan tokoh, sedangkan banyak siswa kurang mampu memahami peristiwa menjelang Proklamasi. Sumber belajar yang dominan berupa tulisan juga membuat anak kurang tertarik.","Answer",{"name":59,"@type":54,"acceptedAnswer":60},"Apa alasan mind mapping dipilih untuk pembelajaran IPS materi Detik-Detik Proklamasi?",{"text":61,"@type":57},"Mind mapping menyajikan materi secara menyeluruh dalam bentuk konsep, fakta, dan kata kunci yang dipadukan gambar serta warna sehingga memicu ingatan lebih mudah. Model ini juga memberi ruang siswa berkreasi dan aktif.",{"name":63,"@type":54,"acceptedAnswer":64},"Bagaimana cara penelitian membandingkan pembelajaran konvensional dan mind mapping?",{"text":65,"@type":57},"Penelitian menggunakan eksperimen dengan mengajar siswa dua kali: menggunakan model konvensional dan model mind mapping. Nilai diukur melalui 10 soal isian singkat dan uraian sebelum serta sesudah penerapan mind mapping, lalu dibandingkan hasil belajarnya.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":68,"og:title":10,"og:site_name":40,"og:description":12},"article",{"robots":70,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":72,"site_id":7},233295,1789076857,{"code":4,"msg":75,"data":76},"success",[77,81,85,89,93,96,100,104],{"id":78,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":79,"show_sort_weight":4,"slug":80},178,"Faktur","faktur",{"id":82,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":83,"show_sort_weight":4,"slug":84},192,"Formulir","formulir-192",{"id":86,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":87,"show_sort_weight":4,"slug":88},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":90,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":4,"slug":92},179,"Poster","poster",{"id":94,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":95},176,"presentasi",{"id":97,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":4,"slug":99},177,"Resume","resume",{"id":101,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":4,"slug":103},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":105,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":106,"show_sort_weight":4,"slug":107},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":75,"data":109},{"doc_id":72,"user_id":110,"nickname":37,"user_avatar":111,"doc_module":22,"category_id":94,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":33,"language":117,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":118,"faqs":119,"seo_title":120,"seo_description":12,"update_tm":73,"read_time":26},962084925502,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8","Mind Mapping sebagai Model Pembelajaran IPS Kelas V SD Muhammadiyah 16 Materi Peristiwa Detik-Detik Proklamasi  \nAhsinunnikmah  \nSD Muhammadiyah 16 Semarang  \nTegalsari Perbalan RT 3/3 Wonotingal  \nReceived  \nRevised Accepted  \n: 4 Mar 2020 : 28 Apr 2020  \n: 23 Mei 2020  \nAbstract  \nSocial Studies which contains many memorizing material, specially about events toward Indonesian Proclamation, makes learning outcome in 5th grade SD Muhammadiyah 16 Semarang low. Teacher need to search learning model that match with Social Studies characteristic. Mind mapping model was considered can apply and increase learning outcome social studies. Method in this research using experiment. Researcher teachs students twice, with conventional model and with mind mapping model. Then compare the learning outcome. The result of this research is show that mind mapping model can increase social studies learning outcome in 5th grade SD Muhammadiyah 16 Semarang.  \nKeywords: social studies; events toward indonesian proclamation; mind mapping  \n(*) Corresponding Author: [ahsinunnikmah@gmail.com](ahsinunnikmah@gmail.com), 085877691702  \nHow to Cite: Ahsinunnikmah, A. (2020) . Mind Mapping sebagai Model Pembelajaran IPS Kelas V SD Muhammadiyah 16 Materi Peristiwa Detik-Detik Proklamasi. Media Penelitian Pendidikan: Jurnal  \nPenelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran, 14 (1): 71-74.  \nPENDAHULUAN  \nAspek kognitif pada pembelajaran Kurikulum 2013 tentu saja masih perludikuasai oleh para siswa. Salah satunya adalah muatan pelajaran Ilmu Pendidikan Sosial (IPS) . Di SD Muhammadiyah 16 Semarang, menunjukkan adanya hasil belajar kurang dari Kriteria Ketuntasan Miniman (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah padamuatan pelajaran IPS khususnya materi Peristiwa Detik-Detik Proklamasi. Banyaksiswa belum mampu memahami Peristwa Jelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia karena banyak tanggal dan tokoh yang terlibat di dalamnya. Buku-buku penunjang maupun sumber belajar di luar buku teks terlalu banyak menampilkan penjelasan berupa tulisan sehingga anak kurang tertarik mempelajari materi tersebut.  \nHal ini bertentangan dengan Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 yang menyebutkan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah harusdilaksanakan dengan suasana menyenangkan, interaktif, inspiratif, menantang, memtivasi peserta didik untuk ikut berperan aktif, serta mampu menjadi tempat mereka mengembangkan bakat serta minat mereka. Sehingga peran Guru dalam mengaktifkan kelas menjadi sangat penting. Guru harus pandai memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi atau ciri khas muatan pelajaran yang terkait.  \nAstipratiwi (2016) menyatakan bahwa mayoritas siswa SD kelas V kurang tertarik dalam pembelajaran IPS materi peristiwa detik-detik Proklamasi karenakurangnya variasi model dan metode pembelajaran yang dilakukan Guru di kelas. Mind Mapping adalah salah satu model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam muatan materi tersebut. Karena mind mapping merupakan gambaran materi secara menyeluruh yang disajikan sederhana tetapi menarik minat siswa.  \nHal serupa juga dinyatakan oleh Kuntoro (2019) yang menyebutkan bahwa ada perbedaan hasil belajar IPS siswa SD sebelum dan sesudah Guru melakukan pembelajaran dengan model mind mapping dimana perbedaan tersebut menunjukkan perbedaan ke arah yang positif. Mind mapping dinilai dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa SD karena di dalamnya membutuhkan banyak ingatan, sesuaidengan mind mapping yang pada prinsipnya model ini merangkum semua materidalam bentuk konsep, fakta, dan kata kunci kemudian dipadukan dengan gambardan warna sehingga dapat memicu ingatan dengan mudah.  \nIPS juga mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial namun tetap harus memperhatikan keterlibatan siswaselama proses pembelajaran berlangsung. Mind mapping merupakan salah satu media yang tepat dalam pembelajaran IPS sebagai tempat anak ikut aktif dalampembelajaran karena ","cbCaipZ4YB2rrokg","https://ap.wps.com/l/cbCaipZ4YB2rrokg","pdf",128289,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar belakang masalah\n## Landasan pemikiran dan penelitian terdahulu\n# METODE\n## Desain penelitian dan pengambilan data\n## Instrumen penilaian\n## Karakteristik kesalahan siswa","[{\"question\":\"Mengapa hasil belajar IPS materi Detik-Detik Proklamasi di kelas V SD Muhammadiyah 16 Semarang rendah?\",\"answer\":\"Materi menuntut banyak tanggal dan tokoh, sedangkan banyak siswa kurang mampu memahami peristiwa menjelang Proklamasi. Sumber belajar yang dominan berupa tulisan juga membuat anak kurang tertarik.\"},{\"question\":\"Apa alasan mind mapping dipilih untuk pembelajaran IPS materi Detik-Detik Proklamasi?\",\"answer\":\"Mind mapping menyajikan materi secara menyeluruh dalam bentuk konsep, fakta, dan kata kunci yang dipadukan gambar serta warna sehingga memicu ingatan lebih mudah. Model ini juga memberi ruang siswa berkreasi dan aktif.\"},{\"question\":\"Bagaimana cara penelitian membandingkan pembelajaran konvensional dan mind mapping?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan eksperimen dengan mengajar siswa dua kali: menggunakan model konvensional dan model mind mapping. Nilai diukur melalui 10 soal isian singkat dan uraian sebelum serta sesudah penerapan mind mapping, lalu dibandingkan hasil belajarnya.\"}]","Mind Mapping sebagai Model Pembelajaran IPS Kelas V SD Muhammadiyah 16 Materi Peristiwa Detik-Detik Proklamasi | PDF"]