[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-234127-113":41,"doc-detail-234127-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","framing-collective-religious-identity-the-experience-of-the-indonesia-without-dating-movement","Membingkai Identitas Kolektif Berbasis Agama: Pengalaman Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran","","Pacaran diposisikan sebagai gaya hidup modern yang banyak dipilih kaum muda, sementara Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran mempromosikan sikap “anti-pacaran” dengan alasan budaya pacaran berasal dari Barat dan dapat merusak generasi muda Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, observasi partisipan, dan content analysis, dengan kerangka mekanisme konstruksi identitas kolektif Porta & Diani. Fokus kajian menelaah bagaimana identitas kolektif anti pacaran dibentuk hingga gerakan diminati pengguna internet. Temuan menunjukkan tiga mekanisme utama: pengkonstruksian “kita” sebagai protagonis, interaksi aktivis melalui platform seperti Instagram dan WhatsApp Group, serta ikatan perasaan yang terbentuk dari waktu ke waktu melalui pengalaman peristiwa sebelumnya yang terhubung dengan aksi kolektif kini.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/framing-collective-religious-identity-the-experience-of-the-indonesia-without-dating-movement/234127/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/framing-collective-religious-identity-the-experience-of-the-indonesia-without-dating-movement/234127.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Cipher","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-10",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa tujuan Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran (ITP)?","Question",{"text":96,"@type":97},"Gerakan ITP bertujuan menyebarkan nilai moralitas Islam untuk menghapus budaya pacaran yang dinilai dapat menghancurkan generasi muda Islam. Gerakan ini juga mendorong praktik seperti ta’aruf atau menyegerakan pernikahan.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Strategi apa yang digunakan ITP untuk menarik follower?",{"text":101,"@type":97},"ITP menggunakan dakwah melalui media sosial yang dibungkus fitur menarik dan mudah diakses. Pemanfaatan hashtag seperti “hijrah” membantu menjangkau konten dalam jumlah besar dan menarik pengguna internet.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Bagaimana identitas kolektif anti pacaran dikonstruksikan menurut penelitian ini?",{"text":105,"@type":97},"Konstruksi identitas dibangun melalui tiga mekanisme: pengkonstruksian “kita” sebagai protagonis (orang-orang baik), pembentukan wadah interaksi aktivis di platform seperti Instagram dan WhatsApp Group untuk membangun kepercayaan serta solidaritas, dan ikatan perasaan yang terbentuk dari pengalaman peristiwa sebelumnya lalu dihubungkan dengan tindakan kolektif saat ini.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},234127,1790032484,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":129},687208528416,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_9964176cb1d06d4a9deccf72a44ae3dc","Membingkai Identitas Kolektif Berbasis Agama: Pengalaman Gerakan  \nIndonesia Tanpa Pacaran  \nIda Rosyidah*, Rahmah Indar Damastuti**  \n*Dosen Program Studi Sosiologi FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Email: [ida.rosyidah@uinjkt.ac.id](ida.rosyidah@uinjkt.ac.id).  \n**Peneliti Lepas dan Alumni Program Studi Sosiologi FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Email:  \n[rahmahindar@gmail.com](rahmahindar@gmail.com)  \nAbstrak  \nPacaran merupakan gaya hidup modern yang disukai kalangan anak-anak muda, namun gerakan Indonesia Tanpa Pacaran justru mempromosikan “anti-pacaran” karena budaya pacaranaberasal dari Barat dan pacaran akan menghancurkan  generasi muda Islam, bahkan negara dan mendapatkan dukungan satu juta follower. Melalui penggunaan metode kualitatif dengan teknik wawancara, observasi partisipan dan content analysis sertateori mekanisme konstruksi identitas kolektif yang dipergunakan Porta & Diani. Tulisanini ingin menggali konstruksi identitas kolektif anti pacaran dari gerakan Indonesia Tanpa Pacaran sehinggagerakan ini diminati pengguna internet. Hasil temuannya menunjukan bahwa proses konstruksi identitaskolektif anti pacaran dari gerakan ini dibangun melalui 3 mekanisme yaitu (a) proses pengkonstruksian“kita” sebagai protagonist (orang-orang yang baik) . Pada konteks ini, identitas kolektif yang dibangunadalah mereka yang anti pacaran sebagai pejuang hijrah, mantan aktivis pacaran, pelindung kesucian perempuan dan penerima hidayah, (b) melalui wadah aktivis untuk saling berinteraksi seperti instragram dan Whatsapp Group sehingga menimbulkan rasa saling percaya dan meningkatnya solidaritas sosial, (c) melalui ikatan perasaan yang terbentuk dari waktu ke waktu, terutama pengalaman aktivis ITP dalamperistiwa-peristiwa sebelumnya dan dihubungkan dengan tindakan kolektif saat ini.  \nKata Kunci: kontruksi, identitas kolektif, mekanisme, Indonesia Tanpa Pacaran  \nAbstract  \nDating is a modern lifestyle preferred by the young generation. However, Indonesia Without Dating (ITP) movement with one million followers promotes “anti-dating” action. Using qualitative method, in-depth interview, participant observation and content analysis using the construct of Porta & Diani on the construction of collective identities. This study found the construction of collective identities from in the establishment of this movement among internet users. The findings showed that the construction of anti-dating collective identity was built through three (3) mechanisms, namely (a) the process of conceptualizing “us” as protagonists (good people). In this context, those who were supporters of anti-dating were identified from hijrah warriors, ex-dating activists, protectors of women’s chastity, and recipients of guidance,(b) the activists were used online platforms to interact with one another, such as Instagram and Whatsapp Groups in order to create mutual trust and strengthen social solidarity, and lastly, (c) through collective feelings that were formed over time, primarily amongst ITP activists through some previous events and associated with the current collective action.  \nKeywords: construction, collective identity, mechanisms, Indonesia Without Dating  \n* Naskah diterima September 2023, direvisi Oktober 2023, dan disetujui untuk diterbitkan November 2023  \n[https://doi.org/10.47655/dialog.v46i2.806](https://doi.org/10.47655/dialog.v46i2.806)  \nDialog, 46 (2), 2023, 203-214  \n[https://jurnaldialog.kemenag.go.id](https://jurnaldialog.kemenag.go.id),p-ISSN: 0126-396X, e-ISSN: 2715-6230  \nThis is open access article under CC BY-NC-SA-License  \n([https://creativecommons.org/license/by-nc-sa/4.0/](https://creativecommons.org/license/by-nc-sa/4.0/))  \nDialog Vol. 46, No.2, Desember 2023 203  \nPendahuluan  \nFenomena gerakan hijrah menguat belakangan ini, termasuk Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran (selanjutnya ditulis ITP) . Gerakan ini digagas oleh La Ode Munafar tahun 2015. Gerakan ini bertujuan untuk menyebarkan nilai-nilai moralitas Islam untuk ","cbCaih578DZIKo1H","https://ap.wps.com/l/cbCaih578DZIKo1H","pdf",1182200,13,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Gerakan hijrah dan posisi Indonesia Tanpa Pacaran (ITP)\n## Strategi dakwah melalui media sosial dan dinamika pengikut\n## Pembingkaian “masalah bersama” dan pandangan terhadap pacaran\n## Ta’aruf/pernikahan sebagai alternatif dan implikasi regulasi","[{\"question\":\"Apa tujuan Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran (ITP)?\",\"answer\":\"Gerakan ITP bertujuan menyebarkan nilai moralitas Islam untuk menghapus budaya pacaran yang dinilai dapat menghancurkan generasi muda Islam. Gerakan ini juga mendorong praktik seperti ta’aruf atau menyegerakan pernikahan.\"},{\"question\":\"Strategi apa yang digunakan ITP untuk menarik follower?\",\"answer\":\"ITP menggunakan dakwah melalui media sosial yang dibungkus fitur menarik dan mudah diakses. Pemanfaatan hashtag seperti “hijrah” membantu menjangkau konten dalam jumlah besar dan menarik pengguna internet.\"},{\"question\":\"Bagaimana identitas kolektif anti pacaran dikonstruksikan menurut penelitian ini?\",\"answer\":\"Konstruksi identitas dibangun melalui tiga mekanisme: pengkonstruksian “kita” sebagai protagonis (orang-orang baik), pembentukan wadah interaksi aktivis di platform seperti Instagram dan WhatsApp Group untuk membangun kepercayaan serta solidaritas, dan ikatan perasaan yang terbentuk dari pengalaman peristiwa sebelumnya lalu dihubungkan dengan tindakan kolektif saat ini.\"}]","Membingkai Identitas Kolektif Berbasis Agama: Pengalaman Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran | PDF",1789083923,5]