[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-199022-113":41,"doc-detail-199022-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","understanding-the-interaction-of-the-kupatan-tradition-on-islamic-holidays-in-banjeng-village","Memahami Interaksi Tradisi Kupatan Pada Hari Raya Islam - Di Desa Banjeng","","Tradisi Kupatan di Desa Banjeng, salah satu desa di Kecamatan Maguwoharjo, masih dilestarikan sebagai bagian dari praktik budaya masyarakat. Pelaksanaannya unik karena diselenggarakan pada 1 Syawal (Idul Fitri) dan 10 Dzulhijjah (Idul Adha). Penelitian ini bertujuan memahami interaksi yang terjadi ketika masyarakat Banjeng menjaga dan merawat tradisi yang tumbuh di daerahnya. Metode kualitatif dengan pendekatan etnografi digunakan untuk menganalisis proses pewarisan nilai, termasuk pengenalan sejak kecil agar tradisi tidak hilang, serta faktor kesadaran publik dan keterlibatan masyarakat yang membuat tradisi sulit ditinggalkan.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/understanding-the-interaction-of-the-kupatan-tradition-on-islamic-holidays-in-banjeng-village/199022/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/understanding-the-interaction-of-the-kupatan-tradition-on-islamic-holidays-in-banjeng-village/199022.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Đào","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-04",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":61},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa tujuan penelitian tentang Tradisi Kupatan di Desa Banjeng?","Question",{"text":96,"@type":97},"Penelitian bertujuan mengetahui interaksi Tradisi Kupatan yang dilakukan masyarakat Banjeng dalam menjaga tradisi yang berkembang di daerahnya.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Kapan Tradisi Kupatan dilaksanakan di Desa Banjeng?",{"text":101,"@type":97},"Tradisi Kupatan dilaksanakan pada 1 Syawal (Idul Fitri) dan 10 Dzulhijjah (Idul Adha).",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Mengapa Tradisi Kupatan sulit ditinggalkan oleh masyarakat Banjeng?",{"text":105,"@type":97},"Tradisi sulit ditinggalkan karena kesadaran masyarakat dan mayoritas warga terlibat dalam proses pelaksanaannya, termasuk upaya mengenalkan tradisi sejak kecil.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},199022,1790005618,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":61,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":67},1374402968488,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","Memahami Interaksi Tradisi Kupatan Pada Hari Raya Islam  \nDi Desa Banjeng  \nWinda Oktavia Ningrum1*, Wiwid Adiyanto2  \n1Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Amikom Yogyakarta  \n*Penulis koresponden, [e-mail](e-mail winda.2710@students.amikom.ac.id)[ ](e-mail winda.2710@students.amikom.ac.id)[winda.2710@students.amikom.ac.id](e-mail winda.2710@students.amikom.ac.id)  \nAbstract: Banjeng Village is one of the villages in Maguwoharjo Subdistrict which has many traditions that are still being preserved, including the Kupatan tradition. Uniquely, the implementation of the Kupatan tradition is carried out on the 1st of Shawwal, Eid al-Fitr, and the 10th of Dzulhijjah Eid al-Adha. This research was conducted with the aim of knowing the interaction of the Kupatan tradition carried out by the Banjeng community in maintaining the traditions that developed in their area. The author uses qualitative research method with an ethnographic approach to analyze the results of this study. The findings of this study are to introduce and embrace children from a young age about the Kupatan tradition, so that the existing of this tradition will not lost. The author argues that this tradition is difficult to abandon because of public awareness, and most of the people in Banjeng are involved in this implementation process.  \nKeywords: Traditions;Kupatan; Interaction, Banjeng Village  \nAbstrak: Desa Banjeng merupakan salah satu desa di Kelurahan Maguwoharjo yang memiliki banyak tradisi yang hingga kini masih dilestarikan antara lain tradisi kupatan. Uniknya Pelaksanaan Tradisi Kupatan dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal hari raya Idul Fitri dan tanggal 10 Dzulhijjah hari raya Idul Adha. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui interaksi Tradisi Kupatan yang dilakukan masyarakat Banjeng dalam menjagatradisi yang berkembang di daerahnya. Metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi yang digunakan penulis untuk menganalisis hasil penelitian ini. Hasiltemuan penelitian ini adalah dengan mengenalkan dan merangkul anak sedari kecil mengenai Tradisi Kupatan agar tradisi yang ada tidak hilang. Sebagian Besar masyarakat Banjeng ikutterlibat dalam proses pelaksanaan yang membuat tradisi ini sulit ditinggalkan karena adanya kesadaran dari masyarakat.  \nKata kunci: Tradisi; Kupatan; Interaksi, Desa Banjeng  \nPENDAHULUAN  \nGeertz (Fikriyah et al., 2020) mengemukakan bahwa tradisi dan budaya Jawamenjadi budaya daerah yang mendominasi budaya dan tradisi nasional di Indonesia, sehingga tidak heran istilah-istilah, nama, serta jargon yang berada di Jawa sangat familiar di kancah budaya nasional. Menurut masyarakat Indonesia, terutama masyarakat yang berada di Jawa, dengan melaksanakan tradisi yang ada diyakini akan mendatangkan kebaikan, keberkahan, keselamatan dan lain sebagainya.  \nTradisi Kupatan atau ‘hari raya Ketupat’ yang dijadikan acara tahunan yang terusdilestarikan di Banjeng. Pelaksanaan Tradisi Kupatan dilaksanakan setelah melaksanakansholat ied di serambi masjid Al-Mustaqim dan dilaksanakan di hari pertama lebaran yang dimana masyarakat membawa ketupat dan sayur khas lebaran yang dibawa ke masjid nantinya akan dinikmati bersama. Selain kupat dan sayur krecek yang dibawa ke masjid masyarakat Banjeng juga membawa nasi among-among. Among-among berasal dari kata pamomong yang memiliki arti ngemong, penjaga, pelindung atau pengasuh jiwa (Hartanto  \net al., 2022) . Among-among ini biasanya dibawa oleh warga yang memiliki anak kecil.  \nTradisi Kupatan di Banjeng dilaksanakkan setiap Hari Raya Idul Adha dan Idul Fitrisebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Namun di berbagai daerah memiliki perbedaan pelaksanaan tradisi kupatan. Rodin (2013) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa tradisi Kupatan di daerah tertentu dilaksanakan pada hari ketujuh pada bulan syawal, ada yang di rayakan di hari ke delapan bulan Syawal, dan yang sering ditemui di daerahdaerah perkotaan pelaksanaan Tradisi Kupatan dilaksanakan di hari pertama b","cbCainnzwjXdixg3","https://ap.wps.com/l/cbCainnzwjXdixg3","pdf",672907,11,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Konteks tradisi dan budaya\n## Pelaksanaan Tradisi Kupatan di Banjeng\n## Perbedaan pelaksanaan di berbagai daerah\n## Makna ketupat, uborampe, dan slametan","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian tentang Tradisi Kupatan di Desa Banjeng?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengetahui interaksi Tradisi Kupatan yang dilakukan masyarakat Banjeng dalam menjaga tradisi yang berkembang di daerahnya.\"},{\"question\":\"Kapan Tradisi Kupatan dilaksanakan di Desa Banjeng?\",\"answer\":\"Tradisi Kupatan dilaksanakan pada 1 Syawal (Idul Fitri) dan 10 Dzulhijjah (Idul Adha).\"},{\"question\":\"Mengapa Tradisi Kupatan sulit ditinggalkan oleh masyarakat Banjeng?\",\"answer\":\"Tradisi sulit ditinggalkan karena kesadaran masyarakat dan mayoritas warga terlibat dalam proses pelaksanaannya, termasuk upaya mengenalkan tradisi sejak kecil.\"}]","Memahami Interaksi Tradisi Kupatan Pada Hari Raya Islam - Di Desa Banjeng | PDF",1788504515]