[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-235529-113":41,"doc-detail-235529-id":100},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":93,"head_meta":95,"extra_data":97,"updated_unix":99},113,"id","meeting-minutes-technical-team-meeting-hotel-mandarin-jakarta-feb-4-2011","NOTULEN RAPAT - PERTEMUAN TIM TEKNIS - Hotel Mandarin, Jakarta - 4 Februari 2011","","Notulen rapat Pertemuan Tim Teknis di Hotel Mandarin, Jakarta pada 4 Februari 2011 (10.00–17.00 WIB) mencatat arahan dan pembahasan lintas instansi mengenai penyusunan output kerja. Rapat menegaskan pembagian dokumen Background Paper (hasil Basic Study yang didanai JICA) dan Grand Design (hasil Pemerintah), sekaligus penekanan pada Kerjasama Teknik dengan keterkaitan pada Kerjasama Ekonomi. Hadir berbagai pihak membahas visi-misi, kebutuhan visi-misi pada Background Paper, dasar hukum, mekanisme koordinasi kelembagaan, kriteria program unggulan, serta isu PPP, “National Focal Point”, dan “East Looking Policy”.",{"@graph":51,"@context":92},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":35,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/surat/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/meeting-minutes-technical-team-meeting-hotel-mandarin-jakarta-feb-4-2011/235529/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Xiajie","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Apa rekomendasi terkait kelengkapan Background Paper?","Question",{"text":90,"@type":91},"Disarankan agar visi dan misi dari Bandung dimasukkan ke Background Paper serta Background Paper dibuat lebih lengkap untuk memperkuat penyusunan Grand Design, termasuk prioritas program, dasar hukum, dan mekanisme koordinasi dalam kerangka kelembagaan.","Answer","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":94,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":96,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":98,"site_id":44},235529,1789098429,{"code":4,"msg":5,"data":101},{"doc_id":98,"user_id":102,"nickname":71,"user_avatar":103,"doc_module":9,"category_id":34,"category_name":35,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":104,"file_id":105,"file_url":106,"file_type":107,"file_size":108,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":109,"language":110,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":111,"faqs":112,"seo_title":113,"seo_description":49,"update_tm":99,"read_time":114},8814010472675,"https://avatar.qwps.com/avatar/WGlhamll","NOTULEN RAPAT  \nPERTEMUAN TIM TEKNIS  \nTempat : Hotel Mandarin, Jakarta  \nTanggal : 4 Februari 2011  \nWaktu : 10.00-17.00 WIB  \nNotulen:  \n• Pertemuan dipimpin oleh Dewo Broto Joko Putranto (Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral, Bappenas) .  \n• Pada pembukaan pertemuan Pak Dewo mengulang kembali hasil-hasil dari lokakarya di Bandung tanggal 14 Januari 2011.  \n• Pak Adik menjelaskan tentang draf ke-2, yang dibuat berdasarkan rekomendasi dari pertemuan di Bandung. Pada prinsipnya sudah disepakati untuk menyusun 2 dokumen output: yaitu Background Paper sebagai output dari Basic Study yang didanai oleh JICA dan Grand Design sebagai output dari Pemerintah. Pada prinsipnya Beliau menyusun background paper berdasarkan masukan dansaran dari Tim Teknis khususnya dari Pak Otto dan Bu Siliwati dari Bappenas. Namun, karena ada perbedaan dalam penulisan background paper dan Grand Design, maka visi dan misi yang telahdisepakati di Bandung tidak dimasukkan ke dalam Background Paper tetapi nantinya dimasukkan ke dalam Grand Design. Dokumen ini lebih difokuskan pada kerjasama teknik daripada kerjasamaekonomi. Dan difokuskan hanya pada penyiapan Background Paper.  \n• Pak Thalib dari KADIN menyatakan bahwa pada prinsipnya kerjasama ekonomi merupakan hal yang sangat penting dalam dekade ini, dapat dilaksanakan dalam bentuk G2G atau B2B. Hal ini juga diperkuat dengan posisi Indonesia dalam G-20, yang mensyaratkan agar Indonesia harus bertindak dan berfikir secara global.  \n• Bu Theodora dari BKKBN merekomendasikan untuk memasukkan visi dan misi yang telahdisepakati di Bandung pada Background Paper. Background Paper harus dibuat lebih lengkap untuk dapat memperkuat dalam penyusunan Grand Design. Prioritas seperti yang disebutkan dalam halaman 20 Draf ke-2, harus dengan jelas menjelaskan output yang akan dicapai oleh tiap program. Dan juga penting untuk menjelaskan tentang dasar hukum dan mekanisme koordinasi dalam kerangka kelembagaan.  \n• Pak Darianto dari Direktorat Teknis Kemenlu menghendaki agar Grand Design merupakan metamorphosis dari Background Paper. Karenanya harus lebih komprehensif agar nantinya bisadipergunakan oleh Tim Teknis sebagai acuan dalam tahap pelaksanaan. Terkait dengan PPP, Kemenlu telah mulai menugaskan stafnya untuk menangani proyek-proyek PPP agar bisadiselaraskan dengan kebutuhan untuk lebih fokus pada konsep kemitraan, memperluas jaringandengan Lembaga Non Pemerintah atau swasta. Terkait dengan Kerjasama Teknik, setuju dengan Pak Adik bahwa Kerjasama Teknik harus diikuti oleh Kerjasama Ekonomi. Karena kerangka berfikirnya orang miskin tidak akan mudah untuk bekerjasama. Kemudian, untuk bisa bekerjasamadengan orang msikin, maka kerjasama teknik harus dikedepankan. Untuk itu, saat ini Kemenlu bersama-sama Setneg dan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum membantu Timor Leste dalam membangun jalan di daerah perbatasan yang bertujuan untuk mempercepat  \nperpindahan barang dari Indonesia yang dapat berdampak pada perekonomian Indonesia terutama bagi Propinsi NTB. Dan terkait dengan pembentukan “National Focal Point”, Kemenlu berencana mengundang Pak Adik untuk mendiskusikan mengenai hal tersebut. Dikaitkan juga dengan “East Looking Policy” untuk merangkul negara-negara kecil di timur.  \n• Sehubungan dengan identifikasi program-program unggulan, ada banyak potensi, tetapi perlu untukmenetapkan kriteria program unggulan terlebih dahulu, misalnya: berdasarkan program yang sering dimintakan (intensitas), kaitannya dengan isu-isu MDG, kebutuhan negara penerima, siapakompetitornya dan keuntungannya bagi Indonesia dibandingkan dengan negara lain atau apakah program-program yang sudah dilaksanakan tersebut mendapat apresiasi dari negara-negara berkembang, dan sebagainya.  \n• Pak Thalib dari KADIN menginformasikan bahwa saat ini peran Indonesia telah berubah, karenanya visi dan misi KSS juga harus berubah diselaraskan dengan perubahan peran tersebut. Saat ini negara-negara miskin lebih menginginkan kerjasama ekonomi da","cbCaidK4KX1DEUk9","https://ap.wps.com/l/cbCaidK4KX1DEUk9","pdf",3463790,41,"Indonesian","# Notulen Rapat\n## Identitas Rapat\n## Poin-Poin Pembahasan\n## Usulan dan Rencana Lanjutan","[{\"question\":\"Apa rekomendasi terkait kelengkapan Background Paper?\",\"answer\":\"Disarankan agar visi dan misi dari Bandung dimasukkan ke Background Paper serta Background Paper dibuat lebih lengkap untuk memperkuat penyusunan Grand Design, termasuk prioritas program, dasar hukum, dan mekanisme koordinasi dalam kerangka kelembagaan.\"}]","NOTULEN RAPAT - PERTEMUAN TIM TEKNIS - Hotel Mandarin, Jakarta - 4 Februari 2011 | PDF",14]