[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-236412-113":41,"doc-detail-236412-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":101,"head_meta":103,"extra_data":105,"updated_unix":107},113,"id","lecture-material-promotional-ad-media","Materi Kuliah - Media Iklan Promosi","","Materi kuliah membahas konsep dan pengelompokan iklan berdasarkan metode serta strategi penyampaian. Pembahasan mencakup Above The Line (ATL) yang memanfaatkan media massa konvensional untuk menjangkau khalayak lebih luas, dengan karakteristik biaya relatif tinggi dan fokus pada kesadaran merek. Materi juga mengulas Below The Line (BTL) yang menekankan saluran non-massa agar lebih tersegmentasi, interaktif, dan terukur melalui aktivitas seperti promosi penjualan, event, direct mail, sampling, serta marketing langsung. Selain itu diuraikan Through The Line (TTL) yang menggabungkan pendekatan ATL dan BTL untuk memaksimalkan dampak kampanye pemasaran secara luas sekaligus spesifik.",{"@graph":51,"@context":100},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":27,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/presentasi/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/lecture-material-promotional-ad-media/236412/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"McQueen","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document","2026-09-11",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86,92,96],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Apa itu Above The Line (ATL) dan media apa yang digunakan?","Question",{"text":90,"@type":91},"ATL adalah jenis iklan yang menggunakan media massa konvensional seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, billboard, dan media luar ruang untuk menjangkau khalayak lebih luas.","Answer",{"name":93,"@type":88,"acceptedAnswer":94},"Apa tujuan utama Below The Line (BTL) dalam strategi iklan?",{"text":95,"@type":91},"BTL bertujuan mempengaruhi dan mendorong target pasar secara langsung melalui saluran non-massa yang lebih tersegmentasi, personal, dan interaktif.",{"name":97,"@type":88,"acceptedAnswer":98},"Apa perbedaan utama ATL dan BTL dalam penargetan serta pengukuran efektivitas?",{"text":99,"@type":91},"ATL cenderung kurang spesifik dalam menargetkan audiens dan efektivitasnya sulit diukur langsung, sedangkan BTL lebih fokus pada audiens spesifik dan umumnya lebih terukur serta berbiaya lebih rendah.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":102,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":104,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":106,"site_id":44},236412,1789105247,{"code":4,"msg":5,"data":109},{"doc_id":106,"user_id":110,"nickname":71,"user_avatar":111,"doc_module":9,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":117,"language":118,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":49,"update_tm":107,"read_time":67},5909890329169,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_9964176cb1d06d4a9deccf72a44ae3dc","MATERI KULIAH: MEDIA IKLAN PROMOSI\nDian Cahyadi\nUniversitas Negeri Makassar\n\u0013 HYPERLINK \"mailto:dian.cahyadi@unm.ac.id\" \u0014dian.cahyadi@unm.ac.id\u0015\nA. Kategori iklan\nIklan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan metode dan strateginya, di antaranya:\nAbove The Line (ATL): Jenis iklan yang dilakukan dengan menggunakan media massa konvensional seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, billboard, dan media luar ruang. Iklan jenis ini ditujukan untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Jenis iklan ini bertujuan untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, sehingga dapat meningkatkan kesadaran merek dan popularitas produk atau layanan yang diiklankan. Iklan ATL seringkali membutuhkan anggaran iklan yang besar karena menggunakan media yang mahal dan memerlukan kreativitas tinggi untuk memperoleh perhatian konsumen.\nBerikut ini beberapa contoh media iklan ATL:\nTelevisi: Televisi adalah salah satu media iklan konvensional yang paling populer dan efektif untuk menjangkau khalayak yang lebih luas.\nRadio: Radio juga merupakan salah satu media iklan konvensional yang efektif dalam menjangkau audiens target di daerah tertentu.\nSurat kabar: Iklan di surat kabar dapat membantu mencapai audiens target yang lebih spesifik dan terdefinisi, serta memberikan efek yang kuat pada kesadaran merek.\nMajalah: Iklan di majalah cenderung lebih terfokus pada audiens target yang lebih spesifik, seperti gaya hidup atau hobi tertentu.\nBillboard: Billboard atau reklame besar di jalan raya dapat menjangkau khalayak yang lebih luas dan memberikan efek yang kuat pada kesadaran merek.\nMedia luar ruang lainnya: Iklan di kendaraan umum, stasiun kereta, dan gedung-gedung bertingkat juga dapat menjangkau khalayak yang lebih luas.\nSemua jenis media iklan di atas termasuk dalam kategori iklan Above The Line (ATL) karena bertujuan untuk meningkatkan kesadaran merek di kalangan masyarakat umum.\nKriteria iklan Above The Line (ATL) meliputi:\nMenjangkau khalayak yang lebih luas: Iklan ATL bertujuan untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, sehingga dapat meningkatkan kesadaran merek di kalangan masyarakat umum.\nMenggunakan media massa konvensional: Iklan ATL biasanya menggunakan media massa konvensional seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, billboard, dan media luar ruang.\nBiaya yang relatif tinggi: Karena iklan ATL menggunakan media massa konvensional dan menjangkau khalayak yang lebih luas, maka biaya untuk membuat dan menayangkan iklan tersebut biasanya relatif tinggi.\nTidak terlalu spesifik: Iklan ATL cenderung tidak terlalu spesifik dalam menargetkan audiens, sehingga lebih cocok digunakan sebagai alat bantu dalam strategi pemasaran yang lebih luas.\nFokus pada kesadaran merek: Iklan ATL biasanya fokus pada meningkatkan kesadaran merek dan popularitas produk atau layanan di kalangan masyarakat umum.\nPengukuran efektivitas yang sulit: Karena iklan ATL menjangkau khalayak yang lebih luas, maka sulit untuk mengukur efektivitas iklan tersebut secara langsung dan terukur.\nBelow The Line (BTL): Jenis iklan yang dilakukan dengan menggunakan saluran pemasaran non-massa, seperti promosi penjualan, event sponsorship, direct mail, dan publikasi langsung. Iklan jenis ini ditujukan untuk menjangkau khalayak yang lebih tersegmentasi dan lebih spesifik. Iklan jenis ini ditujukan untuk menjangkau khalayak yang lebih tersegmentasi dan lebih spesifik.\nDalam BTL, tujuan utama adalah untuk mempengaruhi dan mendorong target pasar secara langsung, sehingga BTL seringkali dianggap sebagai bentuk pemasaran yang lebih personal dan interaktif. Metode pemasaran ini biasanya lebih terukur dan fokus pada hasil yang lebih spesifik, misalnya meningkatkan penjualan produk tertentu atau memperkenalkan produk baru pada segmen pasar yang spesifik.\nContoh kegiatan BTL yang umum dilakukan adalah seperti promosi penjualan, sponsorship event, pameran, direct mailing, sampling produk, dan program kemitraan dengan perusahaan lain. Kegiatan ini dapat dilakukan secara offline maupun ","cbCaieNg2W2qitrE","https://ap.wps.com/l/cbCaieNg2W2qitrE","docx",24392,10,"Indonesian","# Kategori iklan\n## Above The Line (ATL)\n## Below The Line (BTL)\n## Through The Line (TTL)","[{\"question\":\"Apa itu Above The Line (ATL) dan media apa yang digunakan?\",\"answer\":\"ATL adalah jenis iklan yang menggunakan media massa konvensional seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, billboard, dan media luar ruang untuk menjangkau khalayak lebih luas.\"},{\"question\":\"Apa tujuan utama Below The Line (BTL) dalam strategi iklan?\",\"answer\":\"BTL bertujuan mempengaruhi dan mendorong target pasar secara langsung melalui saluran non-massa yang lebih tersegmentasi, personal, dan interaktif.\"},{\"question\":\"Apa perbedaan utama ATL dan BTL dalam penargetan serta pengukuran efektivitas?\",\"answer\":\"ATL cenderung kurang spesifik dalam menargetkan audiens dan efektivitasnya sulit diukur langsung, sedangkan BTL lebih fokus pada audiens spesifik dan umumnya lebih terukur serta berbiaya lebih rendah.\"}]","Materi Kuliah - Media Iklan Promosi | DOCX"]