[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-232852-113":41,"doc-detail-232852-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","learning-planning-for-phase-a-in-implementing-the-independent-curriculum-in-elementary-schools","Perencanaan pembelajaran fase A dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar","","Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan pembelajaran dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan data dari wawancara guru dan kepala sekolah, observasi perencanaan, serta dokumentasi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, validitas melalui triangulasi, serta analisis melalui pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan perencanaan pembelajaran penting agar proses belajar berlangsung sistematis: guru menyiapkan tujuan, alur tujuan, modul ajar, namun penilaian belum disusun matang dan jelas.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/learning-planning-for-phase-a-in-implementing-the-independent-curriculum-in-elementary-schools/232852/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/learning-planning-for-phase-a-in-implementing-the-independent-curriculum-in-elementary-schools/232852.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"\tJames","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-10",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":61},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa tujuan penelitian ini?","Question",{"text":96,"@type":97},"Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan pembelajaran dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Metode apa yang digunakan dalam penelitian?",{"text":101,"@type":97},"Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Apa hasil utama terkait perencanaan pembelajaran fase A?",{"text":105,"@type":97},"Perencanaan pembelajaran penting agar pembelajaran berjalan sistematis; guru menyiapkan tujuan, alur tujuan, dan modul ajar, tetapi asesmen/penilaian belum disusun matang dan jelas.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},232852,1789074002,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":67,"language":123,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":124,"faqs":125,"seo_title":126,"seo_description":49,"update_tm":113,"read_time":61},2336474466412,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","Perencanaan pembelajaran fase A dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar  \nVitalia Januarti1*, Sri Marmoah2, and Muhammad Ismail Sriyanto3  \n1,2,3 Program Studi PGSD, Universitas Sebelas Maret, Jl. Brigjend Slamet Riyadi No.  \n449, Pajang, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, 57146, Indonesia  \n*[vitaliajanuarti01@gmail.com](vitaliajanuarti01@gmail.com)  \nAbstract. This study aims to describe learning planning in the implementation of the independent curriculum. This study uses a descriptive-qualitative approach. The results of teacher and principal interviews, planning observations, and documentation became the data in this study. Data collection techniques using the methods of observation, interviews, and documentation Data validity using the triangulation. technique. Data analysis techniques use data collection, data reduction, data presentation, and data conclusions. The results of this study show that learning planning is important so that learning can run systematically. Teacher learning planning is involved in the implementation of the independent curriculum, namely the formulation of learning objectives, the preparation of learning objectives flows, and the preparation of teaching modules. The teacher has not prepared a mature and clear assessment. The theoretical implications ofthis research can add scientific information related to lesson planning in the implementation of the independent curriculum. The practical implications ofthis research are as inputfor teachers andprospective teachers in carrying out efective planning in accordance with the independent curriculum procedures in order to achieve the expected goals.  \nKata kunci: learning planning, independent curriculum, elementary school  \n1. Pendahuluan  \nDampak adanya pandemi COVID-19 dibidang pendidikan masih terasa hingga saat ini. Pembelajarandaring menyebabkan peserta didik mengalami ketertinggalan pembelajaran. Hal ini terjadi ketikapeserta didik belajar dari rumah [1] . Hal ini sangat berpengaruh pada pembelajaran selanjutnya. Di era normal ini, Kemendikbudristek mengeluarkan kebijakan penerapan kurikulum merdeka untuk mengatasi ketertinggalan pembelajaran yang dialami oleh peserta didik. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler dengan mengutamakan konten lebih optimal, memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk membiasakan diri dengan konsep dan memperkuat kompetensinya [2] . Kurikulum ini mulai diterapkan mulai tahun pembelajaran 2021/2022 pada program sekolah penggerak. Kurikulum merdeka mulai diterapkan oleh sebagian besar sekolah pada tahun pelajaran 2022/2023 . Sekolah diberikan tiga alternatif kurikulum yang disesuaikan dengan kesiapan masing masing sekolah dalam melaksanakan kurikulum merdeka.  \nPenerapan kurikulum merdeka menjadi tantangan tersendiri bagi guru, sekolah dan pemerintahdalam pelaksanaannya. Kurikulum yang tergolong baru membuat guru perlu beradaptasi dalampenerapannya. Guru tidak hanya berperan menyampaikan materi saja namun, guru harus menjadi pendidik yang memberikan pembelajaran yang bermakna [3] . Guru sebagai pelaksana kurikulum harusmengelola pembelajaran dengan baik agar penerapan kurikulum merdeka sesuai dengan yang diharapkan [4] . Guru perlu memahami terkait dengan konsep dari kurikulum merdeka itu sendiri.  \n26 Volume 11, Nomer 3, Didaktika Dwija Indria 25-28  \nSelain itu guru juga perlu memahami tahapan perencanaan pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka.  \nPerencanaan pembelajaran sangat penting dilakukan sebelum memulai pembelajaran. Perencanaan menjadi tahap awal penyusunan pembelajaran yang akan dilakukan. Perencanaan menjadi pedomandalam melaksanakan pembelajaran. Adanya perencanaan yang baik, akan menghasilkan pelaksanaan pembelajaran yang efektif. Adapun dengan kata lain, perencanaan pembelajaran yang baikmempengaruhi keberhasilan pembelajaran [5] . Oleh karena itu guru perlu persiapan sebelumpelaksanaan pembelajaran.  \nImplementasi kurikulum merdeka diharapkan dapat m","cbCaig6Vx3FYZAwl","https://ap.wps.com/l/cbCaig6Vx3FYZAwl","pdf",163307,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Tantangan penerapan kurikulum merdeka\n## Pentingnya perencanaan pembelajaran\n## Aktivitas perencanaan pembelajaran\n## Penelitian sebelumnya","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan pembelajaran dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar.\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan dalam penelitian?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi.\"},{\"question\":\"Apa hasil utama terkait perencanaan pembelajaran fase A?\",\"answer\":\"Perencanaan pembelajaran penting agar pembelajaran berjalan sistematis; guru menyiapkan tujuan, alur tujuan, dan modul ajar, tetapi asesmen/penilaian belum disusun matang dan jelas.\"}]","Perencanaan pembelajaran fase A dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar | PDF"]