[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-237499-113":41,"doc-detail-237499-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":101,"head_meta":103,"extra_data":105,"updated_unix":107},113,"id","kupi-ii-minutes-document-parallel-halaqah-session-2","DOKUMEN NOTULENSI KUPI II - Halaqah Paralel Sesi 2","","Dokumen notulensi KUPI II Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari membahas Halaqah Paralel Sesi 2 dengan tema Dakwah Kekinian Jaringan Muda untuk KUPI (digital dan non-digital). Materi menyoroti posisi strategis ulama perempuan dalam konteks seksualitas, Islam, dan buruh migran, serta peran negara pascapandemi dalam pemenuhan HAM pekerja migran perempuan dan keluarganya. Diskusi juga menekankan inisiatif masyarakat sipil, integrasi GEDSI, dan upaya perlindungan pascapandemi. Moderator mengantar peserta menuju pembahasan metode dakwah modern, penguatan generasi muda, dan strategi optimasi followers media dakwah berbasis pengalaman perempuan.",{"@graph":51,"@context":100},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":15,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/formulir/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/kupi-ii-minutes-document-parallel-halaqah-session-2/237499/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Oliver","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86,92,96],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Kegiatan KUPI II membahas apa pada Halaqah Paralel Sesi 2?","Question",{"text":90,"@type":91},"Halaqah Paralel Sesi 2 membahas Dakwah Kekinian Jaringan Muda KUPI (digital dan non-digital), termasuk konteks peran ulama perempuan dan strategi dakwah yang relevan dengan anak muda.","Answer",{"name":93,"@type":88,"acceptedAnswer":94},"Siapa narasumber utama pada sesi ini?",{"text":95,"@type":91},"Narasumber terdiri dari YUNIYANTI CHUZAIFAH, ANIS HIDAYAH, JUDHA NUGRAHA, dan SITI BADRIYAH (Koordinator Advokasi Kebijakan Migran Care), masing-masing menyampaikan fokus berbeda terkait ulama perempuan, peran negara, dan peran masyarakat sipil.",{"name":97,"@type":88,"acceptedAnswer":98},"Apa inti pembukaan yang disampaikan moderator terkait generasi muda dan metode dakwah?",{"text":99,"@type":91},"Moderator menekankan pentingnya partisipasi generasi muda agar misi dan isu KUPI terus disuarakan, serta menjelaskan bahwa metode dakwah semakin beragam, termasuk melalui platform digital, terutama pascapandemi.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":102,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":104,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":106,"site_id":44},237499,1789113031,{"code":4,"msg":5,"data":109},{"doc_id":106,"user_id":110,"nickname":71,"user_avatar":111,"doc_module":9,"category_id":14,"category_name":15,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":117,"language":118,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":49,"update_tm":107,"read_time":122},8796095461610,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","DOKUMEN NOTULENSI KUPI II  \nPondok Pesantren HasyimAsy’ari Bangsri Jepara Jawa Tengah Indonesia  \n\n| \u003Cbr>Hari/Tanggal | : | Jum’at, 25 November 2022 | Kegiatan : Halaqah Paralel Sesi 2 |\n| --- | --- | --- | --- |\n| Waktu | : | Pukul 15.30-17.00 WIB | Tempat : Halaqah Paralel Sesi 2 Kelas 1 |\n| Notulis | : |  |  |\n| Tema Kegiatan | : | Dakwah Kekinian Jaringan Muda | KUPI (Digital dan Non-Digital) |\n\nModerator : SANTI ANDRIYANI, M.Pd  \nNarasumber : 1. YUNIYANTI CHUZAIFAH, MA,(Purna Bakti Komisioner Komnas  \nPerempuan): Konteks Seksualitas, Islam dan Buruh Migran, dimana posisi dan peran Ulama Perempuan yang strategis.  \n2. ANIS HIDAYAH (Komisoner Komnas HAM RI): Peran negara dalampemenuhan HAM pekerja migran perempuan dan anggotakeluarganya pasca pandemi  \n3. JUDHA NUGRAHA (Direktur PWNI dan BHI Kemenlu RI): Perandan upaya pemerintah dalam program perlindungan dan pemenuhan hak-hak buruh migran dan anggota keluarganya pascapandemi  \n4. SITI BADRIYAH (Koordinator Advokasi Kebijakan Migran Care):  \nPeran masyarakat sipil dalam inisiatif dan integrasi GEDSI dan upaya perlindungan buruh migran perempuan dan anggotakeluarganya pasca pandemi.  \nHalaqah Paralel Sesi 2  \nDakwah Kekinian Jaringan Muda KUPI (Digital dan Non-Digital)  \nZahra Amin, Moderator: Assalamulaikum. Terima kasih kepada seluruh narasumber dan seluruh peserta Kupi ke 2 yang sudah hadir di Bangsri Jepara. Saya Zahra Amin yang akan membersamai teman-teman diskusi pada sore ini dengan tema “Dakwah Kekinian Jaringan Muda KUPI (Digitan dan Non-digital)”. Sebelum masuk ke materi, saya akan  \nmemperkenalkan seluruh narasumber yang telah hadi di tengah-tengah kita, semua. Saya akan memulai dari sebelah samping saya ada Mbak Kalis Mardiasih, beliau adalah pegiat media sosial dan saat ini juga bagian dari media Jaringan Gusdurian dan penulis buku“Kalau hijrah jangan jauh-jauh”. Kemudian selanjutnya ada Nyimas An-An Aminah dari Pondok Pesantren Arrisalah Ciamis Jawa Barat. Kemudian yang terakhir ada Mas Sarjokodari tim media Sekertaris Nasional Jaringan Gusdurian, beliau asli dari Sumatera.  \nBebera hari kemarin ada open mic Jaringan KUPI muda, pada tanggal 20 November 2022. Open mic ini digelar untuk melihat bagaimana respon para anak muda terhadapgerakan KUPI. Dan ternyata tidak ada gep antara anak muda dengan KUPI yang mayoritas diisi oleh generasi tua. Selain itu para senior KUPI juga memerlukan generasi penerusuntuk terus menyuarakan keadilan dan kesetaraan. Seperti yang disampaikan oleh Ibu Nyai Badriyah Fayumi pada saat pembukaan tadi malam menyampaikan bahwa tanggung jawab masa depan KUPI ada di tangan generasi muda, sehingga partisipasi dari anak muda hari ini yang terlibat aktif dalam berbagai gerakan dakwah milenial sangat penting.  \nKemudian yang ke dua adalah, metode dakwah hari ini juga semakin beragam. Tidakhanya di ruang peretmuan secara langsung atau non-digital seperti pengjain majlis taklim di mushola-mushola, tetapi juga bisa dilakukan melalui digital. Terutama di masa pandemic peralihan dari non-digital ke digital itu sangat signifikan. Misalnya dengan banyaknya konten dakwah di media sosia, youtube, game dan yang lainnya. Dan itu adalah ruang yang strategis untuk kita menyuarakan visi dan misi atau isu KUPI 2. KUPI 2 mengangkat tema meneguhkan peran ulama perempuan untuk peradaban berkeadilanyang dengan tema ini bisa dijadikan stratgei dakwah oleh kupi, baik kupi muda ataupunkupi generasi awal.  \nKUPI sangat membutuhkan partisipasi anak muda untuk melanjutkan gerakan-gerakan KUPI di masa depan. Karena dengan keterlibatan ini visi, misi dan isu-isu yang diangkatdalam KUPI bisa disampaikan dengan metode dakwah yang mudah diterima oleh kalangan anak-anak muda. Kira-kira itu pembuka dari saya, selanjutnya saya akan berikan kesempatan pertama untuk menyampaikan materinya kepada Mbak Kalis Mardiasih.  \nKALIS MARDIASIH, NARASUMBER:  \nAssalamualakium. Teman-teman saya singkat saja, karena harus berbagi waktu denganteman-teman lain. Betul sekali halaqah ini adalah","cbCain556goXJuef","https://ap.wps.com/l/cbCain556goXJuef","pdf",311773,19,"Indonesian","# Notulensi KUPI II\n## Identitas Kegiatan\n## Jadwal, Waktu, dan Tempat\n## Moderator dan Narasumber\n## Tema dan Pembukaan Diskusi\n## Materi: Tips Optimasi Konten Media Dakwah","[{\"question\":\"Kegiatan KUPI II membahas apa pada Halaqah Paralel Sesi 2?\",\"answer\":\"Halaqah Paralel Sesi 2 membahas Dakwah Kekinian Jaringan Muda KUPI (digital dan non-digital), termasuk konteks peran ulama perempuan dan strategi dakwah yang relevan dengan anak muda.\"},{\"question\":\"Siapa narasumber utama pada sesi ini?\",\"answer\":\"Narasumber terdiri dari YUNIYANTI CHUZAIFAH, ANIS HIDAYAH, JUDHA NUGRAHA, dan SITI BADRIYAH (Koordinator Advokasi Kebijakan Migran Care), masing-masing menyampaikan fokus berbeda terkait ulama perempuan, peran negara, dan peran masyarakat sipil.\"},{\"question\":\"Apa inti pembukaan yang disampaikan moderator terkait generasi muda dan metode dakwah?\",\"answer\":\"Moderator menekankan pentingnya partisipasi generasi muda agar misi dan isu KUPI terus disuarakan, serta menjelaskan bahwa metode dakwah semakin beragam, termasuk melalui platform digital, terutama pascapandemi.\"}]","DOKUMEN NOTULENSI KUPI II - Halaqah Paralel Sesi 2 | PDF",7]