[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-204462-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-204462-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","islamic-law-of-eating-and-drinking-study-on-the-standing-party-phenomenon-at-weddings-walimatul-ursy","SYARIAT MAKAN DAN MINUM DALAM ISLAM - KAJIAN TERHADAP FENOMENA STANDING PARTY PADA PESTAPERNIKAHAN (WALĪMATUL ‘URSY)","","Syariat makan dan minum dalam Islam dibahas melalui telaah hukum terhadap fenomena standing party pada pesta pernikahan (walīmatul ‘ursy). Terdapat perbedaan pandangan ulama: sebagian memperbolehkan dan sebagian melarang praktik makan serta minum sambil berdiri. Analisis sanad menunjukkan kedua kelompok hadis bernilai ṣaḥiḥ, sedangkan kajian asbābul wurud menekankan konteks kemunculan hadis. Kajian kontekstual kesehatan menyimpulkan makan dan minum sambil duduk lebih sehat karena proses penyerapan usus berjalan lebih perlahan dan optimal.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/islamic-law-of-eating-and-drinking-study-on-the-standing-party-phenomenon-at-weddings-walimatul-ursy/204462/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/islamic-law-of-eating-and-drinking-study-on-the-standing-party-phenomenon-at-weddings-walimatul-ursy/204462.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"WPS_1786070896","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-12","2026-09-05",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa yang menjadi isu utama dalam kajian syariat makan dan minum pada standing party?","Question",{"text":62,"@type":63},"Isu utamanya adalah hukum makan dan minum sambil berdiri pada pesta pernikahan (walīmatul ‘ursy), termasuk perbedaan pendapat ulama yang memperbolehkan maupun melarang.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana hasil analisis sanad hadis terkait makan dan minum sambil berdiri?",{"text":67,"@type":63},"Analisis sanad menemukan bahwa hadis dari dua kelompok—yang memperbolehkan dan yang melarang—sama-sama diterima (ṣaḥiḥ).",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa kesimpulan kajian kontekstualisasi hadis dari perspektif kesehatan?",{"text":71,"@type":63},"Makan dan minum sambil duduk dipandang lebih sehat karena makanan dan minuman berjalan lebih perlahan dan lembut pada dinding usus sehingga fungsi penyerapan lebih maksimal.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},204462,1788573716,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":128},549768072016,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","SYARIAT MAKAN DAN MINUM DALAM ISLAM: KAJIAN TERHADAP FENOMENA STANDING PARTY PADA PESTAPERNIKAHAN (WALĪMATUL ‘URSY)  \nAprilia Mardiastuti  \nUniversitas Gadjah Mada  \n[aprilia.mardiastuti@mail.ugm.ac.id](aprilia.mardiastuti@mail.ugm.ac.id)  \nAbstract  \nOne of the most succesfull wedding party (walimatul‘ursy ) begin –somehow-with the meal serving. In line to this modern life style, standing party became part of recent trend of serving meal by –even-various muslim communities. At the same time, standing while eating and drinking raise several ulama’s ideas in islamic jurisprudence (fiqh). While some outlawed the practice, another group of ulama said the contrary. Legal discussion about the concept of eating and drinking while standing require referral analysis, among others in getting from tradition. from analysis of the chain of transmission on a second source of Islam is found that both traditions allow or prohibit eating and drinking while standing; both are acceptable or valid (ṣaḥiḥ).  \nWhile the verses of Qur’an describes the norms for prohibiting excessive eating and drinking, a narative analysis of the hadith regarding the prohibition of eating and drinking norms require in-depth study on the aspects of asbābul wurud. It is known from the latest aspect of study that hadith wich banned standing while consuming preserved moral or ethical reasons for Arab nations at that time, particularly a  \nAprilia Mardiastuti  \ngeographic reasons. Another study of asbābul wurud that allow consuming while standing prefers more for reasons of emergency circumstances. This paper, thus, ends the study with contextualization of those hadith from health issue. The study concludes that from the digestive concern, sitting while consuming was healthier than that of standing. Since the meal being digested will be swallowed softly and slowly, so the intestinal absorption function will run more optimally.  \nAbstrak  \nSalah satu faktor utama penentu kesuksesan atautidaknya suatu pesta pernikahan atau walimatul ‘ursydapat diukur dari penyajian makanan dan minumanyang disediakanuntukparatamu undangan. Fenomenapesta pernikahan model standing party atau pestaberdiri saat ini tengah menjadi tren. Dalam Islam, kaitannya dengan hukum makan dan minum sambil berdiri, ternyata terjadi silang pendapat di kalangan ulama, sebagian memperbolehkan, dan sebagian lagi melarang. Pembahasan hukum atau syariat yang berkaitan dengan konsep makan dan minum sambil berdiri memerlukan rujukan untuk menganalisis topik yang akan dikaji, yaitu hadis. Hasil analisis terhadapsanad hadis bahwa baik hadis yang memperbolehkan maupun melarang makan dan minum sambil berdiriadalah diterima atau ṣaḥi ḥ. Analisis terhadap konten redaksi atau matan menunjukkan sebuahayat yang menjelaskan bahwa makan dan minum secara berlebih-lebihan dilarang oleh Allah, namuntidak menjelaskan bagaimana posisi seseorang ketikamakan dan minum. Hal tersebut hanya dijelaskandalam hadis yang memiliki konten redaksi yang tampak kontradiktif, sehingga perlu dilakukan analisis  \n152 Jurnal Living Hadis, Volume 1, Nomor 1, Mei 2016  \nSyariat Makan dan Minum Dalam Islam: Kajian Terhadap Fenomena Standing Party..  \nterhadap asbābul wurud kemunculan hadis tersebut.  \nBerdasarkan analisis asbābul wurud kemunculanhadis yang melarang makan dan minum sambil berdiridiperoleh hasil adanya alasan moral atau etika Bangsa Arab waktu itu dan alasan kondisi georafis kawasan Arab. Sedangkan analisis asbābul wurud kemunculanhadis yang memperbolehkan makan dan minum sambil berdiridiperoleh hasiladanya alasansituasi dankondisikedaruratan. Sedangkankajian kontekstualisasi hadis dengan teori kesehatan diperoleh hasil bahwa dari sisi kesehatan makan dan minum sambil duduk dipandang lebih sehat karena apa yang diminum ataudimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut sehingga fungsi penyerapan usus lebih maksimal.  \nKata kunci: syariat makan dan minum, posisimakan dan minum, standing party, pesta p","cbCaitMBAcShi55L","https://ap.wps.com/l/cbCaitMBAcShi55L","pdf",659826,26,"Indonesian","# A. Latar Belakang\n## Istilah walīmatul ‘ursy dan rangkaian upacara\n## Pelayanan makanan dalam resepsi pernikahan","[{\"question\":\"Apa yang menjadi isu utama dalam kajian syariat makan dan minum pada standing party?\",\"answer\":\"Isu utamanya adalah hukum makan dan minum sambil berdiri pada pesta pernikahan (walīmatul ‘ursy), termasuk perbedaan pendapat ulama yang memperbolehkan maupun melarang.\"},{\"question\":\"Bagaimana hasil analisis sanad hadis terkait makan dan minum sambil berdiri?\",\"answer\":\"Analisis sanad menemukan bahwa hadis dari dua kelompok—yang memperbolehkan dan yang melarang—sama-sama diterima (ṣaḥiḥ).\"},{\"question\":\"Apa kesimpulan kajian kontekstualisasi hadis dari perspektif kesehatan?\",\"answer\":\"Makan dan minum sambil duduk dipandang lebih sehat karena makanan dan minuman berjalan lebih perlahan dan lembut pada dinding usus sehingga fungsi penyerapan lebih maksimal.\"}]","SYARIAT MAKAN DAN MINUM DALAM ISLAM - KAJIAN TERHADAP FENOMENA STANDING PARTY PADA PESTAPERNIKAHAN (WALĪMATUL ‘URSY) | PDF",9]