[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-236900-113":41,"doc-detail-236900-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":101,"head_meta":103,"extra_data":105,"updated_unix":107},113,"id","infographics-to-strengthen-government-public-relations-reputation-through-a-single-narrative-socialization-of-economic-policy-packages","Infografis Penguatan Reputasi Kehumasan Pemerintah melalui Narasi Tunggal Sosialisasi Paket Kebijakan Ekonomi","","Penelitian ini mengkaji peran dan elemen infografis dalam penguatan reputasi humas pemerintah yang dilakukan Satuan Tugas Khusus (SATGASUS) Government Public Relations melalui narasi tunggal terkait sosialisasi paket kebijakan ekonomi, dengan sudut pandang teori reputasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Temuan menunjukkan infografis mampu menyampaikan pesan pemerintah secara lebih menarik dan mendukung reputasi melalui sinergi 13 narasi tunggal pada media sosial serta penguatan elemen desain seperti hashtag dan logo “Indonesia Baik”.",{"@graph":51,"@context":100},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":27,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/presentasi/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/infographics-to-strengthen-government-public-relations-reputation-through-a-single-narrative-socialization-of-economic-policy-packages/236900/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Ben Jamin","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86,92,96],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Apa fokus utama penelitian ini?","Question",{"text":90,"@type":91},"Penelitian memfokuskan peran dan elemen infografis untuk memperkuat reputasi humas pemerintah melalui narasi tunggal sosialisasi paket kebijakan ekonomi.","Answer",{"name":93,"@type":88,"acceptedAnswer":94},"Metode apa yang digunakan?",{"text":95,"@type":91},"Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan perspektif teori reputasi.",{"name":97,"@type":88,"acceptedAnswer":98},"Apa saja temuan penting terkait infografis?",{"text":99,"@type":91},"Infografis dinilai mampu menyinergikan penyampaian 13 narasi tunggal melalui berbagai desain di media sosial serta memperkuat elemen seperti hashtag dan logo “Indonesia Baik” yang didukung empat sisi reputasi.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":102,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":104,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":106,"site_id":44},236900,1789108382,{"code":4,"msg":5,"data":109},{"doc_id":106,"user_id":110,"nickname":71,"user_avatar":111,"doc_module":9,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":117,"language":118,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":49,"update_tm":107,"read_time":122},2336478466772,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_3d24733baf745e90a7e4bdd5f77d97b2","Infografis Penguatan Reputasi Kehumasan Pemerintah melalui Narasi Tunggal Sosialisasi Paket Kebijakan Ekonomi  \nLisa Adhrianti  \nJurusan Komunikasi FISIP Universitas Bengkulu  \nJalan Wr. Supratman, Kandang Limun, Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu, Bengkulu [Telp. 081278064884 E mail : lisa.adhrianti@gmail.com](Telp. 081278064884 E mail : lisa.adhrianti@gmail.com)  \nAbstract  \nThis study examines the role and elements of infographics for strengthening reputation of the government public relations conducted by the Special Task Force of the Government Public Relations on a single narrative related to the socialization of economic policy packages. This study uses case study method based on the perspective of the theory of reputation. The result shows that info graphics are able to make government’s message can be communicated attractively and support a reputation. It concludes (1) info graphics successfully synergize delivery of 13 single narratives about economic policy package through some form of design published in social media; (2) elements of info graphics are strengthened by the used of hashtag and logo “Indonesia Good” in the design of the content of policy packages supported by the four sides of reputation (credibility, trustworthiness, reliability, and responsibility), through the realization of a number of components to build a reputation namely core values, values, identity, projection and image. This article contributes to enrich the application model of reputation theory that generally applied to Corporate Public Relations rather than Government Rublic Relations communication.  \nKeywords: Infographics, Theory of Reputation, Government Public Relations  \nAbstrak  \nPenelitian ini bertujuan untuk melihat peran dan elemen infografis bagi penguatan reputasi humaspemerintah yang dilakukan oleh Satuan TugasKhusus (SATGASUS) Goverment Public Relations (GPR) pada narasi tunggal terkait dengan sosialisasi paket kebijakan ekonomi yang dikaji berdasarkan perspektif teori reputasi, dengan metode studi kasus instrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infografis mampu membuat isu pemerintah dapat dikomunikasikan secara lebih menarik dan dianggap mampu menunjang reputasi berdasarkan beberapa kesimpulan yaitu (1) infografis berhasil mensinergikan penyampaian narasi tunggal tentang 13 paket kebijakan ekonomi melalui beberapa bentuk desain yang dipublikasikan di media sosial; (2) elemen infografis diperkuat melaluidominasi hashtag dan logo “Indonesia Baik” dalam desain konten paket kebijakan ekonomi yang didukung oleh empat sisi reputasi yaitu credibility, trustworthiness, reliability, dan responsibility, melalui perwujudan sejumlah komponen pembentuk reputasi yaitu core values, value, identity, projection dan image. Kontribusi penelitian ini bagi pengembangan ilmu adalah memperkaya model aplikasiteori reputasi yang umumnya banyak diterapkan pada komunikasi humas korporat bukan padakomunikasi humas pemerintah.  \nKata kunci : Infografis, Teori Reputasi, Humas Pemerintah  \nPendahuluan  \nKegiatan hubungan masyarakat (Public Relations) telah menjadi aktivitas profesi yang telah diakui di Indonesia. Dariaspek histori perkembangan kehumasandi Indonesia, secara konsepsional terjadi  \npada tahun 1950-an dengan didirikannya organisasi HUPMAS (HubunganPemerintah dan Masyarakat) di perusahaan perminyakan negara (Pertamina) . Tujuannya menjadisangat penting dalam upaya menjalin hubungan komunikasi timbal balik dengan  \npihak klien, relasi bisnis, perusahaan swasta/ BUMN/Asing dan masyarakat.  \nTahun 1954, secara resmi HUMASditerapkan pada jajaran kepolisian, dan pada 1967 berdiri Koordinasi antar Humas Departemen/ Lembaga Negara yang disingkat “Bakor” yang secara ex officio dipimpin oleh pimpinan pada setiap departemen yang kemudian berubah nama menjadi Bako-humas (Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah) pada tahun 1970 yang diatur melalui SK Menpen No. 31/ Kep/Menpen/tahun 1971, yang menjelaskansebagai institusi formal dalam lingkungan Departem","cbCaipw25oVspddl","https://ap.wps.com/l/cbCaipw25oVspddl","pdf",5289043,16,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Perkembangan Humas di Indonesia\n## Tantangan reputasi Humas pemerintah\n## Kebutuhan marketing public relations dan infografis","[{\"question\":\"Apa fokus utama penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian memfokuskan peran dan elemen infografis untuk memperkuat reputasi humas pemerintah melalui narasi tunggal sosialisasi paket kebijakan ekonomi.\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan perspektif teori reputasi.\"},{\"question\":\"Apa saja temuan penting terkait infografis?\",\"answer\":\"Infografis dinilai mampu menyinergikan penyampaian 13 narasi tunggal melalui berbagai desain di media sosial serta memperkuat elemen seperti hashtag dan logo “Indonesia Baik” yang didukung empat sisi reputasi.\"}]","Infografis Penguatan Reputasi Kehumasan Pemerintah melalui Narasi Tunggal Sosialisasi Paket Kebijakan Ekonomi | PDF",6]