[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-165307-113":41,"doc-detail-165307-id":109},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":102,"head_meta":104,"extra_data":106,"updated_unix":108},113,"id","indah-rakhmawati-jiap-bhs-indonesia","Indah Rakhmawati - JIAP BHS Indonesia","","Naskah ini membahas penerapan model task sharing dalam promosi kesehatan serta deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular di Desa Sidorahayu. Permasalahan dipotret melalui tingginya kematian akibat penyakit jantung di Indonesia, terutama pada wilayah pedesaan dengan risiko lebih besar. Landasan teorinya menautkan teori aksi kolektif dan interorganizational system untuk mengurangi free riders melalui insentif selektif, efisiensi kelompok, serta kontrol akses layanan publik. Studi kasus tunggal menguraikan proses, hasil analisis situasi, dan menyimpulkan bahwa model mampu meningkatkan cakupan skrining risiko melalui peran kader POSBINDU PTM.",{"@graph":51,"@context":101},[52,68,84],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/indah-rakhmawati-jiap-bhs-indonesia/165307/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":78,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":79,"interactionStatistic":80},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Evangeline","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document","2026-09-02","2026-08-31",true,{"@type":81,"interactionType":82,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":83},"ViewAction",{"@type":85,"mainEntity":86},"FAQPage",[87,93,97],{"name":88,"@type":89,"acceptedAnswer":90},"Penelitian ini bertujuan untuk apa?","Question",{"text":91,"@type":92},"Penelitian bertujuan mengeksplorasi proses task sharing dalam promosi kesehatan serta deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular di Desa Sidorahayu.","Answer",{"name":94,"@type":89,"acceptedAnswer":95},"Apa landasan teori yang digunakan dalam naskah ini?",{"text":96,"@type":92},"Landasan teorinya merujuk pada teori aksi kolektif dari Mancur Olson dan konsep interorganizational system untuk mengurangi free riders melalui insentif, efisiensi kelompok, dan kontrol akses terhadap barang publik.",{"name":98,"@type":89,"acceptedAnswer":99},"Mengapa Desa Sidorahayu menjadi kasus yang menarik?",{"text":100,"@type":92},"Desa ini memiliki jumlah kematian akibat penyakit jantung yang tinggi, lingkungan dengan faktor risiko tinggi, serta budaya dan kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadap bahaya penyakit jantung.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":103,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":105,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":107,"site_id":44},165307,1788169425,{"code":4,"msg":5,"data":110},{"doc_id":107,"user_id":111,"nickname":71,"user_avatar":112,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":113,"file_id":114,"file_url":115,"file_type":116,"file_size":117,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":64,"language":118,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":49,"update_tm":108,"read_time":9},13056703019662,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253a8e92610077?_k=1778726343310543188","Judul Tidak lebih dari 14 Kata; Judul harus Jelas, Ringkas, dan Memuat identitas/ Subjek, Indikasi Tujuan Studi, Memuat Kata-Kata Kunci\n(15 pt, Times New Roman, Kertas A4, )\nIndah Rakhmawati a \u0002( (11 pt, Times New Roman, tanpa gelar)\na Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Indonesia (11 pt, Italic, Times New Roman)\nPendahuluan (11 pt, Times New Roman, bold)\nHasil penelitian Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan bahwa penyakit jantung menjadi penyebab 36.9% kematian atau sekitar 1,8 juta orang di Indonesia (Kemenkes, 2014). World Health Organization (WHO) 2016 juga melaporkan bahwa dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir jumlah kematian dan kecacatan yang disebabkan penyakit jantung di Indonesia meningkat sampai dengan limakali lipat. Berdasarkan hasil survey Indonesia Family Life Survey (IFLS) 2014 individu yang tinggal di pedesaan memiliki risiko duakali lebih besar dibandingkan individu yang tinggal di daerah perkotaan (Maharani & Tampubolon, 2014). Upaya memecahkan masalah meluasnya penyakit jantung di Indonesia khususnya di pedesaan ini tentu saja harus dilakukan segera melalui penanganan yang lebih efektif dan menyeluruh.\nTeori (11 pt, Times New Roman, bold)\nPayung besar yang menjadi landasan teoritis model task sharing dalam tata kelola pelayanan publik dapat dirunut kembali dari teori aksi kolektif sebagaimana yang pada awalnya dikemukakan oleh Mancur Olson dalam bukunya berjudul “The logic of collective action: public goods and the theory of groups”. Ide dasar teori aksi kolektif yang dikemukakan oleh Olson adalah penyediaan layanan publik oleh sekelompok individu cenderung tidak efisien karena masing masing individu pada dasarnya memiliki insentif untuk menjadi penumpang atau free riders dari kerja individu yang lain dalam kelompok. Oleh karena itu Olson berpendapat bahwa hanya sebuah insentif yang selektif yang akan menstimuli seorang individu yang rasional di dalam kelompok yang tersembunyi untuk bertindak sesuai dengan orientasi pada kelompok tersebut. Olson selanjutnya mengemukakan konsep tentang interorganizational system yang menjelaskan bahwa free riders  dapat dikurangi melalui efisiensi kelompok, sistem insentif dan kontrol terhadap akses barang publik.\nMetode Penelitian (11 pt, Times New Roman, bold)\nPenelitian ini menggunakan studi kasus tunggal dengan tujuan untuk mengeksplorasi kasus proses task sharing dalam promosi kesehatan dan deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular di Desa Sidorahayu. Kasus desa ini menarik karena jumlah kematian diakibatkan penyakit jantung yang cukup tinggi, kondisi lingkungan yang unik dimana masyarakat hidup pada lingkungan dengan faktor risiko tinggi dan budaya serta kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadap bahaya penyakit jantung.\nHasil Penelitian dan Pembahasan (11 pt, Times New Roman, bold)\nBerdasarkan analisis situasi yang dilakukan oleh Tim SMART Health Universitas Brawijaya, Kepala Puskesmas Wagir, Perawat Ponkesdes Desa Sidorayu, Koordinator POSBINDU PTM serta Ketua POSYANDU LANSIA upaya promosi dan deteksi dini penyakit jantung secara menyeluruh dapat dilakukan di Desa Sidorahayu. Tabel 1 berikut ini menunjukkan hasil analisis situasi yang memetakan kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang dihadapi Puskesmas Wagir dan Ponkesdes Desa Sidorahayu dalam upaya melakukan promosi dan deteksi dini penyakit jantung.\nKesimpulan (11 pt, Times New Roman, bold)\nPenelitian ini menyimpulan bahwa model task sharing mampu meningkatkan cakupan layanan skrining risiko penyakit kardiovaskular lebih baik karena kemampuan kader kesehatan POSBINDU PTM dalam menjangkau masyarakat yang tinggal di pelosok desa. Model ini dapat menjadi alternatif untuk memecahkan masalah kurangnya tenaga kesehatan profesional dalam skrining risiko penyakit kardiovaskular di pedesaan Indonesia.\nDaftar Pustaka (11 pt, Times New Roman, bold, exactly 14)\nFreischlad, Nadine. (2017). Uber was catching up with rivals in Southeast Asia. Now the \tgapcould be widening. Terse","cbCaigFkvTXVQULb","https://ap.wps.com/l/cbCaigFkvTXVQULb","docx",651549,"Indonesian","# Pendahuluan\n# Teori\n# Metode Penelitian\n# Hasil Penelitian dan Pembahasan\n# Kesimpulan\n# Daftar Pustaka","[{\"question\":\"Penelitian ini bertujuan untuk apa?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengeksplorasi proses task sharing dalam promosi kesehatan serta deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular di Desa Sidorahayu.\"},{\"question\":\"Apa landasan teori yang digunakan dalam naskah ini?\",\"answer\":\"Landasan teorinya merujuk pada teori aksi kolektif dari Mancur Olson dan konsep interorganizational system untuk mengurangi free riders melalui insentif, efisiensi kelompok, dan kontrol akses terhadap barang publik.\"},{\"question\":\"Mengapa Desa Sidorahayu menjadi kasus yang menarik?\",\"answer\":\"Desa ini memiliki jumlah kematian akibat penyakit jantung yang tinggi, lingkungan dengan faktor risiko tinggi, serta budaya dan kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadap bahaya penyakit jantung.\"}]","Indah Rakhmawati - JIAP BHS Indonesia | DOCX"]