[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-234502-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-234502-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","implementation-of-market-basket-analysis-method-in-reorganizing-vendor-layout-of-arengka-market-in-pekanbaru-city","Implementasi Metode Market Basket Analysis pada Penataan Ulang Tata Letak Pedagang Pasar Arengka di Kota Pekanbaru","","Penelitian ini berfokus pada perbaikan kondisi Pasar Pagi Arengka Pekanbaru yang masih menghadapi berbagai kendala operasional, termasuk kepadatan lalu lintas, kemacetan, tata letak pedagang yang tidak teratur, jarak antar penjual yang sempit, parkir tidak tertib, serta kondisi pasar yang kotor, basah, dan berlumpur. Metode Market Basket Analysis digunakan untuk memetakan hubungan asosiasi produk yang dibeli pelanggan. Hasilnya mengelompokkan kelompok dagang berdasarkan nilai confidence, mencakup itemset dengan kedekatan mutlak (91–100%), sangat penting (81–90%), cukup penting (71–80%), kategori biasa (61–70%), kedekatan tidak diinginkan (51–60%), dan sangat tidak diinginkan (≤50%).",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/implementation-of-market-basket-analysis-method-in-reorganizing-vendor-layout-of-arengka-market-in-pekanbaru-city/234502/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/implementation-of-market-basket-analysis-method-in-reorganizing-vendor-layout-of-arengka-market-in-pekanbaru-city/234502.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Finn","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa masalah utama yang ditemukan di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru?","Question",{"text":62,"@type":63},"Masalah utama meliputi kepadatan lalu lintas dan kemacetan, tata letak pedagang yang tidak teratur, jarak antar penjual yang sempit, parkir tidak tertib, serta kondisi pasar yang kotor, basah, dan berlumpur.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana metode Market Basket Analysis digunakan dalam penelitian ini?",{"text":67,"@type":63},"Market Basket Analysis memetakan hubungan asosiasi produk yang dibeli pelanggan melalui pembentukan frequent itemset dan aturan asosiasi berdasarkan parameter minimal support factor dan minimal confidence yang ditetapkan.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Bagaimana hasil pengelompokan itemset berdasarkan nilai confidence?",{"text":71,"@type":63},"Hasil mengklasifikasikan itemset menjadi beberapa kelompok: 5 itemset kedekatan mutlak (91–100%), 5 itemset sangat penting (81–90%), 3 itemset cukup penting (71–80%), 178 itemset kategori biasa (61–70%), 142 itemset kedekatan tidak diinginkan (51–60%), dan 101 itemset sangat tidak diinginkan (≤50%).","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},234502,1789088052,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":30},34359740700684,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/1f400023980c374ae676?_k=1777273430885731487","Implementasi Metode Market Basket Analysis pada Penataan Ulang Tata Letak Pedagang Pasar Arengka di Kota Pekanbaru  \nFaradila Ananda Yul1, Sri Mulyati2  \n1,2Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Riau Jl. Tuanku Tambusai Ujung Pekanbaru  \n[E-mail:faradila@umri.ac.id](E-mail:faradila@umri.ac.id1)[1](E-mail:faradila@umri.ac.id1)  \nAbstract  \nPagi Arengka Pekanbaru Market is one of traditional markets in Pekanbaru City which still needs improvement. Some of problems are regarding traffic density in the market, traffic jams, irregular merchant arrangements, narrow distances between sellers, disorderly parking, dirty, wet and muddy market conditions. This study uses the Market Basket Analysis method in mapping the association relationships of products purchased by customers. The results are grouping trade groups based on confidence values where there are 5 itemset have an absolute close relationship with a confidence value of 91% -100%, 5 itemset very important close relationship with 81% -90% 3 itemsets that have a fairly important close relationship with 71% -80%, 178 itemsets have an ordinary close relationship with 61% -70%, 142 itemsets that have a close relationship undesirable with 51% - 60%, and 101 itemset have a very undesirable close relationship with a confidence value of 50%.  \nKeywords: Confidence, GAP Analysis, Improvement Ratio, Market Basket Analysis  \nAbstrak  \nPasar Pagi Arengka Pekanbaru menjadi salah satu pasar tradisional yang berada di Pekanbaru yang masih perlu perbaikan. Beberapa masalahnya yaitu kepadatan lalu lintas dipasar, kemacetan, tata letak pedagangyang tidak teratur, jarak yang sempit antar penjual, parkir tidak tertib, pasar yang kotor, basah dan berlumpur. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode Market Basket Analysis dalam memetakanhubungan asosiasi dari produk yang dibeli oleh pelanggan. Hasil dari penelitian ini adalahmengelompokkan kelompok dagang berdasarkan nilai confidence dimana diperoleh 5 itemset kelompok dagang yang memiliki hubungan kedekatan multak dengan nilai confidence 91% -100%, terdapat 5 itemset sangat penting dengan nilai confidence 81% -90%, 3 itemset cukup penting dengan nilai confidence 71%  \n-80%, 178 itemset biasa saja dengan nilai confidence 61% -70%, 142 itemset kedekatan tidak diinginkandengan nilai confidence 51% -60%, dan terdapat 101 itemset kelompok dagang yang memiliki hubungankedekatan sangat tidak diinginkan dengan nilai confidence ≤ 50% .  \nKata Kunci: Confidence, GAP Analysis, Improvement Ratio, Market Basket Analysis  \n1. Pendahuluan  \n1.1 Latar Belakang  \nPasar Pagi Arengka Pekanbaru merupakan salah satu pasar yang berada di Kota Pekanbarutepatnya di wilayah Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai. Kalau dilihat letak posisinya Pasar Arengka Pekanbaru berada padaposisi yang sangat strategis yaitu berada di tengah-tengah Kota Pekanbaru, pada saatsekarang Pasar Pagi Arengka Pekanbarumemiliki 95 kios, 210 los, dan 400 pedagang kaki lima yang terdiri dari bermacam-macampedagang seperti pedagang pakaian, pedagang sayur-sayuran, pedagang buah, pedagang  \nmakanan atau minuman, pedagang ikan ataudaging, sembako dan semua jenis barang-barangyang umumnya di pasar tradisional.  \nBerdasarkan pengamatan di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru ditemukan beberapapermasalahan diantaranya terdapat beberapa blok pasar yang kosong karena pedagang memiliki kebebasan untuk memilih dan menyewa lapak jualan sesuai dengan keinginansehingga banyak pedagang yang memilih untuk berjualan ditepi jalan pasar dan di area pintu gerbang masuk pasar dan banyak pembeli yang tidak parkir kendaraan pada tempat nya sehinggamenyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan.  \nBerdasarkan uraian di atas maka ketertiban Pasar Pagi Arengka Pekanbaru perlu adanya penataankembali terkait dengan pembenahan dari masalah-masalah yang ada agar pasar tersebut dapat lebih layak dan nyaman untuk di kunjungi dan tetap menjaga kepuasan pelanggan sertapemerataan penghasilan s","cbCais17F3M5K14h","https://ap.wps.com/l/cbCais17F3M5K14h","pdf",753011,7,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar Belakang\n## Tinjauan Pustaka\n### Pasar\n### Market Basket Analysis\n### Tata Letak Fasilitas","[{\"question\":\"Apa masalah utama yang ditemukan di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru?\",\"answer\":\"Masalah utama meliputi kepadatan lalu lintas dan kemacetan, tata letak pedagang yang tidak teratur, jarak antar penjual yang sempit, parkir tidak tertib, serta kondisi pasar yang kotor, basah, dan berlumpur.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode Market Basket Analysis digunakan dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Market Basket Analysis memetakan hubungan asosiasi produk yang dibeli pelanggan melalui pembentukan frequent itemset dan aturan asosiasi berdasarkan parameter minimal support factor dan minimal confidence yang ditetapkan.\"},{\"question\":\"Bagaimana hasil pengelompokan itemset berdasarkan nilai confidence?\",\"answer\":\"Hasil mengklasifikasikan itemset menjadi beberapa kelompok: 5 itemset kedekatan mutlak (91–100%), 5 itemset sangat penting (81–90%), 3 itemset cukup penting (71–80%), 178 itemset kategori biasa (61–70%), 142 itemset kedekatan tidak diinginkan (51–60%), dan 101 itemset sangat tidak diinginkan (≤50%).\"}]","Implementasi Metode Market Basket Analysis pada Penataan Ulang Tata Letak Pedagang Pasar Arengka di Kota Pekanbaru | PDF"]