[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-232882-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-232882-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","implementation-of-the-merdeka-curriculum-in-early-childhood-character-development","IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK USIA DINI","","Kurikulum Merdeka merupakan transformasi pendidikan di Indonesia yang memberi fleksibilitas bagi satuan pendidikan dalam mengoptimalkan potensi peserta didik, termasuk pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Fokus utamanya adalah pengembangan karakter yang bermuara pada Profil Pelajar Pancasila. Penelitian bertujuan menganalisis implementasi, strategi, serta tantangan penerapannya. Metode kualitatif deskriptif dengan studi pustaka. Hasil menunjukkan integrasi dalam kegiatan intrakurikuler dan Projek P5 berbasis tema kontekstual, dengan dukungan kreativitas guru dan keterlibatan orang tua.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/implementation-of-the-merdeka-curriculum-in-early-childhood-character-development/232882/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/implementation-of-the-merdeka-curriculum-in-early-childhood-character-development/232882.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Lute","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa fokus utama Kurikulum Merdeka pada jenjang PAUD?","Question",{"text":62,"@type":63},"Fokus utamanya adalah pengembangan karakter yang bermuara pada Profil Pelajar Pancasila.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka dalam pengembangan karakter anak usia dini?",{"text":67,"@type":63},"Dilakukan melalui dua jalur: integrasi ke kegiatan intrakurikuler (pembelajaran berbasis bermain) dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui tema-tema kontekstual.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa saja faktor pendukung dan tantangan dalam penerapan kurikulum ini?",{"text":71,"@type":63},"Faktor pendukung utama adalah kreativitas guru dan keterlibatan orang tua. Tantangannya terletak pada kesiapan pedagogis guru serta keterbatasan fasilitas di sebagian satuan PAUD.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},232882,1789074097,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":33},137454149569,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PENGEMBANGAN  \nKARAKTER ANAK USIA DINI  \nLeza Anggraini1 , Regina Adinda Putri2 , Rinda Emelia³ , Yusria⁴  \n1 UIN STS Jambi 2 UIN STS Jambi ³ UIN STS Jambi ⁴ UIN STS Jambi  \n [1](1 lezaanggraini22@gmail.com2 reginaadindaputri02@gmail.com)[ lezaanggraini22@gmail.com](1 lezaanggraini22@gmail.com2 reginaadindaputri02@gmail.com)[2](1 lezaanggraini22@gmail.com2 reginaadindaputri02@gmail.com)[ reginaadindaputri02@gmail.com](1 lezaanggraini22@gmail.com2 reginaadindaputri02@gmail.com)  \n³  [rindemelia@gmail.com](rindemelia@gmail.com) ⁴ [yusria@uinjambi.ac.id](yusria@uinjambi.ac.id)  \nABSTRACT  \nThe Independent Curriculum (Merdeka Curriculum) is a transformation in Indonesian education that provides flexibility for educational units to optimize student potential, including at the Early Childhood Education (PAUD) level. The primary focus of this curriculum is character development, culminating in the Pancasila Student Profile. This study aims to analyze the implementation of the Independent Curriculum in early childhood character development, the strategies used, and the challenges faced. The research method used was descriptive qualitative with a library research approach. The results indicate that the implementation of the Independent Curriculum in early childhood character development is carried out through two main channels: integration into intracurricular activities (play-based learning) and the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) through contextual themes. Character development in this phase focuses on the six dimensions of the Pancasila Student Profile, tailored to the child's developmental stage. The main supporting factors are teacher creativity and parental involvement, while challenges lie in teacher pedagogical preparedness and limited facilities in some PAUD units.  \nKeywords: Independent Curriculum, Character Development, Early Childhood, Pancasila Student Profile.  \nABSTRAK  \nKurikulum Merdeka hadir sebagai transformasi pendidikan di Indonesia yang memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk mengoptimalkan potensipeserta didik, termasuk pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) . Fokusutama kurikulum ini adalah pengembangan karakter yang bermuara pada Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pengembangan karakter anak usia dini, strategi yang digunakan, serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakanadalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dalampengembangan karakter anak usia dini dilakukan melalui dua jalur utama: integrasi  \ndalam kegiatan intrakurikuler (pembelajaran berbasis bermain) dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui tema-tema yang kontekstual. Pengembangan karakter pada fase ini berfokus pada enam dimensi Profil Pelajar Pancasila yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Faktor pendukung utama adalah kreativitas guru dan keterlibatan orang tua, sedangkan tantangannya terletak pada kesiapan pedagogis guru dan keterbatasan fasilitas di beberapasatuan PAUD.  \nKata Kunci: Kurikulum Merdeka, Pengembangan Karakter, Anak Usia Dini, Profil Pelajar Pancasila.  \nA. Pendahuluan  \nPendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fase paling krusialdalam rentang kehidupan manusia, yang sering kali diidentifikasi oleh para ahli psikologi perkembangan sebagai the golden age atau usia emas. Padamasa ini, stimulasi lingkungan memainkan peran yang sangat dominan karena otak anak sedang mengalami plastisitas dan  \nperkembangan yang sangat pesat. Secara biologis, struktur saraf anakusia dini berkembang hinggamencapai 80% dari kapasitas otakorang dewasa (Suyadi, 2018) . Olehkarena itu, kegagalan dalam memberikan stimulasi yang tepat pada fase ini dapat berdampaksistemik dan permanen terhadapkualitas hidup anak di masa-masa perkembangannya kelak.  \nNamun, real","cbCais6euwVjQTED","https://ap.wps.com/l/cbCais6euwVjQTED","pdf",117176,11,"Indonesian","# A. Pendahuluan\n## Golden age dan peran stimulasi lingkungan\n## Tantangan digital natives dan dampak degradasi moral\n## Kritik terhadap orientasi pragmatis akademis (calistung)\n## Kurikulum Merdeka dan filosofi merdeka belajar","[{\"question\":\"Apa fokus utama Kurikulum Merdeka pada jenjang PAUD?\",\"answer\":\"Fokus utamanya adalah pengembangan karakter yang bermuara pada Profil Pelajar Pancasila.\"},{\"question\":\"Bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka dalam pengembangan karakter anak usia dini?\",\"answer\":\"Dilakukan melalui dua jalur: integrasi ke kegiatan intrakurikuler (pembelajaran berbasis bermain) dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui tema-tema kontekstual.\"},{\"question\":\"Apa saja faktor pendukung dan tantangan dalam penerapan kurikulum ini?\",\"answer\":\"Faktor pendukung utama adalah kreativitas guru dan keterlibatan orang tua. Tantangannya terletak pada kesiapan pedagogis guru serta keterbatasan fasilitas di sebagian satuan PAUD.\"}]","IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK USIA DINI | PDF"]