[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-236413-113":41,"doc-detail-236413-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","study-results-on-exposure-to-cigarette-advertising-promotion-and-sponsorship-in-indonesia","Hasil Studi Paparan Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok di Indonesia","","Pelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok menjadi pilar dalam Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) karena seluruh aktivitas tersebut dipandang sebagai intervensi industri untuk menormalkan penggunaan tembakau, terutama pada kaum muda. Penelitian potong lintang dengan Multistage Cluster Sampling menilai keterpaparan dan dukungan publik terhadap pelarangan di Indonesia. Hasil menunjukkan paparan tinggi melalui TV, banner, billboard, poster, dan tembok publik, serta promosi dan sponsor melalui toko penjual rokok dan kegiatan hiburan/olahraga. Terdapat hubungan signifikan antara sejumlah media promosi dan iklan dengan status merokok remaja \u003C18 tahun.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/study-results-on-exposure-to-cigarette-advertising-promotion-and-sponsorship-in-indonesia/236413/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/study-results-on-exposure-to-cigarette-advertising-promotion-and-sponsorship-in-indonesia/236413.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Stanford","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Mengapa pelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok menjadi penting?","Question",{"text":96,"@type":97},"Karena iklan, promosi, dan sponsor rokok merupakan bentuk intervensi industri yang menormalkan penggunaan tembakau, terutama pada kaum muda. Berbagai penelitian menunjukkan dampaknya mendorong anak dan remaja mulai merokok, terus merokok, atau kembali merokok.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana desain dan metode pengambilan sampel penelitian ini?",{"text":101,"@type":97},"Penelitian menggunakan desain potong lintang. Pengambilan sampel memakai Multistage Cluster Sampling dengan wawancara menggunakan kuesioner.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Media dan aktivitas apa yang paling banyak menyebabkan keterpaparan iklan, promosi, dan sponsor rokok?",{"text":105,"@type":97},"Masyarakat paling banyak terpapar iklan rokok melalui TV, banner, billboard, poster, dan tembok publik. Untuk promosi dan sponsor, keterpaparan tertinggi berasal dari toko penjual rokok serta acara olahraga, logo pada merchandise, dan acara musik.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},236413,1790025068,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":129},2336477552062,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_994ba38a5ba835b3df7d355c54d3ed8d","LAPORAN PENELITIAN  \nPaparan Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok di  \nIndonesia  \nKerjasama  \nTobacco Control Support Centre – Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC – IAKMI) International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (The Union) beserta 15 universitas/organisasi masyarakat sipil lokal  \nKATA PENGANTAR  \nPengendalian iklan produk tembakau merupakan amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2012. Regulasi ini bertujuan untuk menekan jumlah perokok pemula. Hal ini terjadi karena industri rokok secara agresif menargetkan remaja sebagaisasarannya.  \nIklan dan promosi produk tembakau serta kegiatan olahraga dan kesenian yang disponsori oleh industri rokok bertujuan untuk menciptakan kondisi dimana penggunaantembakau dianggap sebagai sesuatu yang normal, wajar, dan dapat diterima. Iklan rokok pun sangat atraktif dan kreatif menyentuh sisi psikologis yang menunjukkan citra berani, macho, trendi, keren, kebersamaan, santai, optimis, jantan, penuh petualangan, kreatif, serta berbagai hal lain yang membanggakan dan mewakili suara hati anak muda dan remaja.  \nGencarnya iklan, promosi, dan sponsor rokok berdampak pada semakin meningkatnya prevalensi merokok pada anak-anak dan remaja. Berbagai penelitian menunjukkan bahwaiklan, promosi, dan sponsor rokok menimbulkan keinginan anak dan remaja untuk mulai merokok, mendorong anak-anak perokok untuk terus merokok, dan mendorong anak-anak yang telah berhenti merokok untuk kembali merokok.  \nMasalah iklan, promosi, dan sponsor rokok telah menjadi isu yang diperdebatkan seluruh negara di dunia. Iklan, promosi, dan sponsor rokok telah dilarang secara total di negaranegara maju, namun hal ini belum sepenuhnya terlaksana di negara-negara berkembang. Beberapa negara ASEAN sudah membatasi dan melarang penyebaran iklan, promosi, dan sponsor rokok, sedangkan Indonesia satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidakmemiliki aturan yang melarang iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau secara menyeluruh. Meskipun sudah ada beberapa UU yang mengatur mengenai iklan, promosi, dan sponsor seperti UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, dan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan PP No. 19 Tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan. Sehingga, perlu adanya pelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok yang menyeluruhuntuk mencegah peningkatan konsumsi rokok pada anak-anak dan remaja di Indonesia.  \nPenelitian mengenai iklan, promosi, dan sponsor rokok di Indonesia sangat penting sebagai usaha awal untuk meminimalisir jumlah perokok baru. Oleh karena itu, Tobacco Control Support Center – Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC – IAKMI) bekerja sama dengan International Union Against Tuberculosis and Lung Diseases (The Union) beserta 14 universitas dan 1 organisasi masyarakat sipil lokal telah melaksanakan penelitian untuk mengetahui opini publik tentang iklan, promosi, dan sponsor rokok di Indonesia dan mengetahui sejauh mana masyarakat mendukung pelarangan iklan tembakau, promosi, dan sponsor di Indonesia.  \nJakarta, Agustus 2018  \nTim Peneliti  \nABSTRAK  \nPelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok merupakan salah satu pilar yang diaturdalam Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) . Semua iklan, promosi, dan sponsor rokok adalah bentuk intervensi industri rokok untuk menciptakan kondisi dimana penggunaan tembakau dianggap sebagai sesuatu yang normal, wajar, dan dapat diterimaterutama bagi kaum muda. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa iklan, promosi, dan sponsor rokok menimbulkan keinginan anak dan remaja untuk mulai merokok, mendoronganak-anak perokok untuk terus merokok, dan mendorong anak-anak yang telah berhentimerokok untuk kembali merokok. Dengan demikian, pelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir jangkauan industri rokok pada anak dan remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai keterpaparan dan mengetahui dukungan publik mengenai pelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok di","cbCaifLt54G2oiG4","https://ap.wps.com/l/cbCaifLt54G2oiG4","pdf",739199,29,"Indonesian","# Abstrak\n## Latar belakang dan tujuan penelitian\n## Metode dan pengambilan sampel\n## Hasil keterpaparan\n## Hubungan dengan status merokok","[{\"question\":\"Mengapa pelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok menjadi penting?\",\"answer\":\"Karena iklan, promosi, dan sponsor rokok merupakan bentuk intervensi industri yang menormalkan penggunaan tembakau, terutama pada kaum muda. Berbagai penelitian menunjukkan dampaknya mendorong anak dan remaja mulai merokok, terus merokok, atau kembali merokok.\"},{\"question\":\"Bagaimana desain dan metode pengambilan sampel penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan desain potong lintang. Pengambilan sampel memakai Multistage Cluster Sampling dengan wawancara menggunakan kuesioner.\"},{\"question\":\"Media dan aktivitas apa yang paling banyak menyebabkan keterpaparan iklan, promosi, dan sponsor rokok?\",\"answer\":\"Masyarakat paling banyak terpapar iklan rokok melalui TV, banner, billboard, poster, dan tembok publik. Untuk promosi dan sponsor, keterpaparan tertinggi berasal dari toko penjual rokok serta acara olahraga, logo pada merchandise, dan acara musik.\"}]","Hasil Studi Paparan Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok di Indonesia | PDF",1789105248,10]