[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-668780-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":79,"doc-detail-668780-id":113},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":72,"head_meta":74,"extra_data":76,"updated_unix":78},113,"id","guidelines-for-learning-and-assessment-for-ra-mi-mts-ma-and-mak","Panduan Pembelajaran dan Asesmen RA, MI, MTs, MA dan MAK","","Panduan Pembelajaran dan Asesmen RA, MI, MTs, MA dan MAK menyajikan arahan pengembangan kurikulum madrasah dengan dua amanat utama: pembekalan kompetensi dan keterampilan hidup untuk menghadapi tantangan zaman, serta pewarisan karakter budaya dan nilai agama bagi generasi penerus. Dokumen menekankan perlunya kurikulum dinamis, integrasi nilai religius, pembelajaran berdiferensiasi, dan penilaian autentik-komprehensif yang memotret profil kemanusiaan beragam kecerdasan. Keberhasilan diukur lewat perubahan suasana kelas, efektivitas pembelajaran, serta karakter dan capaian belajar yang lebih bermakna.",{"@graph":14,"@context":71},[15,34,54],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/guidelines-for-learning-and-assessment-for-ra-mi-mts-ma-and-mak/668780/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":48,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":49,"interactionStatistic":50},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/guidelines-for-learning-and-assessment-for-ra-mi-mts-ma-and-mak/668780.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Ezra","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-11-01",true,{"@type":51,"interactionType":52,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":53},"ViewAction",{"@type":55,"mainEntity":56},"FAQPage",[57,63,67],{"name":58,"@type":59,"acceptedAnswer":60},"Apa dua amanat besar kurikulum madrasah yang ditegaskan dalam panduan ini?","Question",{"text":61,"@type":62},"Panduan menegaskan dua amanat: membekali peserta didik kompetensi dan keterampilan hidup serta mewariskan karakter budaya dan nilai-nilai luhur melalui akar budaya dan nilai agama.","Answer",{"name":64,"@type":59,"acceptedAnswer":65},"Mengapa kurikulum madrasah harus berkembang secara dinamis?",{"text":66,"@type":62},"Karena perubahan terus terjadi, terutama tuntutan dunia global; pengetahuan dan penghargaan pada kemampuan untuk melakukan dengan pengetahuan menuntut penyesuaian kurikulum.",{"name":68,"@type":59,"acceptedAnswer":69},"Bagaimana kurikulum merdeka mempengaruhi pembelajaran dan penilaian di madrasah?",{"text":70,"@type":62},"Kurikum merdeka menekankan peserta didik sebagai sentral, mendorong pembelajaran berdiferensiasi, dan menerapkan penilaian autentik-komprehensif untuk mengakomodir keberagaman kecerdasan serta profil kemanusiaan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":73,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":75,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":77,"site_id":7},668780,1793504189,{"code":4,"msg":80,"data":81},"success",[82,86,90,94,98,102,106,110],{"id":83,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":84,"show_sort_weight":4,"slug":85},178,"Faktur","faktur",{"id":87,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":88,"show_sort_weight":4,"slug":89},192,"Formulir","formulir-192",{"id":91,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":92,"show_sort_weight":4,"slug":93},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":95,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":96,"show_sort_weight":4,"slug":97},179,"Poster","poster",{"id":99,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":100,"show_sort_weight":4,"slug":101},176,"Presentasi","presentasi",{"id":103,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":104,"show_sort_weight":4,"slug":105},177,"Resume","resume",{"id":107,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":108,"show_sort_weight":4,"slug":109},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":111,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":112},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":80,"data":114},{"doc_id":77,"user_id":115,"nickname":42,"user_avatar":116,"doc_module":22,"category_id":111,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":117,"file_id":118,"file_url":119,"file_type":120,"file_size":121,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":122,"language":123,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":124,"faqs":125,"seo_title":126,"seo_description":12,"update_tm":78,"read_time":127},1099514068035,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","Panduan Pembelajaran dan Asesmen RA, MI, MTs, MA dan MAK  \nPengarah:  \nMuhammad Ali Ramdhani  \n(Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag RI)  \nMoh. Isom  \n(Direktur KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag RI)  \nPenanggungjawab:  \nSuwardi (Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah)  \nImam Bukhori (Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda)  \nKartini (Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda)  \nChundasah (Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda)  \nZulkifli (Analis Kebijakan Ahli Muda)  \nPenelaah:  \nHanun Asrohah (UIN Sunan Ampel Surabaya)  \nMamlu’atul Hasanah (UIN Malik Ibrahim Malang)  \nIrma Yuliantina (Universitas Panca Sakti Bekasi)  \nM. Amin Hasan (Universitas Sunan Giri Surabaya)  \nAmiroh Ambarwati (Balai Diklat Keagamaan Semarang) Tim INOVASI  \nKontributor:  \nBarizah Fajriyah Arief (MTsN 2 Pacitan)  \nZainul Ma’arif (MTsN 31 Jakarta Timur)  \nSupriyono (MIN 5 Semarang)  \nAsna Lutfa (Kaprodi PGMI UNUSIA Jakarta)  \nMocahmmad Zaenuri (Pengawas Kab. Mojokerto)  \nShofar Solahudin (Pengawas Kab. Tegal)  \nIda Safiaturahma (Pengawas Kab. Lamongan)  \nDewi Masyitoh (MAN 1 Kota Mojokerto)  \nNova Indriani (RA Nurul Dzikri)  \nSuyanto (MAN 1 Yogyakarta)  \nChusniyati (MTsN 20 Jakarta)  \nLay Outer:  \nM. Ni’amul Mujib (MTs Al Manar Nganjuk)  \nPanduan ini dikembangkan dari Panduan Pembelajaran danAsesmen, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.  \ni | P a n d u a n P e m b e l a j a r a n d a n A s e s m e n  \nAssalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.  \nPuji syukur Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin saya sampaikan atas tersusunnya panduan ini, shalawat serta salam semoga tetap tercurah keharibaan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Amin.  \nKurikulum madrasah mengemban dua amanat besar, yaitu; 1) membekali peserta didik kompetensi dan keterampilan hidup agar bisa menghadapi tantangan di zamannya, dan 2) mewariskan karakter budaya dan nilai-nilai luhur kepada generasipenerus bangsa agar peran generasi kelak tidak lepas dari akar budaya, nilai agama dannilai luhur bangsa. Untuk menjalankan dua amanat besar tersebut, maka kurikulum harus selalu dinamis berkembang untuk menjawab tuntutan zaman.  \nPerubahan akan terus terjadi. Hal yang abadi di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Perubahan ini setidaknya terjadi pada tuntutan dunia global. Dunia modern dan ekonomi global tidak lagi memberikan penghargaan besar terhadap seseorang karena apa yang diketahui, karena teknologi telah menyediakan pengetahuan yang dibutuhkan. Namun dunia modern lebih menghargai seseorang karena apa yang bisadilakukan dengan pengetahuan itu.  \nDengan demikian, kurikulum madrasah tidak boleh hanya fokus kepada pengetahuan apa yang harus dikuasai peserta didik, namun lebih penting adalah membekali peserta didik kompetensi, keterampilan hidup (life skills), dan cara berfikir-bersikap untuk mengantisipasi dan menyikapi situasi yang selalu berubah itu. Kurikulum merdeka yang akan memandu memberikan pilihan-pilihan untuk membentuk karakter, menumbuhkan keberanian berfikir kritis, kreatif dan inovatif harus terus dikembangkan. Di samping itu, nilai-nilai agama sebagai ruh madrasah mesti ditanamkan secara terintegrasi sejalan dengan implementasi kurikulum itu sendiri. Sehingga nilai religiusitas mewarnai cara berfikir, bersikap dan bertindak para warga madrasah dalam menjalankan praksis dan kebijakan pendidikan.  \nGuru sebagai garda terdepan dalam mengimplementasikan kurikulum tidak boleh terjebak menjadikan peserta didik sebagai penampung ilmu pengetahuan belaka. Guru harus fokus kepada pembentukan karakter peserta didik, membekali kompetensi abad-21 dan keterampilan hidup dengan cara yang lebih kreatif sesuaikebutuhan peserta didik di eranya.  \nii | P a n d u a n P e m b e l a j a r a n d a n A s e s m e n  \nKarena itu, guru harus senantiasa meningkatkan kapasitas diri. Diharapkan para guru secara bergotong royong, dengan semangat berbagi, per","cbCaicJEKfeyvSao","https://ap.wps.com/l/cbCaicJEKfeyvSao","pdf",7703136,119,"Indonesian","# Pengantar dan Amanat Kurikulum Madrasah\n## Pembekalan Kompetensi dan Keterampilan Hidup\n## Pewarisan Karakter Budaya dan Nilai Agama\n# Prinsip Pengembangan Kurikulum yang Dinamis\n## Tuntutan Zaman dan Perubahan Global\n## Orientasi pada Kompetensi dan Cara Berpikir-Bersikap\n# Implementasi Kurikulum Merdeka\n## Fokus pada Peserta Didik\n## Pembelajaran Berdiferensiasi\n## Penilaian Autentik-Komprehensif\n# Peran Guru dan Kolaborasi Komunitas\n## Guru sebagai Pembentuk Karakter\n## Peningkatan Kapasitas dan Berbagi\n# Ukuran Keberhasilan dan Upaya Perbaikan\n## Perubahan Suasana Kelas\n## Penguatan Tata Kelola dan Lingkungan Belajar","[{\"question\":\"Apa dua amanat besar kurikulum madrasah yang ditegaskan dalam panduan ini?\",\"answer\":\"Panduan menegaskan dua amanat: membekali peserta didik kompetensi dan keterampilan hidup serta mewariskan karakter budaya dan nilai-nilai luhur melalui akar budaya dan nilai agama.\"},{\"question\":\"Mengapa kurikulum madrasah harus berkembang secara dinamis?\",\"answer\":\"Karena perubahan terus terjadi, terutama tuntutan dunia global; pengetahuan dan penghargaan pada kemampuan untuk melakukan dengan pengetahuan menuntut penyesuaian kurikulum.\"},{\"question\":\"Bagaimana kurikulum merdeka mempengaruhi pembelajaran dan penilaian di madrasah?\",\"answer\":\"Kurikum merdeka menekankan peserta didik sebagai sentral, mendorong pembelajaran berdiferensiasi, dan menerapkan penilaian autentik-komprehensif untuk mengakomodir keberagaman kecerdasan serta profil kemanusiaan.\"}]","Panduan Pembelajaran dan Asesmen RA, MI, MTs, MA dan MAK | PDF",42]