[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-233483-113":41,"doc-detail-233483-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","from-domestic-services-to-the-public-sphere-the-role-of-indigenous-servants-in-colonial-tourism-accommodation-in-dutch-east-indies","DARI LAYANAN DOMESTIK KE RANAH PUBLIK - PERAN PELAYAN PRIBUMI DALAM AKOMODASI TURISME KOLONIAL DI HINDIA-BELANDA","","Akomodasi menjadi aspek penting dalam pariwisata kolonial di Hindia-Belanda, mencakup hotel, losmen, dan pasanggrahan. Perkembangannya dapat ditelusuri sejak era VOC hingga hotel modern internasional. Artikel menyoroti peran pelayan pribumi yang mendukung pariwisata kolonial pada abad ke-19 hingga abad ke-20, melalui pergeseran istilah dari ranah domestik kolonial keluarga Eropa ke ranah publik. Dengan metode sejarah serta pendekatan budaya dan sosiologi, artikel menggunakan beragam sumber seperti buku, foto, kartu pos, iklan, koran, majalah, panduan wisata, dan catatan perjalanan.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/from-domestic-services-to-the-public-sphere-the-role-of-indigenous-servants-in-colonial-tourism-accommodation-in-dutch-east-indies/233483/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/from-domestic-services-to-the-public-sphere-the-role-of-indigenous-servants-in-colonial-tourism-accommodation-in-dutch-east-indies/233483.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Ava Thompson","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-22","2026-09-10",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Mengapa akomodasi penting dalam turisme modern dan turisme kolonial?","Question",{"text":96,"@type":97},"Akomodasi dibutuhkan agar turis memperoleh kenyamanan, dan meski kualitasnya beragam tetap diperlukan untuk kepuasan. Dalam konteks kolonial, akomodasi menjadi salah satu aspek penting yang ditopang oleh layanan hotel dan pelayan.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Apa yang menjadi fokus artikel mengenai pelayan pribumi?",{"text":101,"@type":97},"Artikel memusatkan perhatian pada peran pelayan pribumi dalam akomodasi turisme kolonial di Hindia-Belanda pada periode abad ke-19 hingga abad ke-20, termasuk bagaimana layanan tersebut mendukung kebutuhan wisatawan.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Bagaimana terjadinya pergeseran istilah dari ranah domestik ke ranah publik?",{"text":105,"@type":97},"Istilah-istilah yang semula digunakan dalam rumah tangga kolonial keluarga Eropa kemudian dikenal dan dipakai dalam dunia akomodasi/perhotelan Hindia-Belanda. Pergeseran ini menunjukkan perpindahan penggunaan dari internal ke eksternal, yaitu dari ranah rumah tangga kolonial ke ranah umum.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},233483,1790083315,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":129},1649267921044,"https://us-avatar.wpscdn.com/avatar/1800007509477c92dfb?_k=1786009248482753345","DARI LAYANAN DOMESTIK KE RANAH PUBLIK : PERAN PELAYAN PRIBUMI DALAM AKOMODASI TURISME KOLONIAL DI HINDIA-BELANDA  \nR. Achmad Sunjayadi Faculty of Humanities, University of Indonesia [achmad.sunjayadi@ui.ac.id](achmad.sunjayadi@ui.ac.id)  \nAbstract  \nOne important aspect of colonial tourism in the Dutch East-Indies is accommodation. These can be hotel, losmen (inn), and pasanggrahan (guest house/bungalow) . In its history, the development of the accommodation in the Dutch East-Indies can be traced until the seventeen century in the VOC era. Started from stadsherberg (city inn) and stadsheerenlogementen (municipal boarding house for gentleman) to the modern international hotels. Various parties involved in the development of the accommodation in the Dutch East-Indies. This article will be focused on the role of native servants in the tourism accommodation in the Dutch East-Indies in the 19th century until the 20th century. By using the historical method, cultural and sociological approach we can trace the process of shifting that took place in the history of accommodation in the Dutch East-Indies. These changes include the use of the terms that is from colonial domestics (households) to public sphere, such as jongos, babu, kebon, kokki which were originally known in the colonial (European or Dutch) households. These terms became later known and used also in the world of accommodation in the Dutch East-Indies. The role of native servants is crucial in supporting colonial tourism in Dutch East-Indies. The sources are used from books, photographs, postcards, magazines, advertisements, newspapers, magazines, guidebook of tourism as well as various travelogues from that time.  \nKeywords: native servants, colonial tourism, accommodation, Dutch East-Indies  \nA. Pendahuluan  \nDalam turisme modern, akomodasi merupakan salah satu faktor yang penting. Para turis yang menginginkan kenyamanan tentu membutuhkan akomodasi yang baik. Terlepas dari akomodasi yang berkualitas bagus atau buruk, para turis tetap membutuhkannya. Pilihan tersebut tergantung pada anggaran setiap turis untukakomodasi.  \nKebutuhan akan akomodasi tersebut ada di antara kebutuhan yang lain seperti yang tercantum dalam Handbook of the Netherlands East-Indies (1930):  \nEssentially there are four things, which a tourist may ask of any country that he plans to visit; what is the climate and sanitation like; what are the transportation facilities; what sort of hotels are there; what is worth going to see? (Handbook 1930:423)  \nSebagai bagian dari pelayanan untuk para turis, sarana akomodasi yang nyamanserta dilengkapi dengan berbagai fasilitas, pelayanan yang prima juga menjadi andalan demi kepuasan para turis. Dalam hal ini adalah peran para pegawai dan pelayan hotel.  \nPada masa kolonial peran para pegawai dan pelayan, khususnya dari kalangan pribumi yang bertugas di hotel atau sarana akomodasi lainnya tidaklah kecil. Merekamenjadi ujung tombak yang bertugas melayani para tamu. Namun, peran mereka belum banyak dibahas atau bahkan tidak pernah dibahas sama sekali.  \nAda beberapa alasan yang mungkin dapat dikemukakan mengenai kurangnya perhatian terhadap peran pegawai dan pelayan pribumi. Antara lain sedikitnya sumber mengenai para pegawai dan pelayan pribumi dan kurangnya perhatian terhadap peran mereka dari para ahli. Demikian pula dalam kajian turisme masa kolonial di HindiaBelanda, masalah akomodasi tersebut belum banyak dibahas.  \nSecara khusus belum ada kajian yang membahas peran pelayan pribumi dalamakomodasi turisme kolonial di Hindia-Belanda. Demikian pula dengan perkembanganakomodasi turisme kolonial di Hindia-Belanda. Kajian yang pernah membahas pelayan pribumi adalah kajian Elsbeth Locher-Scholten (2000) . Kajian ini menitikberatkan padakajian gender dengan khusus membahas pelayan pribumi perempuan. Demikian pula Frances Gouda (1995) yang juga membahas pelayan pribumi perempuan dari perspektif yang sama. Kajian lain dari Reggie Baay (2008) membahas para pembantu ru","cbCaiahp0o0pDHEQ","https://ap.wps.com/l/cbCaiahp0o0pDHEQ","pdf",213275,23,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Akomodasi dalam turisme modern\n## Peran pegawai dan pelayan pribumi pada masa kolonial\n## Kesenjangan kajian dan studi terdahulu\n## Fokus dan rumusan masalah","[{\"question\":\"Mengapa akomodasi penting dalam turisme modern dan turisme kolonial?\",\"answer\":\"Akomodasi dibutuhkan agar turis memperoleh kenyamanan, dan meski kualitasnya beragam tetap diperlukan untuk kepuasan. Dalam konteks kolonial, akomodasi menjadi salah satu aspek penting yang ditopang oleh layanan hotel dan pelayan.\"},{\"question\":\"Apa yang menjadi fokus artikel mengenai pelayan pribumi?\",\"answer\":\"Artikel memusatkan perhatian pada peran pelayan pribumi dalam akomodasi turisme kolonial di Hindia-Belanda pada periode abad ke-19 hingga abad ke-20, termasuk bagaimana layanan tersebut mendukung kebutuhan wisatawan.\"},{\"question\":\"Bagaimana terjadinya pergeseran istilah dari ranah domestik ke ranah publik?\",\"answer\":\"Istilah-istilah yang semula digunakan dalam rumah tangga kolonial keluarga Eropa kemudian dikenal dan dipakai dalam dunia akomodasi/perhotelan Hindia-Belanda. Pergeseran ini menunjukkan perpindahan penggunaan dari internal ke eksternal, yaitu dari ranah rumah tangga kolonial ke ranah umum.\"}]","DARI LAYANAN DOMESTIK KE RANAH PUBLIK - PERAN PELAYAN PRIBUMI DALAM AKOMODASI TURISME KOLONIAL DI HINDIA-BELANDA | PDF",1789078293,8]