[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-168169-113":41,"doc-detail-168169-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","phenomena-of-womens-experiences-using-a-feminist-mobile-dating-app-bumble","Fenomena Pengalaman Perempuan dalam Menggunakan Feminist Mobile Dating App - Bumble","","Transkrip wawancara dengan Puti (26 tahun) membahas pengalaman perempuan menggunakan aplikasi dating berbasis mobile, khususnya Bumble. Puti menjelaskan dinamika budaya “perempuan yang melangkah duluan”, pola penggunaan lintas aplikasi (Bumble, Tinder, OkCupid), serta manfaat sosial non-hubungan seperti teman berbincang, relasi kerja, dan informasi lokal. Ia juga menyoroti risiko pelecehan dan penipuan online, strategi selektif, pengaturan jarak maksimum, cara menulis bio, dan bagaimana fitur chat (mis. 24 jam di Bumble) memengaruhi percakapan. Dating app dipandang seperti marketplace yang tetap bergantung pada kecocokan dan kualitas awal.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/phenomena-of-womens-experiences-using-a-feminist-mobile-dating-app-bumble/168169/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/phenomena-of-womens-experiences-using-a-feminist-mobile-dating-app-bumble/168169.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"วิน","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document","2026-09-16","2026-09-01",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":61},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Mengapa Puti merasa perempuan yang harus “move duluan” dapat memicu ego terluka dibanding di luar negeri?","Question",{"text":96,"@type":97},"Puti menilai konteks budaya timur membuat perempuan dianggap perlu memulai komunikasi, sehingga sebagian pihak bisa bereaksi dengan ego tergores. Ia membandingkan dengan kebiasaan di luar negeri yang dinilai lebih wajar.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Apa perbedaan pendekatan Puti saat menggunakan Bumble dibanding Tinder atau aplikasi lain?",{"text":101,"@type":97},"Puti menggunakan Bumble dengan kebiasaan melengkapi bio yang lebih detail, serta memperhatikan cara memulai percakapan dari bio. Ia juga menyebut Bumble memiliki batas waktu chat 24 jam yang membuat percakapan lebih dinamis dibanding Tinder.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Manfaat apa yang Puti rasakan selain mencari pasangan dari aplikasi dating?",{"text":105,"@type":97},"Puti merasakan dating app membantu mendapatkan teman ngobrol, teman untuk kerja, informasi lokal, hingga pendampingan saat bepergian (misalnya menemukan tour guide). Ia menekankan bahwa relasi yang terbentuk tidak selalu berakhir pada hookup.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},168169,1788226701,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":61,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":113,"read_time":128},2336475104736,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/22000c4c5e0e5b17e70?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1786591360781797222","TRANSKRIP WAWANCARA\nLampiran A-1 : Transkrip wawancara dengan Puti (26 Tahun):\nEmang perempuan yang bikin move duluan, kalau kita ga ngechat ya ga mungkin ada percakapan. Malah kebalikan, sebenarnya menurut aku kalau misal ngomongin karena perempuan timur dengan budaya yang harus dikejar rasanya banyak banget yang ego nya tergores karena dia harus move duluan. Kalau di luar negeri kan biasa aja kan. Kalau disini beda, tapi karena banyak testimoni banyak yang dapat pasangan disini jadinya ya gue coba.\nMulai main bumble dari 2019, sebelumnya pernah main tinder, dan itu yang paling lama sampai punya pacar. Kalau disuruh pilih, aku sebenarnya pilih kedua duanya (tinder, bumble) udah dari 2015.\nGue ga kewalahan sih pakai 2 aplikasi sekaligus. Jadi kaya hunting, cuma belum tentu ketemu. Tinder, OkCupid (temenku ada ada yg sampe pacaran dari sana, OkCupid lebih intimate katanya, karena byk preferensi, dan percentage kecocokan, tapi kalau hookup lebih banyak di Tinder).\nMain dating app ada 5 sampai 6 tahun sampai dapat pacar, jadi on and off, karena mobile dating buat aku bukan cuma buat cari pasangan. Jadi misalnya nih aku ke solo sendirian, atau jogja sendiri, aku langganan premium akun-nya, jadi sehari sebelum ke kota itu, aku udah swipe di kota (waktu masih di lokasi asal), jadi itu aku sampai dapat tour guide, jadi at least bisa nemenin ke pantai, jadi ada temen ngobrol, teman ngopi, jalan jalan, dan ga semuanya cuma jadi tentang hookup. Terus dapat info-info lokal baru kalau disana, itu semua dari dating app (mostly Tinder). Disisi lain aku banyak banget dapat teman ngobrol, teman buat kerja juga , jadi bisa berbagi kerjaan, aku fotografer kan ya trus dia “gue lagi ada project nih”, malah sampe sekarang, relasinya jadi seluas itu karena dating app. Jadi kaya aku diuntungkan gitu, disisi lain aku pernah dilecehkan juga sih.\nOn and off akun gitu, kalau punya pasangan off atau hapus account. Terus masuk lagi kalau single. Dating app kan bisa di pause/ deactive (sementara) gitu, dan match sama chatnya masih tersimpan. Gue waktu 2014 di jerman (pertukaran budaya, lulus sma, selama 1 tahun) kota kecil bgt diantara hanover sama brenna, kota kecil, tinggal di rumah orang, belajar bahasa, jadi disana ga boleh sekolah dulu sebelum belajar bahasa. Waktu lulus sma 2013, Sekarang umur gue 26. Karena lingkupiku isinya anak-anak muda semua jadi ga berasa tua, aku mempekerjakan anak-anak kuliah untuk building socmed network kaya gitu, agency gitu sih ya. Jadi untuk umkm yg ga ada sosmednya, kita yang bikinin.\nGue paham bgt konsep dating app gimana, sampai gue campaign gt, ajakin teman-teman buat ke dating app nyari pasangan, ya cuma in other side, gue juga kasih warning, kasih garis kuning, “hati2 lo, jgn terlalu membawa perasaan”. Cewek kan ga ngerti ya kadang, ketika dia udah baper aja itu bisa doing everything for them (laki-laki), karena rasa sayang dan mengerti satu sama lain, makanya byk bgt scam yang terjadi di online. Ga harus mulai dari apps juga yg kaya gitu-gitu. Kalau tau kasus viral ‘alis kamu gemash’ si Dewala, itu kan salah satunya, dan itu korbannya banyak banget. Btw, aku pernah match sama dia beberapa kali, di\n(lanjutan)\nbumble, tinder. Cuma di bumble kan cuma 24 jam waktu expired nya untuk chat, kalau kita sama sama ga ngechat dia hilang dari list chat app. Temen gue pernah ketemu Dewala malah, jadi dia kaya “ah ga ada duitnya doi, bukan orientasi gue”. Kita pejuang dating app. Dating app memperminim investasi, bukan cuma investasi uang, tapi juga waktu, hati, energi, pemikiran.\nDating app kaya marketplace, cuma ya ga segampang itu, nemu org kalau ga cocok, cari lagi. Menurut gue, tergantung orangnya nyari apa dan bagaimana, kalau emg dia ranahnya sampai nyari beneran pacaran biasanya ga segampang itu, tapi kalau misalnya baru mau cari pdkt, mungkin, apalagi kan waktu match kita ga chat sama satu orang doang, ada banyak.\nAku punya banyak bgt temen cowok dia tuh auto right profile, swipe kanan semua dia ke profil cewek, dia su","cbCair6DMnfqpPF4","https://ap.wps.com/l/cbCair6DMnfqpPF4","docx",580686,58,"Indonesian","# Transkrip Wawancara dengan Puti (26 Tahun)\n## Alasan dan konteks penggunaan aplikasi dating\n## Pola penggunaan Bumble, Tinder, dan OkCupid\n## Manfaat sosial, relasi, dan informasi lokal\n## Risiko, pelecehan, dan penipuan online\n## Strategi komunikasi: bio, seleksi, jarak, dan fitur chat","[{\"question\":\"Mengapa Puti merasa perempuan yang harus “move duluan” dapat memicu ego terluka dibanding di luar negeri?\",\"answer\":\"Puti menilai konteks budaya timur membuat perempuan dianggap perlu memulai komunikasi, sehingga sebagian pihak bisa bereaksi dengan ego tergores. Ia membandingkan dengan kebiasaan di luar negeri yang dinilai lebih wajar.\"},{\"question\":\"Apa perbedaan pendekatan Puti saat menggunakan Bumble dibanding Tinder atau aplikasi lain?\",\"answer\":\"Puti menggunakan Bumble dengan kebiasaan melengkapi bio yang lebih detail, serta memperhatikan cara memulai percakapan dari bio. Ia juga menyebut Bumble memiliki batas waktu chat 24 jam yang membuat percakapan lebih dinamis dibanding Tinder.\"},{\"question\":\"Manfaat apa yang Puti rasakan selain mencari pasangan dari aplikasi dating?\",\"answer\":\"Puti merasakan dating app membantu mendapatkan teman ngobrol, teman untuk kerja, informasi lokal, hingga pendampingan saat bepergian (misalnya menemukan tour guide). Ia menekankan bahwa relasi yang terbentuk tidak selalu berakhir pada hookup.\"}]","Fenomena Pengalaman Perempuan dalam Menggunakan Feminist Mobile Dating App - Bumble | DOCX",20]