[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-235538-113":41,"doc-detail-235538-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":101,"head_meta":103,"extra_data":105,"updated_unix":107},113,"id","factors-causing-default-in-e-commerce-transactions-empirical-legal-article","Faktor-Faktor Yang Menjadi Penyebab Timbulnya Wanprestasi dalam Transaksi E-Commerce - Artikel Hukum Empiris","","Artikel ini membahas faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya wanprestasi yang dilakukan oleh penjual dalam transaksi e-commerce. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif berbasis data verbal untuk memahami fenomena pada subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Kesimpulan meninjau faktor penyebab wanprestasi dari aspek regulasi, platform, penegakan hukum, serta pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi.",{"@graph":51,"@context":100},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":35,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/surat/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/factors-causing-default-in-e-commerce-transactions-empirical-legal-article/235538/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Oliver","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86,92,96],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Apa yang menjadi fokus penelitian artikel ini?","Question",{"text":90,"@type":91},"Artikel ini berfokus pada faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya wanprestasi yang dilakukan oleh penjual dalam transaksi e-commerce.","Answer",{"name":93,"@type":88,"acceptedAnswer":94},"Metode penelitian apa yang digunakan?",{"text":95,"@type":91},"Penelitian menggunakan metode penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara.",{"name":97,"@type":88,"acceptedAnswer":98},"Dari sisi apa faktor penyebab wanprestasi ditinjau?",{"text":99,"@type":91},"Faktor penyebab wanprestasi ditinjau dari sisi regulasi, platform, penegakan hukum, serta para pihak yang terlibat dalam transaksi.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":102,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":104,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":106,"site_id":44},235538,1789098473,{"code":4,"msg":5,"data":109},{"doc_id":106,"user_id":110,"nickname":71,"user_avatar":111,"doc_module":9,"category_id":34,"category_name":35,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":117,"language":118,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":49,"update_tm":107,"read_time":64},8796095461610,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI PENYEBAB TIMBULNYA WANPRESTASI DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE  \nCleopatra Martina Hauliani [E-mail: martinahauliani@gmail.com](E-mail: martinahauliani@gmail.com)[ ](E-mail: martinahauliani@gmail.com)Staff Kementerian PUPR Jakarta  \nPujiyono  \n[E-mail: pujifhuns@gmail.com](E-mail: pujifhuns@gmail.com)  \n(Penulis Korespondensi)  \nDosen Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta  \nArticle Information  \nKeywords: Default; Seller; Costumer; E-Commerce  \nKata Kunci: Wanprestasi; Penjual; Pembeli; E-commerce  \n\n| Abstract |\n| --- |\n| This article aims to determine the factors cause default conducted by the seller. The research methodology used is the empirical legal research method, the nature of descriptive research and using a qualitative approach. The source of research is primary legal material in the form of legal material. Data collection technique by interview. Based on the result of research conducted by the author can be concluded, the factors cause default conducted by the seller can be reviewed from the side of regulation, platform, law enforcement and the parties.\u003Cbr>Abstrak\u003Cbr>Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tentang faktorfaktor yang menjadi penyebab timbulnya wanprestasi yang dilakukan oleh penjual. Penelitian hukum ini dilakukan dengan metode penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif. Pendeketan penelitian yang digunakan bersifat kualitatif yaitu menggunakan data verbal untuk memeahami fenomena yang ialami subjek. Sumber penelitian adalah bahan hukum primer yang berupaperundang-undangan, bahan hukum sekunder yaitu kepustakaan, bahan non hukum, dan bahan hukum tersier. Dengan teknik pengumpulan data melakukan wawancara dengan para pembeli dan pihak YLKI. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis dapat disimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya wanprestasi yang dilakukan penjual dapat ditinjau dari sisi regulasi, platform, penegakan hukum dan para pihak. |\n\nA. Pendahuluan  \nPerkembangan teknologi yang semakin pesat ditandaidengan perkembangan era globalisasi. Era ini merupaka era yang tidak dapat dibendung untuk dapat masuk ke dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu bagian yang paling berkembang pesat dari bidang teknologi informasi adalah internet. Munculnya media internet merupakan akibat dari perkembangan teknologi terkhusus di  \n218  \nPrivat Law Volume 10 Nomor 2 (Juli-Desember 2022) Faktor-Faktor yang Menjadi...  \nbidang komunikasi. Pada mulanya internet hanya digunakan sebagai media penyebaran informasi dan sarana pembelajaran. Namun di era modern ini interenet telah merambah ke bidang lain salah satunya di bidang ekonomi, sehingga kemudian muncul istilah perdagangan elektronik (Ainul Yaqin, 2019:10) .  \nSistem jualbeli yang dilakukan melalui internet tersebut dikenal di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini. Sistem jual beli melalui internet disebut E-commerce, merupakan suatu proses jual beli barang dan jasa yang dilakukanmelalui jaringan computer yaitu internet (Selbi, 2015:36) . Transaksi jual-belimelalui internet adalah suatu transaksi perdagangan yang memungkinkanadanya jual beli tanpa harus mempertemukan secara langsung antara penjual dan pembeli (Ardhata Nur Afian, 2013:3) .  \nKemudahannya dalam bertransaksi di satu sisi sangat menguntungkan pihak pembeli, membuat masyarakat masa kini lebih senang untuk berbelanja dan bertransaksi. Duduk dirumah pun pembeli bisa mendapatkan barang yang diinginkan sampai dirumah dengan cepat. Melalui transaksi perdagangan inikonsep pasartradisionaldimana penjual dan pembelibertemusecarafisik bertemu berubah menjadi konsep telemarketing dimana perdagangan jarak jauh melalui internet. E-commerce pun telah mengubah cara pembeli dalam memperoleh produk yang diinginkannya (Afrilian Perdana, dan Dahlan, 2014:52) .  \nDisamping banyaknya keuntunganserta manfaat yang dirasakan masyarakat, disisi lain transaksi e-commerce pun menjadi masalah baru bagi masyarakat. Tidak bertemunya secara langsung antara ","cbCailZc0yLDFc0L","https://ap.wps.com/l/cbCailZc0yLDFc0L","pdf",5029021,8,"Indonesian","# Pendahuluan\n# Latar Belakang Perkembangan E-Commerce\n# Konsep Wanprestasi dalam Transaksi Jual Beli Online\n# Kerugian dan Posisi Pembeli dalam E-Commerce\n# Pengaturan Hukum E-Commerce (UU ITE dan UU Perlindungan Konsumen)","[{\"question\":\"Apa yang menjadi fokus penelitian artikel ini?\",\"answer\":\"Artikel ini berfokus pada faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya wanprestasi yang dilakukan oleh penjual dalam transaksi e-commerce.\"},{\"question\":\"Metode penelitian apa yang digunakan?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara.\"},{\"question\":\"Dari sisi apa faktor penyebab wanprestasi ditinjau?\",\"answer\":\"Faktor penyebab wanprestasi ditinjau dari sisi regulasi, platform, penegakan hukum, serta para pihak yang terlibat dalam transaksi.\"}]","Faktor-Faktor Yang Menjadi Penyebab Timbulnya Wanprestasi dalam Transaksi E-Commerce - Artikel Hukum Empiris | PDF"]