[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-236512-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-236512-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","elaboration-of-language-errors-in-the-beauty-product-white-lab-van-dijks-critical-discourse","Elaborasi Kesalahan Berbahasa Pada Produk Kecantikan White Lab - Wacana Kritis Van Dijk","","Penelitian ini mengkaji elaborasi kesalahan berbahasa pada produk kecantikan \"White Lab\" melalui pendekatan wacana kritis Teun A. van Dijk. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui aktivitas membaca dan menulis terhadap iklan, label produk, serta materi pemasaran White Lab. Analisis diarahkan untuk memetakan bagaimana kesalahan berbahasa memengaruhi persepsi konsumen, sekaligus membentuk konstruksi identitas dan citra merek di masyarakat. Temuan menunjukkan penggunaan teknik bahasa persuasif seperti kata-kata positif dan manipulasi visual, serta adanya kesalahan dalam teks promosi yang berdampak pada efektivitas komunikasi dan merugikan konsumen terkait produk kecantikan.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/elaboration-of-language-errors-in-the-beauty-product-white-lab-van-dijks-critical-discourse/236512/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/elaboration-of-language-errors-in-the-beauty-product-white-lab-van-dijks-critical-discourse/236512.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Aditya","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":26},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apa pada produk White Lab?","Question",{"text":62,"@type":63},"Penelitian bertujuan mengkaji elaborasi kesalahan berbahasa pada produk kecantikan \"White Lab\".","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?",{"text":67,"@type":63},"Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Data penelitian diperoleh dari sumber apa saja?",{"text":71,"@type":63},"Data diperoleh dari membaca dan menulis terhadap iklan, label produk, dan materi pemasaran lainnya dari White Lab.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},236512,1789979795,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":26,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":128,"read_time":26},962085564549,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","Elaborasi Kesalahan Berbahasa Pada Produk Kecantikan White Lab : Wacana Kritis Van Dijk  \n1)Frisca Devina D Simanjuntak, 2)Olivia Andrea Br Bukit, 3)Silfhani Elisabet Manurung, 4)Eiykel Suranta Siboro  \n1,2,3,4)Sastra Indonesia, FBS, Universitas Negeri Medan  \n[Email :](Email :1friscasimanjuntak007@gmail.com)[1](Email :1friscasimanjuntak007@gmail.com)[friscasimanjuntak007@gmail.com](Email :1friscasimanjuntak007@gmail.com) , [2](2oliviaandreabkt@gmail.com)[oliviaandreabkt@gmail.com](2oliviaandreabkt@gmail.com) , [3](3silfanielisabet22@gmail.com)[silfanielisabet22@gmail.com](3silfanielisabet22@gmail.com),  \n⁴[eiykelsurantasiboro@gmail.com](eiykelsurantasiboro@gmail.com)  \n\n| INFORMASI ARTIKEL | ABSTRAK |\n| --- | --- |\n| Kata Kunci :\u003Cbr>Analisi Wacana Kristis Van Dijk\u003Cbr>Kesalahan Berbahasa Iklan White Lab Metode Diskusi Deskriptif Kualitatif | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji elaborasi kesalahan berbahasa pada produk kecantikan\"White Lab\" dengan pendekatan wacana kritis yang dikembangkan oleh Teun A. van Dijk. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. dan dengan Teknik pengumpulan data membaca, menulis terhadap iklan, label produk, dan materi pemasaran lainnya dari White Lab untuk mengeksplorasi bagaimana kesalahan berbahasa digunakan untuk mempengaruhi persepsi konsumen terhadap produk tersebut. Metode analisis wacana kritis Van Dijk jugadigunakan untuk mengidentifikasi kesalahan berbahasa dalam menyampaikan pesan-pesantertentu kepada konsumen, serta dampaknya terhadap konstruksi identitas, citra merek untuk masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa White Lab menggunakan berbagai teknik bahasa, seperti pemanfaatan kata-kata positif, manipulasi visual untuk memperkuat citraproduk mereka sebagai solusi yang sempurna untuk kecantikan. Namun demikian, analisis wacana kritis ini juga mengungkapkan kesalahan berbahasa yang terkandung dalam teks-teks promosi White Lab. Kesalahan-kesalahan ini tidak hanya mempengaruhi keefektifan komunikasi, tetapi juga merugikan terkait dengan produk kecantikan. |\n| ABSTRACT |  |\n|  |  |\n| Keywords :\u003Cbr>Van Dijk's Critical Discourse Analysis\u003Cbr>Language Errors White Lab Advertising Discussion Methods Qualitative Descriptive | This research aims to examine the elaboration of language errors in the beauty product \"White Lab\" using a critical discourse approach developed by Teun A. van Dijk. The method used is a qualitative descriptive method. and with data collection techniques of reading, writing on advertisements, product labels, and other marketing materials from White Lab to explore how language errors are used to influence consumer perceptions of the product. Van Dijk's critical discourse analysis method is also used to identify language errors in conveying certain messages to consumers, as well as their impact on the construction of identity and brand image for society. This research also shows that White Lab uses various language techniques, such asthe use of positive words, visual manipulation to strengthen the image of their products as the perfect solution for beauty. However, this critical discourse analysis also reveals language errors contained in White Lab promotional texts. These mistakes not only affect the effectiveness of communication, but are also detrimental when it comes to beauty products.\u003Cbr>This is an open access article under the CC–BY-SA license.\u003Cbr>|\n\nI. PENDAHULUAN  \nAktivitas problematis seseorang dalam kehidupan sehari-hari ialah bercermin, dimana ketika memandang rupanya sendiri merupakan temuan jalan yang berliku dimana seseorang memiliki kecenderungan denganmelihat kekurangan yang dimiliki. Melalui pandangan mereka terhadap kekurangan yang ada pada dirinya tersebut, seseorang akan berusaha untuk memperbaiki kekurangan yang ada tersebut dengan mencoba hal-hal baru termasuk produk baru demi kecantikan diri sendiri. Perempuan akan mencoba produk kecantikan apapun demi memuaskan diri sendiri. Produk kecantikan (Skincare) secara bahasa ialah d","cbCaifalxlYlIXWg","https://ap.wps.com/l/cbCaifalxlYlIXWg","pdf",181482,6,"Indonesian","# I. PENDAHULUAN\n## Aktivitas bercermin dan motivasi penggunaan produk kecantikan\n## Konsep skincare dan perbedaannya dengan kosmetik\n## Peran media sosial dalam promosi produk kecantikan","[{\"question\":\"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apa pada produk White Lab?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengkaji elaborasi kesalahan berbahasa pada produk kecantikan \\\"White Lab\\\".\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.\"},{\"question\":\"Data penelitian diperoleh dari sumber apa saja?\",\"answer\":\"Data diperoleh dari membaca dan menulis terhadap iklan, label produk, dan materi pemasaran lainnya dari White Lab.\"}]","Elaborasi Kesalahan Berbahasa Pada Produk Kecantikan White Lab - Wacana Kritis Van Dijk | PDF",1789105968]