[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-237209-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-237209-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","effectiveness-of-using-concept-map-approach-in-the-economics-learning-process-at-senior-high-school-level-paper","EFFEKTIVITAS PENGGUNAAN PENDEKATAN PETA KONSEP DALAM PROSES PEMBELAJARAN BIDANG STUDI EKONOMI PADA JENJANG SEKOLA MENENGAH ATAS - Makalah","","Makalah membahas efektivitas penggunaan pendekatan peta konsep dalam proses pembelajaran bidang studi ekonomi pada jenjang Sekolah Menengah Atas. Latar belakang menyoroti dominasi metode ceramah yang dianggap kurang efektif, kurang memuaskan, dan menurunkan motivasi serta kemampuan berpikir kritis. Peta konsep diposisikan sebagai cara dinamis untuk memahami pokok informasi secara komprehensif melalui proposisi dan proses belajar alamiah. Pembahasan mencakup pengertian efektivitas pembelajaran, definisi, manfaat, cara menyusun, ciri-ciri, jenis, ragam bentuk, serta langkah mengajarkannya agar siswa lebih terarah dan aktif.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/effectiveness-of-using-concept-map-approach-in-the-economics-learning-process-at-senior-high-school-level-paper/237209/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/effectiveness-of-using-concept-map-approach-in-the-economics-learning-process-at-senior-high-school-level-paper/237209.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"วิน","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-11",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":26},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Mengapa metode ceramah dianggap kurang efektif dalam pembelajaran ekonomi?","Question",{"text":62,"@type":63},"Metode ceramah dinilai membuat siswa jenuh, tidak kreatif, berorientasi pada hafalan, serta kurang melatih daya nalar dan kemampuan berpikir kritis. Akibatnya pemahaman konsep menjadi kurang optimal.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Apa tujuan penulisan makalah mengenai peta konsep?",{"text":67,"@type":63},"Makalah bertujuan memaparkan secara jelas pembelajaran peta konsep, meliputi pengertian efektivitas pembelajaran, definisi peta konsep, manfaatnya, cara menyusun, ciri-ciri, jenis-jenis peta konsep, ragam bentuk, dan langkah mengajarkannya.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa manfaat pendekatan peta konsep bagi guru dan siswa?",{"text":71,"@type":63},"Peta konsep membantu guru menyusun pembelajaran yang relatif mudah dipahami siswa dan menumbuhkan motivasi belajar. Pendekatan ini juga membantu siswa memahami butir informasi secara komprehensif melalui proposisi-proposisi.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},237209,1789110600,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":33},2336475104736,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/22000c4c5e0e5b17e70?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1786591360781797222","EFFEKTIVITAS PENGGUNAAN PENDEKATAN PETA KONSEP DALAMPROSES PEMBELAJARAN BIDANG STUDI EKONOMI PADA JENJANG  \nSEKOLA MENENGAH ATAS  \nHelmarini1, Erwani2  \n[hekmariniumb019@gmail.com](hekmariniumb019@gmail.com 1)[ 1](hekmariniumb019@gmail.com 1), [Erwaniy@umb.ac.id](Erwaniy@umb.ac.id 2)[ 2](Erwaniy@umb.ac.id 2)[ ](Erwaniy@umb.ac.id 2)Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Bengkulu  \nAbstrak  \nSudah menjadi rahasia umum bahwa pendidik pada lembaga pendidikan formal mulai jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi pada umumnya sering ditemukan lebih sukamenggunakan metode Cermah dalam pembelajaran di kelas karena metode ini sangat simple dan lebih praktis serta mudah diterapkan meski disadari bahwa metode ini sering kurangeffektifi dan tidak memuaskan dalam pencapaian tujuan belajar mengajar. Untuk itu sebagaisolusi penulis menawarkan salah satu pendekatan mengajar yang telah terbukti sangat effektif yaitu Metode Pendekatan Pembelajaran Peta Konsep yang merupakan cara dinamik untuk memahami butir-butir pokok informasi secara komprehensif sehingga membantu daya serapsiswa dalam bentuk proposisi-proposisi melalui proses belajar alamiah dan berpikir. Metode Peta konsep diharapkan dapat membantu guru melakukan pembelajaran yang relatif mudahdipahami oleh siswa, dan menumbuhkan motivasi belajar siswa. Tujuan penulisan makalah ini dipaparkan secara lebih utuh dan jelas tentang Pembelajaran Peta Konsep yaitu: 1) Pengertian effektifitas pembelajaran; 2) Pemahaman/Definisi Peta Konsep; 3) Manfaat Peta Konsep dalam Pembelajaran 4) Cara menyusun Peta Konsep; 5) Ciri-ciri Peta Konsep 6) Jenisjenis Peta Konsep (a) Model Pohon Jaringan (b) Model Rantai Jaringan (c) Model laba-laba (d) Model Siklus. 7) Seperti apa bentuk ragam dari Pendekatan Peta Konsep 8) Bagaimana cara mengajarkan Pendekatan Peta Konsep dalam proses pembelajaran  \nKata Kunci : Effektifitas Pembelajaran, Pendekatan Peta Konsep  \nPENDAHULUAN  \nSesuai dengan UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3 menyatakan bahwa :  \n“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis sertabertanggung jawab”.  \nMemperhatikan isi dari UU No. 20 tahun 2003, penulis berpendapat bahwa tugas seorang pengajar memang berat, sebab kemajuan suatubangsa ditentukan oleh keberhasilan pendidikandari bangsa itu sendiri. Seorang guru atau pendidik berhasil jika mengembangkan potensipeserta didik, maka terciptalah manusia yang cerdas, terampil, dan berkualitas.  \nProses Belajar Mengajar merupakan sistem yang di dalamnya terdapat sejumlah komponen yang saling mempengaruhi. Komponen tersebut antara lain kurikulum, tenaga pengajar, perumusan tujuan, pemilihan dan penyusunan materi, penggunaan strategi  \npembelajaran yang efektif, penggunaan media yang tepat, dan pelaksanaan evaluasi yang benar.  \nMenurut Sanjaya (2006:19) bahwa :  \n“Peran guru adalah sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, dan evaluator”. Sebagai motivator guru harus mampu membangkitkan motivasi siswa agar aktivitas siswa dalam proses pembelajaran berhasil dengan baik. Salah satu cara untuk membangkitkan aktivitas siswa dalamproses pembelajaran adalah dengan mengganti cara/model pembelajaran yang selama ini tidak diminati lagi oleh siswa, seperti pembelajaran yang dilakukandengan ceramah dan tanya-jawab, model pembelajaran ini membuat siswa jenuh dan tidak kreatif.  \nGuru berperan sebagai fasilitator, dalam hal ini guru akan memberikan fasilitas ataukemudahan dalamproses belajar-mengajar, yaitu dengan menciptakan suasana kegiatan belajar yang sedemikian rupa, menetapkan materi apa yang akan dipelajari murid, bagaimana cara menyampaikan, apa hasil yang ingin dicapai, stra","cbCail7GntMuaNyv","https://ap.wps.com/l/cbCail7GntMuaNyv","pdf",118396,10,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar belakang dan dasar hukum\n## Peran guru dan strategi pembelajaran\n## Kelemahan metode ceramah dan penggunaan LKS\n## Kebutuhan pembelajaran yang melibatkan siswa\n# PEMBAHASAN\n## Pengertian efektivitas pembelajaran\n## Pemahaman/definisi peta konsep\n## Manfaat peta konsep dalam pembelajaran\n## Cara menyusun peta konsep\n## Ciri-ciri peta konsep\n## Jenis-jenis peta konsep\n## Ragam bentuk pendekatan peta konsep\n## Cara mengajarkan pendekatan peta konsep","[{\"question\":\"Mengapa metode ceramah dianggap kurang efektif dalam pembelajaran ekonomi?\",\"answer\":\"Metode ceramah dinilai membuat siswa jenuh, tidak kreatif, berorientasi pada hafalan, serta kurang melatih daya nalar dan kemampuan berpikir kritis. Akibatnya pemahaman konsep menjadi kurang optimal.\"},{\"question\":\"Apa tujuan penulisan makalah mengenai peta konsep?\",\"answer\":\"Makalah bertujuan memaparkan secara jelas pembelajaran peta konsep, meliputi pengertian efektivitas pembelajaran, definisi peta konsep, manfaatnya, cara menyusun, ciri-ciri, jenis-jenis peta konsep, ragam bentuk, dan langkah mengajarkannya.\"},{\"question\":\"Apa manfaat pendekatan peta konsep bagi guru dan siswa?\",\"answer\":\"Peta konsep membantu guru menyusun pembelajaran yang relatif mudah dipahami siswa dan menumbuhkan motivasi belajar. Pendekatan ini juga membantu siswa memahami butir informasi secara komprehensif melalui proposisi-proposisi.\"}]","EFFEKTIVITAS PENGGUNAAN PENDEKATAN PETA KONSEP DALAM PROSES PEMBELAJARAN BIDANG STUDI EKONOMI PADA JENJANG SEKOLA MENENGAH ATAS - Makalah | PDF"]