[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-233918-113":41,"doc-detail-233918-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","description-of-psychological-well-being-in-unemployed-graduates-experiencing-quarter-life-crisis-thesis","Gambaran Psychological Well-Being pada Sarjana Pengangguran yang Mengalami Quarter-Life Crisis - Skripsi","","Quarter-life crisis merupakan fenomena yang banyak dibicarakan di media sosial, khususnya dialami para sarjana dalam fase transisi dari pendidikan ke dunia kerja. Krisis ini umumnya berkaitan dengan pencarian kerja, gaya hidup, keuangan, serta identitas diri, sehingga kegagalan memperoleh pekerjaan dapat memengaruhi penghargaan diri, afek positif, dan kesejahteraan hidup. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan memetakan gambaran psychological well-being pada sarjana pengangguran yang mengalami quarter-life crisis melalui wawancara mendalam terhadap enam subjek. Hasil menunjukkan psychological well-being cenderung rendah, dengan dimensi autonomy, positive relationships, environmental mastery, dan purpose in life rendah, sedangkan personal growth dan self-acceptance relatif tinggi pada keenam subjek.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/description-of-psychological-well-being-in-unemployed-graduates-experiencing-quarter-life-crisis-thesis/233918/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/description-of-psychological-well-being-in-unemployed-graduates-experiencing-quarter-life-crisis-thesis/233918.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Graffin","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-10",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":61},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa tujuan penelitian ini?","Question",{"text":96,"@type":97},"Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran psychological well-being pada sarjana pengangguran yang mengalami quarter-life crisis.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana metode penelitian yang digunakan?",{"text":101,"@type":97},"Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap enam subjek sarjana pengangguran yang mengalami quarter-life crisis.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Bagaimana hasil penelitian mengenai psychological well-being para subjek?",{"text":105,"@type":97},"Gambaran psychological well-being pada keenam subjek cenderung rendah. Namun, dimensi personal growth dan self-acceptance cenderung tinggi.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},233918,1789999976,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":129},3573418547284,"https://eur-avatar.wpscdn.com/davatar_994ba38a5ba835b3df7d355c54d3ed8d","GAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA SARJANA PENGANGGURAN YANG MENGALAMI QUARTER-LIFE CRISIS  \nSKRIPSI  \nDISUSUN OLEH:  \nZAMIA SAFIRA  \n705150155  \nFAKULTAS PSIKOLOGI  \nUNIVERSITAS TARUMANAGARA  \nJAKARTA  \nGAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA SARJANA PENGANGGURAN YANG MENGALAMI QUARTER-LIFE CRISIS  \nSkripsi Ini Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menempuh Ujian Sarjana Strata Satu (S-1) Psikologi  \nDISUSUN OLEH:  \nZAMIA SAFIRA  \n705150155  \nFAKULTAS PSIKOLOGI  \nUNIVERSITAS TARUMANAGARA  \nJAKARTA  \nABSTRAK  \nZamia Safira (705150155)  \nPsychological Well-Being pada Sarjana Pengangguran yang Mengalami Quarter-Life Crisis; Agustina, M.Psi., Psi.; Program Studi S-1 Psikologi, Universitas Tarumanagara (i-x ; 149 Halaman; P1-P6; L1-L39)  \nQuarter-life crisis merupakan fenomena yang sedang marak dibicarakan di mediasosial akhir-akhir ini , khususnya oleh para sarjana. Krisis yang dialami biasanya seputar pencarian kerja, gaya hidup, keuangan, dan identitas diri (Atwood & Scholtz, 2008) . Banyak sarjana merasa sulit mendapatkan pekerjaan hinggaakhirnya menganggur. Kegagalan dalam proses pencarian kerja tersebut meningkatkan tantangan pada aspek penghargaan diri (self-esteem), afek positif, dan kesejahteraan hidup (well-being) individu yang menganggur (Robinson, 2018) . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psychological wellbeing pada sarjana pengangguran yang mengalami quarter-life crisis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode wawancaramendalam terhadap enam orang subjek sarjana pengangguran yang mengalami quarter-life crisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran psychological well-being pada sarjana pengangguran yang mengalami quarter-life crisis cenderung rendah. Berdasarkan dimensi dari psychological well-being, ditemukan bahwa dimensi autonomy, positive relationships, environmental mastery, dan purpose in life cenderung rendah pada keenam subjek, sedangkan dimensi personal growth dan self-acceptance cenderung tinggi pada keenam subjek.  \nKata kunci: Psychological Well-Being , Sarjana Pengangguran, Quarter-Life Crisis, Dewasa Muda  \nBAB I  \nPENDAHULUAN  \n1.1 Latar Belakang Masalah  \nSeorang manusia pasti akan berkembang dan berubah seiring dengan berjalannya waktu (King, 2014) . Bayi yang baru lahir akan tumbuh menjadi anakanak, lalu terus tumbuh sampai akhirnya menjadi orang dewasa. Pola kontinuitasdalam perubahan kemampuan manusia itu disebut dengan development atauperkembangan. Psikologi perkembangan mengkaji proses perubahan manusia , secara fisik maupun psikologis, berdasarkan pertambahan usia (King, 2014) . Para peneliti juga memberikan istilah life-span development, yang mendefinisikan perkembangan sebagai sebuah proses yang terjadi sejak masa pembuahan hinggakematian (Papalia & Martorell, 20XX) .  \nMenurut Papalia dan Martorell (20XX) , terdapat delapan tahap perkembangan manusia, salah satunya adalah emerging and young adulthood. Pada tahapan tersebut, ada beberapa individu yang sedang mengeksplorasi identitas dirinya dalambanyak bidang, seperti percintaan, pekerjaan, dan pandangan mengenai dunia (Arnett, 2000) . Proses pencarian identitas diri tersebut cenderung memperluas dan sangat aktif di tahap tersebut (Côté, 2006) . Ada juga beberapa individu yang sedangfokus membangun hubungan intim dengan orang lain (Papalia & Martorell, 20XX) . Selain itu , banyak individu yang sedang menentukan pilihan karir yang tepat agar mereka merasa sudah mencapai tahap kedewasaan (Arnett, 2000) . Salah satu carauntuk memudahkan individu dalam mencapai karir yang mereka impikan adalah dengan melanjutkan pendidikan ke universitas (Montgomery & Côté, 2003) . Individu dapat menggali lebih dalam ilmu yang mereka sukai dan juga mengembangkanaspek-aspek yang ada di dalam dirinya. Pendidikan di universitas juga dapat meningkatkan kemampuan verbal, berpikir kritis, dan moral reasoning bagi individu yang menjalaninya (Montgomery & Côté, 2003) . Biasanya jika individu sudah lulus dari tahap universi","cbCaip5KGuvBRzAF","https://ap.wps.com/l/cbCaip5KGuvBRzAF","pdf",1644107,36,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar Belakang Masalah","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran psychological well-being pada sarjana pengangguran yang mengalami quarter-life crisis.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode penelitian yang digunakan?\",\"answer\":\"Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap enam subjek sarjana pengangguran yang mengalami quarter-life crisis.\"},{\"question\":\"Bagaimana hasil penelitian mengenai psychological well-being para subjek?\",\"answer\":\"Gambaran psychological well-being pada keenam subjek cenderung rendah. Namun, dimensi personal growth dan self-acceptance cenderung tinggi.\"}]","Gambaran Psychological Well-Being pada Sarjana Pengangguran yang Mengalami Quarter-Life Crisis - Skripsi | PDF",1789081892,13]