[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-234266-113":41,"doc-detail-234266-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","description-of-mathematical-story-problem-solving-ability-reviewed-from-emotional-intelligence-of-mts-negeri-1-students","DESKRIPSI KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA MTs NEGERI 1","","Penelitian ini bertujuan mengetahui deskripsi kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika ditinjau dari kecerdasan emosional siswa MTs Negeri 1 Pontianak. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik komunikasi tidak langsung dengan instrumen berupa 4 soal cerita matematika dan angket kecerdasan emosional siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil menunjukkan perbedaan kemampuan pada kelompok kecerdasan tinggi, sedang, dan rendah dalam memahami konteks, menyusun rencana, ketelitian hitungan, serta penarikan kesimpulan.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/description-of-mathematical-story-problem-solving-ability-reviewed-from-emotional-intelligence-of-mts-negeri-1-students/234266/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/description-of-mathematical-story-problem-solving-ability-reviewed-from-emotional-intelligence-of-mts-negeri-1-students/234266.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Jasmine","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Penelitian ini membahas apa secara spesifik?","Question",{"text":96,"@type":97},"Penelitian membahas deskripsi kemampuan siswa MTs Negeri 1 Pontianak dalam menyelesaikan soal cerita matematika ditinjau dari kecerdasan emosional.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Metode dan alat pengumpulan data apa yang digunakan?",{"text":101,"@type":97},"Metode penelitian bersifat deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik komunikasi tidak langsung dengan instrumen 4 soal cerita matematika dan kuesioner kecerdasan emosional.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Bagaimana perbedaan kemampuan siswa pada tingkat kecerdasan emosional tinggi, sedang, dan rendah?",{"text":105,"@type":97},"Siswa kecerdasan tinggi relatif memahami konteks, menyusun rencana, menghitung dengan baik, dan menarik kesimpulan dengan baik. Siswa kecerdasan sedang memahami konteks dan rencana, namun kurang teliti saat menghitung dan tetap dapat menarik kesimpulan. Siswa kecerdasan rendah relatif kurang mampu memahami konteks, menyusun rencana, kurang teliti menghitung, serta belum mampu menarik kesimpulan dengan baik.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},234266,1789995715,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":64},2336478487870,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","DESKRIPSI KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL  \nSISWA MTS NEGERI 1  \nSri Wahyuni, Hamdani, Bistari  \nProgram Studi Pendidikan Matematika FKIP Untan Pontianak  \nEmail: [sri40054@gmail.com](sri40054@gmail.com)  \nAbstract  \nThis research aims to find out how the description of the ability to solve mathematical story problems reviewed from emotional intelligence students at MTs Negeri 1 Pontianak. The research method used is descriptive research method. Data collection techniques used are indirect communication techniques. Data collection tools used are math story problems, in the form of 4 questions and students' emotional intelligence questionnaire. Research data is analyzed descriptively. Obtained that students who have a high level of emotional intelligence can relatively understand the context of the problem, can determine plans to solve problems, can do calculations well and can draw conclusions well from the problems resolved. Students who have a medium level of emotional intelligence are able to understand the context of the problem, can determine the plan to solve the problem, are less careful in calculating to get answers to problems that are solved and can draw conclusions well from the problems solved. Students who have a low level of emotional intelligence are relatively unable to understand the context of the problem well, can determine a planto solve a problem, are less careful in calculating to get answers to problems that are solved and have not been able to draw conclusions well from the problems resolved.  \nKeywords: Mathematical Story Problem, Emotional Intelligence  \nPENDAHULUAN  \nDalam Permendikbud No 21 tahun 2016 tentang standar isi pendidikan dasardan menengah, satu di antara kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran matematika di sekolah adalah siswa menunjukkan sikap logis, kritis, analitis, cermat dan teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. Sementara itu, pembelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kecakapan ataukemahiran matematika sebagai bagian darikecakapan hidup yang mencakuppemecahan masalah (problem solving) yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan proses pembelajaransecara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif (menurut kemendikbud,  \ndalam Model Silabus Mata Pelajaran Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah SMP/MTs, 2017) .  \nUntuk mencapai tujuan tersebut, pesertadidik dapat berlatih menyelesaikan soal-soalmatematika, baik soal rutin maupun soaltidak rutin. Bentuk soal yang dapat memenuhi tujuan tersebut di antaranya adalah soal dalam bentuk cerita. Menurut Sayu (2000: 6) soal berbentuk cerita merupakan suatu bentuk soal yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah. Hartini (2008: 10) menyatakan bahwa soal cerita merupakan salah satu bentuk soal yang menyajikan permasalahan terkaitdengan kehidupan sehari-hari dalam bentuk cerita. Dalam menyelesaikan soal cerita, siswa harus mampu memahami hal yang  \nditanyakan dan membuat rencana penyelesaian yang tepat. Sebagaimana yang diungkap oleh Karso (dalam Melanie, 2016) yang menyatakan bahwa untuk menyelesaikan soal-soal matematikaberbentuk kalimat cerita siswa tidak hanya dituntut untuk memiliki pemahaman konsep dan keterampilan matematika saja, namun siswa harus memahami masalah dalam soaltersebut, serta membuat rencana menetapkanapa yang diminta dari data yang diketahui.  \nSoal cerita merupakan salah satu bentuk soal pemecahan masalah (problem solving) . Agar dapat menyelesaikan soal cerita matematika dengan tepat, tidak hanyamelibatkan kemampuan kognitif saja namun juga terdapat aspek emosional. Sebagaimana yang diungkap oleh Sharei ( dalam Rospitasari, 2017: 3) kemampuan untuk memecahkan masalah tidak tergantunghanya pada kemampuan kognitifnya sajatetapi juga dipengaruhi oleh kecerdasanemosional siswa. Seja","cbCaifymw4RxoDAa","https://ap.wps.com/l/cbCaifymw4RxoDAa","pdf",563937,8,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Kompetensi dan tujuan pembelajaran matematika\n## Soal cerita sebagai sarana problem solving\n## Peran kecerdasan emosional dalam penyelesaian soal cerita","[{\"question\":\"Penelitian ini membahas apa secara spesifik?\",\"answer\":\"Penelitian membahas deskripsi kemampuan siswa MTs Negeri 1 Pontianak dalam menyelesaikan soal cerita matematika ditinjau dari kecerdasan emosional.\"},{\"question\":\"Metode dan alat pengumpulan data apa yang digunakan?\",\"answer\":\"Metode penelitian bersifat deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik komunikasi tidak langsung dengan instrumen 4 soal cerita matematika dan kuesioner kecerdasan emosional.\"},{\"question\":\"Bagaimana perbedaan kemampuan siswa pada tingkat kecerdasan emosional tinggi, sedang, dan rendah?\",\"answer\":\"Siswa kecerdasan tinggi relatif memahami konteks, menyusun rencana, menghitung dengan baik, dan menarik kesimpulan dengan baik. Siswa kecerdasan sedang memahami konteks dan rencana, namun kurang teliti saat menghitung dan tetap dapat menarik kesimpulan. Siswa kecerdasan rendah relatif kurang mampu memahami konteks, menyusun rencana, kurang teliti menghitung, serta belum mampu menarik kesimpulan dengan baik.\"}]","DESKRIPSI KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA MTs NEGERI 1 | PDF",1789085404]